Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarkan franchise. Bukan karena produk bisnisnya tidak disukai, tapi ia sempat mengalami kendala dalam menarik calon franchisee yang ingin bergabung di bisnisnya. Walhasil, ia pun baru membuka 1 gerai di Surabaya selama kurun waktu 4 tahun. Setelah terbukti sukses mengembangkan pasar di Surabaya, baru lah ia berani menawarkan peluang bisnis Ice Manias. Namun lagi-lagi ia mengalami problem. Waktu itu para calon franchisee atau investor tidak ada yang tertarik lantaran bisnisnya baru memliki 2 gerai. “Ketika kita pada saat itu hanya memiliki 1 gerai, ada calon franchise bertanya sudah berapa cabang yang ada? Ketika kita jawab baru 1 gerai, banyak calon franchisee yang kurang tertarik dengan bisnis saya. Mereka mungkin lebih tertarik kalau franchisor memiliki banyak gerai karena terbukti sukses,” ujarnya. Padahal, Ricky justru tengah membuka pasar dan membuktikan Ice Manias salama 4 tahun untuk mematangkan bisnisnya. Karena bagaimana pun bisnis yang sudah ada market dan sudah memiliki banyak pelanggan akan mudah diterima memasarkannya. Dengan berkat jerih payah dan kegigihannya, Ricky berhasil mengembangkan gerai Ice Manias hingga memiliki beberapa cabang. Saat ini jumah gerai Ice Manias mencapai 7 cabang tersebar di Surabaya (2), Bandung, Medan, Jogjakarta, Manado, Samarinda. Kedepan, Ricky mentargetkan untuk membuka setidaknya 7 gerai per tahunnya. Saat ini menurutnya perkembangan bisnis Ice Cream ini sangat bagus, apalagi Ice Manias merupakan produk pelopor ice cream khas Thailand yang ada di Indonesia. “Saat ini belum bisa dikatakan sempurna, jika Ice Manias sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke baru bisa dikatakan cita-cita Ice Manias terwujud,” bebernya. Selama menekuni bisnis es krim, Ricky pernah mengalami pahit manis mengelola bisnis ini. Ia pernah ditipu ketika pernah mendapatkan forwarder yang tidak professional dalam pengiriman bahan baku. Akan tetapi Ricky tak pernah putus asa menghadapi problem bisnisnya, ia terus mencari di mana letak kekurangan dalam bisnisnya itu. Lalu apa kunci resep sukses bisnis Ricky? Menurut Ricky, banyak seseorang yang ingin bercermin dari para tokoh idola yang bisa menjadi acuan dalam berkarir sukses, sebut saja Bob Sadino, perjalanan panjangnya sudah malang melintang melewati lika liku perjalanan kariernya hingga akhir hayatnya bisa dijadikan inspirasi. Memang, diakuinya, menjadi seorang yang pebisnis yang sukses banyak rintangan yang harus dihadapi. Kuncinya terus belajar dan ulet, seperti dijalani Ricky semua pasti bisa terselesaikan seiring berjalannya waktu karena semua yang muncul pasti akan berlalu. Bahkan hingga saat ini statusnya menjadi pengusaha ice cream pun masih menemui tantangan dan hambatan. “Tapi pedoman untuk menjadi sukses hanyalah satu yakni di hadapi dan dijalani,” tandasnya.
Luqman Hakim, Sukses Memadukan Konsep Herbal dengan Fried Chicken
Pria berdarah Jombang, Jawa Timur ini tak patah semangat untuk menjadi seorang entrepreneur. Bermula dari bisnis pertamanya yakni klinik kesehatan herbal, pria bernama lengkap Luqman Hakim mengaku per
Read More
Setyabudi Rahardjo, Mantan Franchisee yang Sukses Dirikan Resto Tradisional
Bermodalkan pengalaman saat menjadi franchisee di restoran Pizza terkemuka, membuat pria bernama lengkap Setyabudi Rahardjo kepincut membuka usaha rumah makan berkonsep khas Jawa Tengah Ia sangat tert
Read More
Budiyanto Darmastono, Mantan Pegawai Bank Yang Sukses Mendirikan Bisnis Kurir Android
Dia adalah Budiyanto Darmastono, sosok di balik lahir dan berkembangnya PT Satria Antaran Prima (SAP Express), perusahaan logistik berbasis Android pertama di Indonesia. SAP Express lahir dengan visi-
Read More
Mutoharoh, Mantan Marketing Yang Sukses Tekuni Bisnis Kebab
Tak terlintas di benak pria kelahiran Lampung, 10 Januari 1980 untuk menjadi pengusaha kuliner. Awalnya pria bernama lengkap Mutoharoh ini hanyalah pegawai di perusahaan pembiayaan leasing terbesar di
Read More