Diwaralabakan Setelah 30 Tahun Berdiri

Dapoer Malioboro  salah satu pemain lama di kuliner kota Solo. Ia telah beroperasi sejak 1986 dan kini ditawarkan dengan sistem waralaba.

RM Malioboro bagi warga Solo dan sekitarnya sudah  pasti tidak asing lagi. Rumah makan ini cukup melegenda dengan resep ayam bakarnya sejak 10 November 1986.

Pertama kali berdiri  RM.Malioboro hadir di Jl.Diponegoro 14 yang dikelola langsung oleh Bapak Nyoto Handoko dan Almarhum Ibu Susanawati yang tidak lain adalah orang tua dari Virisco Nyoto Handoko yang saat ini melanjutkan bisnis RM Malioboro.

Sejak bisnis keluarga tersebut diserahkan sepenuhnya ke tangan Virisco Nyoto Handoko,  tahun 2013, namanya berganti menjadi Dapoer Malioboro.

“Sejak 2013 itu saya saya mulai membenahi manajemen Malioboro  dan ternyata nama Malioboro sudah ada yang menghakpatenkan, sehingga kami merubah nama Malioboro menjadi Dapoer Malioboro,” kata Virisco yang saat ini memegang hak atas merek Dapoer Malioboro.

Seiring dengan perbaikan yang telah dilakukannya, saat ini Dapoer Malioboro sukses mengembangkan 5 cabangnya di Kota Solo yaitu di Jl.RM.Said, Jl Sutan Syahrir, mall Hartono food court, Grand Mall, The Park Mall, dan Solo Baru. 

Bisnis ini selanjutnya ditawarkan secara waralaba setelah melihat tingginya animo pelanggan yang ingin berinvestasi melalui jalur waralaba. Investasi yang ditawarkan Dapoer Malioboro yakni Rp 200 juta. Rp 150 juta untuk peralatan kerja dan Rp 50 juta untuk franchise fee.

“Untuk renovasi kita serahkan ke mitra dengan mengacu pada standar pusat,” papar Virisco.

Selanjutnya, bisnis ini mewajibkan mitra membayar royalti fee sebesar 5 persen dari pendapatan yang dikonversi dalam bentuk dukungan berkelanjutan ke mitra.

“Kita akan memberi support berkelanjutan seperti penyediaan bahan baku ayam kampung dan pejantan secara kontinyu,” kata Virisco.

Dapoer Malioboro,  memiliki banyak menu yang sangat digemari pelanggan, antara lain ayam goreng kampung, ayam bakar kampung, ayam goreng telor asin, dan ayam bakar telor asin.

Dengan racikan rempah-rempah pilihan, serta resep keluarga yang dimiliki puluhan tahun silam, ciri khas rasa yang ditawarkan rumah makan ini berbeda dengan yang lain. Maka tidak heran jika Dapoer Malioboro mampu memberi warna yang beda di pasar kuliner nusantara.

“Tidak hanya itu, kremes kita juga banyak dicari orang, seperti kremes original, kremes serundeng, dan kremes gold yang limited edition,” kata Virisco.

Mango Thai Asli Indonesia dengan Investasi Terjangkau
Jus mangga kekinian yang disajikan dengan gaya khas Thailand salah satunya yaitu MangoJack, merupakan sajian jus mangga asli yang dipadukan dengan whipped cream yang memiliki cita rasa yang berbeda. K
Read More
Art Metal Laserindo, Peluang Bisnis Menarik yang Masih Langka Pesaing
Bisnis asal Surabaya ini menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Selain potensi pasarnya terbilang besar, bisnis ini pun belum banyak pesaing. Seperti apa prospek bisnisnya?  Satu lagi pelu
Read More
Ayam Gepuk Pak Gembus; Nama "Ndeso" yang Kian Mentereng di Jagad Kuliner
Olahan kudapan berbasis ayam memang saat ini banyak kita jumpai di berbagai sudut kota. Konsepnya mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran, tak ayal jika bisnis ini menjadi daya tarik tersendiri
Read More
Geprek Master, Sensasi Kriuk dan Pedasnya Menjadi Daya Tarik Customer
Menu ayam geprek sedang booming di masyarakat. Sensasi rasa kriuk dan pedas membuat ketagihan bagi penggemarnya. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang  ini adalah Geprek Master. Ban
Read More