Naavagreen Natural Skincare, Pendatang Baru yang Terlahir Dari Nama Besar Natasha

Kabar gembira bagi para investor yang selama ini mengincar investasi di bisnis klinik kecantikan sekelas Natasya, kini bisnis besutan dr Fredi Setyawan itu menawarkan sistem waralaba tetapi dengan merek barunya yaitu Naavagreen.

Naava berasal dari salah satu bahasa di Timur Tengah yang memiliki arti Cantik, sementara Green berarti hijau. Dua kata itu jika disatukan memiliki makna cantik alami atau tampil cantik dengan memanfaatkan segala kebaikan yang disediakan oleh alam.

Demikian Yoshua Aditya, Direktur PT Sahabat Naavagreen Indonesia memaparkan arti dari mereknya itu saat dijumpai di Jakarta belum lama ini.

Tidak hanya bahan-bahan produk yang natural, Naavagreen juga menghadirkan layanan dari dokter yang profesional namun dengan harga yang sangat terjangkau. “Kami menyebutnya 3 Harmoni untuk kulit cantik sehat alami,” kata Yoshua.

Produk-produk Naavagreen terbuat dari bahan-bahan naturan yang diproses dengan teknologi tinggi, sehingga terjaga kualitasnya.

Tidak seperti klinik-klinik kecantikan lainnya, produk-produk Naavagreen diproduksi oleh pabrik sendiri yakni PT Dion Farma Abadi yang telah bersertifikat CPKB (Cara Pengolahan Kosmetik yang Baik), dan CPOB (Cara Pengolahan Obat yang Baik) BPOM, serta telah memperoleh sertifikasi halal dari MUI.

Selain keunggulan produk-produknya itu, seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) Naavagreen juga telah diberi pembekalan oleh para trainer berpengalaman di Naavagreen Skin College. “Sehingga telah teruji dalam memberikan layanan yang prima kepada seluruh pelanggan,” papar Yoshua.

Saat ini, Naavagreen telah memiliki 17 cabang di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Bandung, Mataram, Kediri, Mojokerto, Solo, Semarang, Garut, Wonosobo, Surabaya, Madiun, dan akan segera buka di Purwokerto, Bojonegoro, Ponorogo, dan Denpasar Bali.

“Dengan jumlah cabang tersebut menjadi bukti besarnya kepercayaan dari masyarakat terhadap Naavagreen. Ditambah dengan gelar Best Brand Index 2016, menunjukkan potensi yang luar biasa siap untuk semakin dikembangkan,” kata Yoshua.

Naavagreen juga telah memiliki sistem yang simpel dan mudah untuk diaplikasikan, bahkan bagi yang sama sekali belum pernah memiliki pengalaman dalam bidang klinik kecantikan pun dapat menjalankan bisnis ini. “Kami percaya bahwa sukses adalah komitmen untuk kesempurnaan dari produk, pelayanan dan sistem yang baik,” terang Yoshua.

Bisnis ini menawarkan konsep waralaba dengan investasi Rp 4 miliar, termasuk didalamnya paket franchisee Rp 1,5 miliar, dan franchise fee Rp 500 juta, royalty fee 6%, dan advertising fee 1%.

Nilai investasi tersebut untuk masa kontrak 5 tahun dengan asumsi BEP 2 hingga 2,5 tahun. Sementara lokasi yang disyaratkan minimal luas 350 meter persegi. 

Dukungan selanjutnya yang diperoleh mitra adalah surevei lokasi, training owner dan staf, SOP, penyediaan produk, program dan perlengkapan marketing, tim opening outlet, program pembukuan outlet, support setting up operating, marketing  administration, serta riset dan pengembangan yang berkelanjutan untuk produk, layanan, dan sistem.

Julhan Sifadi  

 

 

Perkuat Bisnis dengan Standar Kualitas Produk
Tahu goreng merupakan salah satu camilan yang paling banyak digemari. Sudah banyak pengusaha kuliner yang mencoba mengkreasikan tahu menjadi berbagai sajian nikmat. Salah satunya "Tahu Jeletot Taisi"
Read More
De Wave Spa and Reflexology, Pendatang Baru di Bisnis Spa
Di industri waralaba, bisnis ini boleh dibilang baru tetapi ia adalah pemain lama di bisnis spa. Didirikan oleh Indra Krisma, sejak 2008 di Yogyakarta, dan mulai dimitrakan pada tahun 2012. Saat ini
Read More
Fat Straw, Konsep Menarik dengan Open Space Menjadi Andalannya
Bubble drink kini kembali populer setelah sempat booming di awal 2000-an. Minuman teh susu berbagai rasa dengan aneka jenis topping ini memang sedang digemari khususnya oleh kalangan muda. Campuran te
Read More
GASmart, Peluang Bisnis Rangka Baja Ringan Yang Minim Pesaing
Properti yang sedang naik daun membuat berbagai bisnis yang berhubungan dengan properti ikut naik daun, salah satunya bisnis rangka atap baja ringan. Bisnis ini bisa dibilang bisnis yang tergolong dap
Read More