Tren Bisnis Ritel

Banyak pengamat menilai, saat ini bisnis ritel dinilai mengalami goncangan. Hal itu terlihat dari banyaknya peritel raksasa yang menutup storenya belakangan ini. Sebut saja Matahari Department Store dan Ramayana yang harus menutup storenya di beberapa titik lokasi. 

 

Beberapa merek asing malah harus menutup semua storenya Indonesia. PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) misalnya akan menutup seluruh operasional gerai Lotus Department Store miliknya beberapa bulan lalu. Store tersebut dianggap tidak menguntungkan perusahaan itu. Ketimbang membebani kinerja, MAPI memutuskan untuk menyetop operasi kelima gerai Lotus miliknya. Selain itu, Debenhams, GAP dan Banana Republic juga mengelami kelesuan.

 

Namun demikian, saya melihat sekarang ada fenomena menarik dari industri ritel khususnya yang bergerak ritel aksesoris, perlengkapan rumah dan furniture. Saya melihat saat ini pemain seperti Ikea, Informa, Ace Hardware dan sejenisnya seperti sedang panen. Maka tak  heran beberapa pemain franchise asing kini pun masuk dan cukup sukses. Sebut saja, Miniso dari Jepang dan Mr. DIY yang berasal dari Malaysia.

 

Bisa jadi, saat ini telah terjadi pergeseran konsumsi masyarakat khususnya menengah yakni dari ritel fashion ke ritel aksesoris, perlengkapan rumah tangga dan furniture. Mengapa? Karena faktor leisure ada di bisnis ini. Selain itu sifat barang yang dijual adalah impulsive buying. Keputusan pembelian yang tidak terencana dan tiba-tiba. Sehingga keberadaan mereka mampu menyedot orang atau masyarakat untuk datang ke mal. Jadi orang datang ke mal selain untuk berburu kuliner juga berburu barang-barang aksesoris dan perlengakapan rumah tangga.

 

Bahkan di era digitalisasi yang katanya orang sudah malah belanja ke toko fisik, tapi toh mereka tetap ramai. Bahkan mereka malah terbantu dari tren digitalisasi ini. Contohnya,  sekarang saya melihat banyak sekali affiliate marketing atau agen-agen personal yang membantu menjualkan serta  mempromosikan produk semisal produk Ikea ataupun Informa di sosmed. Para affiliate marketing ini adalah mereka-mereka yang doyan belanja harga diskon dan bersedia dititipi belanjaan. Dan hemat saya para affiliate marketing ini berdiri sendiri secara independen, tidak di-hire Informa atau Ikea. Mereka promonya lewat Instagram.

 

Para agen tersebut menawarkan berbagai promo dan diskon kepada masyarakat yang ingin belanja aksesoris dan perlengakapan rumah termasuk furniture. Dengan kekuatan banyaknya follower di Instagram, mereka juga  menawarkan jasanya ke beberapa orang yang mau belanja tetapi tidak sempat, untuk “nitip belanja produk/barang diskon tertentu” kepada dia.

 

Nah dua fenomena tersebut di atas  menjadi sangat menarik di tengah lesunya industri ritel nasional. Ternyata, ritel aksesoris, furniture dan perlengakapan rumah tangga tidak terpengaruh. Tapi malah ramai. Dan adanya dua fenomena ini pastinya memberi positif  tidak hanya bagi pengelola mal tetapi juga pemain ritel  itu sendiri. Pertama, bagi pengelola mal keberadaan ritel semacam Miniso, Mr. DIY, Ikea, Informa, dan lain-lain dapat menjadi magnet. Dalam arti mal menjadi ramai karena keberadaan mereka.

 

Kedua, bagi pemain ritel maraknya affiliate marketing ini membuat promosi maupun penjualan mereka terbantu. Dan saya meyakini keberaadaan affiliate atau agen-agen personal ini ampuh mendongkrak penjualan seperti Ikea maupun Informa secara signifikan.

 

Kesimpulannya, para pemain ritel aksesoris, furniture dan perlengkapan rumah tangga seperti Ikea, Informa, Miniso, Mr. DIY dan lain-lain saya melihatnya mereka sudah menyentuh segmen yang tepat di era yang tepat. Jika boleh meminjam istilah yang diperkenalkan W.Chan Kim dalam buku terbarunya Blue Ocean Shift, mereka itu tetap diminati karena dipasarkan secara disruptive creation,  Dengan kata lain, lebih baik menumbuhkan niche segmen pasar dengan cara kreatif ketimbang mendisrupsi pasar yang sudah ada, sehingga tidak merusak pasar tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Strategi Memasarkan Bisnis Franchise di 2018
Maraknya franchise di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sebuah  ancaman sekaligus kesempatan bagi para  franchisor di dunia bisnis. Karena salah satu faktor yang paling berpengaruh pada bisn
Read More
Ciptakan Epidemi
Belakangan, sejumlah merek bisnis ternama harus gulung tikar. Yang paling menjadi sorotan adalah di bisnis ritel. Sejumlah gerai ritel modern ternama berguguran di 2017. Sebut saja PT Modern Putra Ind
Read More
Perlunya Saling Mengingatkan
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia tidak hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri, tapi juga turut sibuk mengurusi urusan orang lain. Apalagi dengan hadirnya media sosial, kesibukan mengurusi orang lai
Read More
Family Business dan Next Generation
Bulan lalu saya melakukan kunjungan ke AJBS Group, perusahaan besar yang memproduksi mur dan baut di Surabaya. AJBS adalah market leader di industri baut dan mur yang sudah berdiri sejak 1966. Perusah
Read More