Kinan Pizza Mama, Pizza Lokal Cita Rasa Khas Kota Bumi Ronggolawe

Berbekal modal sederhana dan tepat dalam penentuan lokasi bisnisnya, membuat Kinan Pizza berkembang di 10 kota di Indonesia.

Jenis makanan Italia sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Salah satunya adalah pizza, di mana sajian ini merupakan salah satu makanan import asli dari negara Itali yang sangat mendunia rasanya. Dalam perkembangannya pizza banyak diadopsi oleh berbagai negara karena cita rasanya yang lezat.

Kinan Pizza Mama adalah bisnis waralaba pizza yang di nahkodai Nanik Ardyansah, asal Surabaya, Jawa Timur. Wanita yang kerap disapa Nanik ini memulai usahanya dengan sederhana pada tahun 2015. Berbekal oven tua dan pemasaran melalui jaringan pertemanan dan media sosial, Kinan Pizza Mama berkembang terutama karena tampilan, penyajian dan cita rasanya sesuai dengan selera lokal.

“Ketika itu  saya  baru pindah ke Tuban, Jawa Timur. Di Tuban, tidak ada pizza yang cocok. Akhirnya saya mencoba membuat sendiri dan menawarkannnya ke teman-teman, ternyata banyak yang suka dan pesanannya membanjir. Karena itulah, akhirnya saya mendirikan bisnis ini “ ujar Nanik.

Setelah bisnis nya ini berjalan, Nanik tak terbayang jika  Kinan Pizza Mama bisa diterima oleh publik. Pesanan terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan oleh pelanggan di luar kota Tuban.

Kinan Pizza Mama hanya menawarkan produk satu ukuran 25cm, dan dibuat hanya dari bahan-bahan berkualitas. Mulai dari tepung, saus, hingga sosis semuanya menggunakan bahan yang bagus, sehingga cita rasanya juga istimewa.

“Beberapa pelanggan mengatakan produk pizza kami lebih cocok di lidah mereka dibandingkan merek pizza ternama. Meskipun demikian, kami tetap dapat menjual dengan harga yang terjangkau, yaitu  Rp 35.000 – 70.000,” katanya.

Sejak setahun terakhir, Kinan Pizza Mama memang fokus menawarkan Waralaba kepada siapa saja yang ingin membuka bisnis pizza terutama di kota-kota kecil dan menengah.

“Kota kecil dan menengah selama ini tidak pernah dilirik untuk bisnis kuliner impor seperti pizza. Padahal, terdapat potensi pasar yang sangat besar di daerah-daerah semacam itu karena pada dasarnya informasi mengenai pizza telah sampai kepada mereka, tetapi yang mampu menyediakan pizza berkualitas di kota mereka masih sangat sedikit,” paparnya.

Nanik menjelaskan adapun perbedaan produknya dari kompetitor serupa. Pertama, rasa. Kinan Pizza Mama sangat percaya diri dengan kualitas produk seperti pemilihan produk yang berkualitas.

Kedua, sistem. Baik sistem operasi/ produksi, sistem kontrol, maupun sistem yang berkaitan dengan penjualan sangat mudah di duplikasi dan di aplikasikan ke gerai-gerai baru. Seperti sistem penjualan yang menggunakan android, memungkinkan semua pihak baik kasir, maupun pemiliki gerai dapat sewaktu-waktu memeriksa jumlah penjualan dan omzet sekaligus melakukan kontrol ketersediaan bahan. Keseluruhan sistem di Kinan Pizza Mama didukung oleh tenaga IT berpengalaman.

Selain sistem yang terintegrasi antara kasir, pemilik gerai, dan kantor pusat. Kinan Pizza Mama menjamin mitra mendapatkan dukungan promosi online sebagai backbone bisnis ini. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya bahwa basis pasar Kinan Pizza Mama adalah komunitas online di kota-kota kecil dan menengah di seluruh Indonesia.

“Kami juga memiliki tim kreatif yang siap melakukan kampanye-kampanye terkait produk atau layanan yang menjadi unggulan masing-masing gerai. Intinya, Kinan Pizza Mama didukung tim yang lengkap dan sinergis,” paparnya.

Hingga saat ini Kinan Pizza Mama sudah memiliki cabang di berbagai kota seperti, Tuban, Kediri, Sidoarjo, Blora, Bojonegoro, Mamuju, Jambi, Karawang, Kertosono, dan Sukoharjo.

Soal investasi Nanik mematok besaran sebesar Rp 165 juta, dari investasi tersebut franchisee sudah mendapat peralatan produksi, aplikasi/ software penjualan, printer, furniture dan desain interior dan free biaya royalti fee. Nanik menegaskan untuk  investasi tersebut di luar  biaya sewa gedung dan renovasi.

“Kami menargetkan BEP dalam 9-12 bulan, tetapi kenyataannya rata-rata mitra sudah BEP di bulan ke-3 atau ke-6.  Kami mematok management fee 5% dari keuntungan bersih. Nilainya relatif kecil dan akan digunakan untuk men-support kegiatan gerai. Misalnya kunjungan atau biaya tak terduga lainnya,” pungkasnya.

Alvin Pratama

 

Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More
Pondok Ayam Cabe, Mencicip Sajian Khas Ayam dengan Cabai Pilihan
Sebagai salah satu menu yang digemari, ayam dengan berbagai variannya mudah ditemui. Kreasi olahan ayam ini juga terus berkembang. Kini salah satu yang tengah digandrungi masyarakat adalah Ayam khas b
Read More
Pizza Bees Pizza Lokal Asal Surakarta dengan 3 Konsep Menarik
Di Indonesia, pizza sudah sangat populer. Gerai kudapan khas Italia ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran. Bisnis ini menjamur lan
Read More
Sempoa Kreatif, Pionir Sempoa Yang Mengunggulkan Metode Bayangan
Metode pendidikan Aritmatika ini berbeda dengan kompetitor pada umumnya. Dengan melatih anak berhitung dengan metode sempoa bayangan membuat bisnisnya memiliki keunggulan tersendiri. Hingga saat ini s
Read More