RM Pariaman, Menikmati Pedas Gurih Bisnis Rumah Makan Padang

Siapa diantara kita yang tidak mengenal dengan masakan khas padang. Jenis kuliner satu ini memang sudah tidak diragukan lagi dari segi rasanya. Bahkan saat ini hampir di setiap sudut kawasan pasti terdapat rumah makan khas padang. Geliat pertumbuhan inilah yang membuat Reza Ahmad mendirikan rumah makan khas padang bernama RM Pariaman.

Bisnis kulinernya ini sudah dibesutnya sejak 2009 silam. Semenjak itulah dirinya mengembangkan usahanya dengan membuka beberapa cabang. Dan tak sampai disitu, dirinya juga membuka peluang kemitraan yang dibuka sejak 2013. Hingga kini dirinya telah memiliki sekitar 9 outlet dengan dua outlet termasuk milikinya sendiri dan sisanya merupakan outlet mitra yang tersebar di Jabodetabek.

Makin menjamurnya rumah makan padang tidak membuat Reza patah semangat membangun bisnisnya. Keunggulan RM Pariaman terletak pada segi rasa dan harga yang terjangkau dibanding yang lain. Selain itu kerap pula diadakan promo-promo yang berlangsung 2 hingga 3 bulan sekali. “Ini semua sesuai dengan tag line yang kita cetuskan “Berasa enaknya, Tidak berasa Harganya”,” ujarnya.

Nah bagi yang juga tertarik untuk bisa membuka bisnis restauran masakan padang, Reza membuka nilai investasi sebesar Rp 100 juta. Nantinya mitra akan mendapatkan beragam fasilitas dari RM Pariaman. Diantaranya adalah kerja sama menggunakan merek selama 5 tahun, pelatihan karyawan, peralatan usaha, branding, SOP, serta bahan baku.

“Jadi untuk karyawan kita juga akan latih untuk cara memasaknya. Biasanya minimal untuk awal mitra butuh sekitar 3-5 orang karyawan,” terang Reza saat ditemui Majalah Franchise.

Omset dari setiap outlet saat ini selain dari penjualan langsung, mitra juga bisa menjual bumbu kemasan yang juga disediakan RM Pariaman. Ada sekitar 8 item yang ditawarakan diantaranya bumbu rendang, bumbu cincang, ayam goreng, ikan bakar, ikan mas, kepala kakap, tunjang, dan asam pedas. Harganya antara Rp 12.000-Rp 15.000. Disamping itu juga ada pesanan nasi box yang selalu ramai di pesan. “Sekitar 40% pendapatan outlet dari pesanan nasi box,” ungkapnya.

Bisnis RM Pariaman sendiri menetapkan minimal luasan outlet 50 meter persegi (dua lantai), dan 80 meter persegi (satu lantai). Selain itu bagi para mitra juga wajib untuk membayar Royalti fee. Biaya ini akan dikenakan di muka untuk jangka satu tahun. Besarannya sendiri 1% dari rata-rata omset per bulan yang sudah dihitung oleh pengelola.

Reza mengaku bahwa sejak awal sudah banyak yang berniat bekerja sama dengannya untuk menjadi mitra. Namun selama ini dirinya masih kekurangan orang untuk mengontrol. Untuk itu di tahun 2018 dirinya memfokuskan untuk membuka kemitraan seluas-luasnya. “Target saya ke depannya bisa membuka 8 outlet dalam setahun,” tutup Reza menutup perbincangan.

Seberapa menarik investasinya? Bisa anda simak di Majalah Franchise edisi Januari 2018. 

Ade Komala

 

 

Lulla Thai Tea, Melirik Bisnis Thai Tea Premium dengan Cita Rasa Otentik
Minuman asal negara gajah putih Thailand ini punya rasa dan warna yang khas. Kini minuman bercitarasa manis ini makin populer dan banyak dijual di pusat perbelanjaan di Indonesia. Salah satu pelaku bi
Read More
Ayam Geprek Mbok Moro, Restoran Berkonsep Butik dari Jogja
Bisnis ini menawarkan produk ayam tepung yang di hancurkan dan diberi sambal. Bedanya dengan ayam penyet adalah Ayam Geprek lebih hancur. Ayamnya jenis ayam kemtucky. Jenis makanan ini banyak sekali b
Read More
KAKO Thai Tea, Meraup Untung dari Teh Thailand
Minuman segar dan juga rasa manis yang tidak terlalu menohok, inilah sedikit gambaran bagaimana cita rasa minuman yang sedang tren saat ini yakni Thai Tea. Minuman asal negara gajah putih Thailand ini
Read More
Manjakan Pelanggan dengan Layanan Family Treatment
Nest Family Reflexology & Spa menawarkan jasa pijat reflexy dan treatment keluarga dengan layanan terlengkap. Tahun ini mulai menawarkan peluang franchisenya.   Meski jasa pijat refleksi  d
Read More