Mamacis Kitchen, Mengandalkan Produk Cireng, Sekarang Bisnisnya Sudah Tersebar

Jajanan pinggir jalan kerap menggoda mata untuk mencicipinya. Namun seiring perkembangan kuliner di Indonesia, jajanan SD yang sering dijual sederhana dan seadanya bisa naik kelas menjadi hidangan yang lebih enak dan sehat seperti produk yang dibuat Mamacis Kitchen ini.

Mamacis Kitchen merupakan produsen cireng dan tahu bakso tuna asli dari Malang yang berdiri sejak tahun 2015. Dengan menggabungkan resep cireng dari Sunda dan Pempek dari Palembang maka jadilah cireng khas Mamacis Kitchen. Selain itu ada juga Tahu Bakso Tuna yang merupakan inovasi menu tambahan dari Mamacis Kitchen.

Berdiri pertama kali di kota Malang, Mamacis Kitchen mampu merebut pasar dengan sangat baik. Diawal kemunculannya, mereka menggunakan media online untuk penjualan maupun promosinya. Seiring berjalannya waktu, Mamacis tumbuh dan berkembang menjadi outlet-outlet yang tersebar mulai dari Malang, Surabaya, Lumajang, Jember, Yogyakarta, dan Purwodadi.

Intan, Direktur Mamacis Kitchen mengatakan, saat ini outletnya berjumlah sekitar 13 outlet. Sedangkan untuk resellernya sendiri meliputi hingga daerah Sumatera, Jawa, Klimantan, Bali, dan Sulawesi. “Yang unik dari produk Mamacis Kitchen dimana produk kita telah memiliki sertifikat Halal MUI, tanpa MSG dan juga pengawet. Harganya juga relatif terjangkau mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu,” terangnya.

Dari outlet-outlet yang sudah tersebar, rata-rata outlet bisa meraup omzet dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per harinya. Potensi bisnis inipun terbilang cukup baik, selain produknya yang berkualitas potensi pasar yang dinilikinya pun penyebarannya cukup besar. “Sistem kita beli putus. Mitra akan mendapatkan seluruh keuntungan dari penjualan di outlet. Net profit per porsi adalah 30%-45% per porsi jual,” kata Intan.

Untuk nilai investasi yang ditawarkan dari Mamacis Kitchen cukup beragam. Mereka menawarkan menurut dari area dari calon mitra. Investasi untuk area Jawa Timur senilai Rp 20 juta, Jawa Tengah Rp 20-25 juta, Jawa Barat Rp 25 juta, Bali Rp 25 juta, Sumatera Rp 25 juta, Kalimantan Rp 30 juta, Sulawesi 30 juta, DKI Jakarta Rp 25 juta.

Paket-paket tersebut sudah meliputi berbagai fasilitas yang akan didapatkan oleh para mita. Mulai dari Franchise fee, ongkir booth dari Malang, MOU notaris, fee royalti selama 5 tahun, perlengkapan, packaging awal, neon box, dan paket produk senilai jual Rp 1,5 juta.

Untuk luasan tempat minimal mitra harus memiliki setidaknya 2x2 meter per segi dan 2 orang karyawan. Sementara untuk BEP para mitra bisa balik modal selama 6 bulan sampai 1 tahun.

Intan mengatakan, persaingan semakin ketat, karena banyak kompetitor menawarkan berbagai macam konsep bisnis serupa. “Namun kami tetap optimis, bahwa produk dan konsep waralaba dari Mamacis Kitchen memiliki nilai tersendiri di mata konsumen maupun Mitra Bisnis dari Mamacis. Tahun ini kita targetkan bisa membuka 5 hingga 10 cabang lagi,” pungkasnya.

Ade Komala

Royal Tea Roci Rasa Buahnya Senikmat Investasinya
Bisnis yang satu ini tidak perlu diragukan lagi sepak terjangnya selain tumbuh pesat di Indonesia, Royal Tea Roci telah berada di manca negara. Seperti apa bisnisnya?  Produknya sangat sederhana
Read More
Gian Pizza Meramu Resep Pizza yang Sebenarnya
Walaupun makanan pizza berasal dari negeri luar tetapi makanan ini sangat familiar dengan lidah masyarakat Indonesia. Tetapi tahukah bahwa apa yang disajikan selama ini sebenarnya melenceng dari khas
Read More
Ayam Geprek Mbok Moro, Restoran Berkonsep Butik dari Jogja
Bisnis ini menawarkan produk ayam tepung yang di hancurkan dan diberi sambal. Bedanya dengan ayam penyet adalah Ayam Geprek lebih hancur. Ayamnya jenis ayam kemtucky. Jenis makanan ini banyak sekali b
Read More
Lulla Thai Tea, Melirik Bisnis Thai Tea Premium dengan Cita Rasa Otentik
Minuman asal negara gajah putih Thailand ini punya rasa dan warna yang khas. Kini minuman bercitarasa manis ini makin populer dan banyak dijual di pusat perbelanjaan di Indonesia. Salah satu pelaku bi
Read More