Chicken Run, Memanggang Laba Usaha Ayam Panggang

Dengan konsep gerai yang unik, ditambah dengan produk yang berkualitas, serta diinisiasi oleh pembalap ternama tanah air, Chicken Run bisa menjadi pilihan menarik bagi calon investor.

Pertengahan bulan November lalu pameran Info Franchise & Business Concept 2017 (IFCB) resmi dibuka. Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini diusung oleh Majalah Franchise Indonesia, Asosiasi Franchise Indonesia, dan Neo Organizer. Lebih dari 90 referensi peluang bisnis berupa franchise, peluang usaha, dan kemitraan ditampilkan.

Salah satunya adalah Chicken Run yang saat pameran cukup menyedot perhatian karena konsepnya yang cukup eye cathcing. Mereka menggunakan kontainer sebagai konsep restonya. Sejurus kemudian Majalah Franchise berkesempatan untuk mengetahui lebih lanjut tentang usaha ini.

Chicken Run sejatinya telah berdiri sejak tahun 2012 silam. Usaha kuliner ini diinisiasi oleh Terry Dweller, Jayanti, serta seorang pembalap rally nasional Rifat Sungkar. “Usaha ini sebenarnya pertama kali hadir di pulau Bali. Namun seiring berjalan, sekarang sudah banyak cabang yang kita buka,” jelas Ikmal Hudzifah, Operational Manager Chicken Run.

Masih menurut Ikmal, keunggulan Chicken Run tak hanya sebatas kelezatannya, tapi juga makanan ini tergolong makanan yang sehat. Karena dalam prosesnya sendiri bukan dibakar melainkan dipanggang. Jadi ayam yang dihasilkan lebih rendah lemak. Karena dipanggang, mereka tidak menggunakan arang, melainkan melalui alat panggang khusus yang bisa meratakan tingkat kematangan ayam.

Ayam disini juga disajikan dengan beberapa saus yang bisa dipilih sebagai pelengkap rasanya. Diantaranya ada Honey siracha, Barberque sauce, Extra spicy sauce, Balckpepper sauce, dan Local sauce. Semenjak dibuka pada 2012, Chicken Run saat ini sudah memiliki 11 cabang yang tersebar di Jakarta, Bali, Malang, Surabaya, dan Bandung.

Nah bagi Anda yang berminat untuk membuka franchise kuliner, Chicken Run bisa menjadi salah satu opsi yang cukup recomended. Untuk sistem franchise Chicken Run memang baru membukanya di tahun 2017 ini. Mereka menyiapkan beberapa paket investasi yang menarik bagi calon investornya.

Yang pertama dikatakan Ikmal, ada paket senilai Rp 280 Juta rupiah. Paket ini sudah termasuk kontainer dengan ukuran 10 fit, oven, kompor dua tungku, dan peralatan penunjang lainnya. “Untuk paket ini kontainer yang digunakan sistemnya knock down, jadi kita bisa setting dan biasanya kita sebut semi kontainer,” lanjutnya.

Lalu paket investasi selanjutnya dengan nilai Rp 380 Juta rupiah. Ini merupakan paket tertinggi, dan investor nantinya akan mendapatkan kontainer yang lebih besar. Mereka sendiri sudah memiliki vendor-vendor yang sudah menjadi rekanan untuk membuat kontainer.

Ikmal menyebutkan omset yang bisa diterima sebuah gerai dalam satu bulan bisa mencapai Rp 100-120 Juta. Dengan omset sebesar itu, diperkirakan para inevstor bisa menikmati BEP sekitar 9 bulan untuk paket Rp 280 Juta, dan 12 bulan untuk paket Rp 380 Juta rupiah.

Karena konsepnya sedari awal mengusung konsep take away, Anda mungkin bisa meminimalisir untuk sisi SDM nya. Dalam satu gerai cukup 2-3 orang pegawai saja. Bahkan menurut Ikmal, rata-rata investor sudah bisa menghandle pelayanan dalam waktu dua hari saja.

Usaha ini cukup terbantu dari nama belakang pemilik yang juga seorang public figure. Disisi lain mereka juga membantu mulai dari pelatihan hingga promosi di berbagai media sosial yang dimilikinya. “Kami optimis usaha ini akan terus berkembang di tahun-tahun beriikutnya. Di tahun 2018 mendatang, kita meiliki target bisa buka hingga 100 cabang,” tandas Ikmal.

Ade Komala

Pringsewu, Mengintip Bisnis Rumah Makan dengan Konsep Taman
Restoran asal kota kecil di selatan Gunung Slamet ini sudah melegenda sejak 29 tahun silam. Mengusung konsep taman, restoran ini siap ekspansi lewat pola franchise.  Apabila kita menelusuri sep
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More
GASmart, Peluang Bisnis Rangka Baja Ringan Yang Minim Pesaing
Properti yang sedang naik daun membuat berbagai bisnis yang berhubungan dengan properti ikut naik daun, salah satunya bisnis rangka atap baja ringan. Bisnis ini bisa dibilang bisnis yang tergolong dap
Read More
Sempoa Kreatif, Pionir Sempoa Yang Mengunggulkan Metode Bayangan
Metode pendidikan Aritmatika ini berbeda dengan kompetitor pada umumnya. Dengan melatih anak berhitung dengan metode sempoa bayangan membuat bisnisnya memiliki keunggulan tersendiri. Hingga saat ini s
Read More