Warung Wakaka, Warung Kekinian Yang Tengah Happening

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(https://www.majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/Untitled-2-26.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Dengan tagline Good Food, Good Friends, Good Times, warung kekinian yang satu menjadi salah satu favorit yang ramai dikunjungi customer. Dalam sehari tak kurang dari 800 hingga 1000 pengunjung yang datang, belum lagi di hari weekend. Tahun lalu mulai tawarkan peluang usahanya.     

Warung kekinian banyak yang bermunculan belakangan ini. Ciri khas warung ini adalah konsep yang menarik, disukai kalangan millennial, menyajikan aneka kudapan mie, kopi, menu nasi, roti bakar dan snack lainnya yang umumnya familiar di lidah. Tak heran jika warung model kekinian bermunculan di mana-mana.

Namun warung kekinian yang satu ini tampil dengan konsep yang lain. Warung Wakaka mengusung konsep food factory dengan tema industrial. Hal itu bisa dilihat dari tampilan gerainya yang ramai dengan lampu-lampu gantung yang memancarkan cahaya kuning dan putih bernuansa modern. Tampilan tersebut begitu bikin eye catching sehingga memancing calon konsumen masuk.   

Selain itu, konsep Wakak juga memiliki stall-stall, semacam stand kuliner di berbagai sudut gerainya. Sebut saja stall martabak, stall sate taichan, stall aneka snack bakar-bakaran yang open kitchen, sehingga semua orang bisa melihat cara memasaknya. “Kita tidak hanya jual makanan tapi juga jual konsep dengan mengusung tagline Good Food, Good Friends, Good Times,” ujar Stella Fidelia, Marketing Communication Manager Warung Wakaka.  

Stella menjelaskan, tagline Good Food, Good Friends, Good Times memiliki filosofi yang artinya Good Food menyediakan makanan yang enak, Good Friends yang tentunya ditemani orang terdekat, dan Good Time di tempdat dan waktu yang tepat. “Jadi mereka bisa berkumpul ditemani makanan enak serta orang terdekat dan pulang dari sini jadi happy,” katanya.

Dari sisi produk apa bedanya Warung Wakaka dengan warung kekinian lainnya? “Perbedaannya kita menyediakan aneka makanan dan minuman yang variatif sehingga bisa menjangkau semua kalangan. Jadi makanan yang ditawarkan tidak sfesifik ke mie atau nasi doank, ada martabak, nasi, indomie, roti bakar, sandwich, minuman juga ada kopi, non kopi, jus juga,” beber Stella.

“Konsep kita ngumpulin street food menjadi satu yang bisa diterima di lidah semua orang. Saat ini, menu favorit yang sering dipesan adalah Indomie Sambal Matah, Sate Taichan, sama martabak tipker, martabak tipis kering. Minumannya ada es kopi kampung, macchiato,” sambungnya.

Ia mengatakan, harga menu yang ditawarkan Wakaka mulai Rp 10 ribu sampai Rp 120 ribu untuk martabak kekinian. “Toppingnya ada kitkat green tea, nutella, ovomaltine dan lain-lain. Sementara minuman mulai Rp 5 ribu sampai Rp 35 ribu seperti minuman lava, perpaduan jus, pudding dan potongan buah,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut Wakakapun bisa diterima pasar dengan cepat. Produk dan layanannya diterima semua kalangan mulai anak-anak, remaja, dewasa, ataupun family semuanya masuk. “Untuk anak-anak ada kidz meal misal Indomie Carbonara, Indomie Goreng Gandum, susu blueberry, susu strawberry,” jelas Stella.

Dalam sehari pengunjung yang datang ke Wakaka mencapai sekitar 800-1000 orang, sementara hari weekend mencpaai 1200 hingga 1500 pengunjung. “Respon masyarakat sangat bagus, banyak dari mereka yang request untuk buka di daerah mereka. Makanya kita mulai menawarkan peluang bisnis kemitraan pada tahun lalu,” ungkap Stella. 

Gerai pertama Wakaka sendiri berdiri di Muara Karang pada 25 April 2017. Cabang pertama berdiri di Gading Serpong pada 2018. Cabang kedua Medan, cabang ketiga di Cibinong. Tahun ini akan buka di Palangkaraya, Banjarmasin, Sidoarjo, Samarinda, dan daerah Depok.

Menurut Steela, keunggulan Wakak tidak hanya di konsep, produk dan layananya saja, tapi juga ditunjang oleh manajemen yang professional mumpuni. “Kita sudah memiliki training center, punya trainer yang handal, punya sistem yang mumpuni, memiliki POS No 1. Kita juga sudah punya SOP dan buku panduan untuk para investor yang menjalani usaha ini. Selain itu, support dari pusat berupa pendampingan usaha selama 5 tahun kerja, bantuan promosi dan pemasaran,” jelas Stella,

Karena itu, jelas Stella lagi, kita tidak asal jual, meskipun investor punya uang. Kita melihat beberapa kriteria seperti lokasi yang strategis sesuai persyaratan kita, investor yang mau terlibat langsung mengelola usaha ini dan kooperatif. Wakaka mementingkan quality bukan quantity. “Dua tahun kedepan targetnya mau ada di seluruh wilayah Indonesia,”

Kehadiran Wakaka di industri kuliner Indonesia tak hanya diapresiasi masyarakat, tapi juga instansi lain seperti Gojek yang memberikam penghargaan sebagai Sweet Tooth pada tahun 2018 untuk produk Martabak Tipker, memang itu salah satu favorit Sahabat Wakaka, sebutan untuk customer Wakaka.

Tahun ini Wakaka membuka diri diri menawarkan peluang usahanya, seiring banyaknya permintaan pasar. “Kita juga perdana akan ikut pameran Franchise di JCC Jakarta, bulan Juli 2019 mendatang yang diselenggarakan Dyandra. “Konsep usaha kita tanah stand alone yang dibangun seluas minimal 400 meter, jarak 6 KM antara investor kecuali kota kecil biasanya kita kasih 1 cabang saja,” tutup Stella.

Zaziri

Kedai Sosis Propie, Pionir Sosis Bakar Berkonsep Food Truck Yang Tetap Eksis
  Satu lagi tawaran peluang bisnis sosis bakar dari Bekasi yang tengah tren dan naik daun. Mengusung konsep Food Truck, bisnisnya tengah diminati banyak konsumen. Seperti apa peluang bisnisnya?
Read More
NTO Day Care, Keluarkan Inovasi Terbaru Paket Konsultasi Tanpa Biaya
NTO Day Care baru-baru ini meluncurkan paket investasi tanpa membayar biaya konsultasi, franchise fee, royalty fee dan security deposit.  Daycare atau tempat penitipan anak adalah salah satu sar
Read More
Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More