Membuka Samudra Biru di Pinggiran Jogja
Jogja  merupakan salah satu kota kota istimewa di Indonesia. Selain memiliki bentuk pemerintahan kerajaan, Jogja juga salah satu kota terbesar di Indonesia. Keistimewaan lainnya Jogja juga menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing karena banyak situs sejarah yang menjadi minat para turis. Sebut saja Keraton,  Candi Perambanan. Candi Ratu Boko,  Masjid Gede Kauman yang menjadi Simbol Kejayaan Islam Mataram, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret, Gedung Agung YogyakartaKotagede, Museum Perjuangan Yogyakarta dan lainnya. Keistimewaan lainnya adalah kekayaan kulinernya Salah satu kuliner yang menjadi ikon Jogja ada gudeg. Banyak gudeg terkenal dan menjadi legenda di Jogja. Para pecinta kuliner pun akan kurang bila melakukan wisata kuliner tanpa mencicipi gudeg dari Jogja. Berbicara bisnis kuliner di Jogja memang cukup unik. Banyak kuliner yang sudah melegenda lahir di kota tersebut. Namun menurut pengamatan saya, sekarang ini  jika Anda tergiur ingin membuka bisnis kuliner baru di pusat kota Jogja atau ekspansi usaha kuliner ke pusat kota Jogja perlu dipikirkan secara matang. Mengapa? Karena di pusat kota Jogja, selain makin sulit mencari lokasi usaha, persaingan juga sangat ketat. Jika tidak punya keunikan serta endorsement yang kuat, saya melihat sangat berat bagi pemain baru untuk bisa mencuri perhatian dan bertahan. Di pusat kota jogja sekarang ini hemat saya,  mayoritas yang kuat adalah yang sudah punya nama alias melegenda.  Mereka sudah menjadi destinasi wajib masyarakat jika berkunjung ke Jogja. Sebut saja misalnya Bakmi Pele, Gudeg Yu Djum, Oseng Mercon  BU Narti dll. Meski begitu, Jogja tidak lantas menutup peluang sukses bagi Anda yang ingin berbisnis kuliner atau ekspansi di kota ini. Cuma saran saya,  sebaiknya bukalah di pinggiran. Jangan di tengah kota, karena tengah kota amatan  saya seperti  “sudah jenuh”.  Selain itu, bikinlah konsep kuliner yang unik. Unik disini bukan saja dari produk tetapi juga cara penyajian maupun suasana yang ditawarkan. Bisa kekinian bisa juga kekunoan. Buktinya, pemain-pemain baru bisa sukses justru dari daerah pinggiran Jogja. Sebut saja, Warung Kopi Klotok. Warung ini berada di Pakem, pinggiran Jogja yang menawarkan suasana pedesaan.  Kemudian ada Warung Jejamuran,  resto serba jamur yang juga ada di daerah pinggiran, tepatnya di Pendowoharjo, Sleman. Ada lagi Gubug Mang Engking di dearah Minggir, Godean Sleman. Selain ketiga kuliner tersebut sejatinya masih banyak lagi kuliner baru yang sukses dari pinggiran kota Jogja. Misalnya Banyu Mili Country Club, The Sawah, Boyong Resto dan masih banyak lagi. Mereka sejatinya adalah para pemain baru yang menawarkan sajian kuliner unik. Strategi mereka bisa dibilang cukup cerdik. Pasalnya, selain menjadi pertualangan kuliner tersendiri bagi bagi konsumen, mereka juga bisa menggeser persaingan di samudra biru atau membuka pasar baru dengan produk uniknya. Dengan demikian, pasar kuliner tetap bergairah di pinggiran daerah Jogja tanpa berebut pasar dengan pemain kuliner yang sudah melegenda.  
Seharusnya Sevel Tidak Secepat Ini Tumbang
Per 30 Juni 2017, 7-Eleven atau Sevel secara resmi telah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia. Merek yang terlihat digdaya sejak beroperasi di Indonesia pada 2009 ini akhirnya tidak bisa ber
Read More
Konsumen Milenial yang Menawan
Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dianggap sebagai pasar yang seksi baik oleh pelaku bisnis dalam negeri maupun luar negeri. Hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2010 mencata
Read More
Dunkin’ Donuts Menjadi Dunkin’
Di Indonesia, dan tentunya di Eropa dan negara Asia lainnya, nama Dunkin’ Donuts dikenal sebagai merek franchise donuts yang namanya sudah kesohor. Masyarakat Asia, khususnya Indonesia bisa kena
Read More
Berburu Produk di Lokasi Non Strategis
Dalam bisnis, lokasi dianggap sebagai salah satu syarat utama untuk menunjang kesuksesan bisnis. Tanpa lokasi yang strategis mustahil sebuah bisnis akan bisa sukses. Bayangkan, apakah Mc Donald’
Read More