IFBC Info Franchise & Business Concept Expo 2013 Schedule
International Franchise Conference 2013

Danny AnthoniusTanyalah pertanyaan ini kepada diri kita masing-masing, “Adakah usaha waralaba yang sukses yang tidak didukung oleh merek yang kuat?”. Sebagian besar dari kita pasti memikirkan beberapa, bahkan ribuan merek yang sudah sukses dalam melebarkan sayapnya di mancanegara, akan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada usaha waralaba yang sukses, yang tidak didukung oleh sebuah identitas merek yang kuat.

Beberapa dari kita tentunya akan menemukan bahwa ada beberapa usaha Waralaba Indonesia yang sukses merambah di tengah masyarakat yang tidak didukung oleh merek yang kuat. Modal kesuksesan dari para usaha waralaba ini terletak pada keunggulan produk yang mereka tawarkan, sehingga lewat mouth to mouth, mereka yang puas dengan produk dan layanan tersebut akan mempromosikannya. Di titik ini kita perlu berpikir dengan seksama, apakah hanya dengan sebuah produk yang dapat diterima masyarakat, akan menjadi pondasi yang kuat untuk membangun usaha waralaba tersebut di masa yang akan datang?

 

Mengapa kita membeli roti BreadTalk, sepatu Charles & Keith, makan di Kentucky Fried Chicken, atau membeli pakaian terbaru kita dari gerai ritel modis, Zara? Selama ini eksistensi merek-merek ini telah membangun identitasnya, bukan hanya kepada mereka sendiri, namun juga kepada pengguna produk itu sendiri.

Salah satu contoh mengenai besarnya peranan sebuah merek, dapat dilihat dari cerita tentang Coca Cola, yakni bagaimana mereka membesarkan mereknya. Jika kita ingin membeli perusahaan Coca Cola yang meliputi semua aset, tim kerja, produk, dan termasuk merek Coca Cola itu sendiri, tentunya kita harus membayar mahal dengan nilai yang sangat tinggi. Namun, jika kita membeli perusahaan tersebut tanpa merek Coca Cola, tentunya kita hanya perlu membayar dengan nilai yang jauh lebih kecil. Inilah peranan dari sebuah merek terhadap nilai dari suatu perusahaan.

Merek bukan hanya merupakan sebuah identitas dari produk itu sendiri. Merek juga merupakan visual yang berfungsi untuk mengkomunikasikan siapa kita dan produk apa yang ditawarkan kepada masyarakat. Kita semua tahu bahwa modal utama untuk kesuksesan sebuah bisnis adalah diferensiasi yang unik. Namun sayangnya, kebanyakan pengusaha tidak dapat menemukan dan mengembangkan diferensiasi yang mereka tawarkan. Disinilah merek menjadi kawan kita, yang sangat efektif untuk menonjolkan diferensiasi yang ditawarkannya.

Membangun suatu merek yang sukses membutuhkan kurun waktu tertentu. Merek merupakan sebuah sistem yang harus dibangun secara terencana dan sistematis. Kita harus memandang ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang, bukan lagi sebuah biaya semata. Hal ini perlu dipahami benar oleh para pelaku bisnis, termasuk pelaku bisnis waralaba tentunya.

Salah satu faktor yang tak bisa dipungkiri lagi adalah peranan para kaum muda yang populasinya mencapai lebih dari 50% di dunia ini, khususnya di Indonesia. Mereka cenderung menginginkan suatu perubahaan dan inovasi, serta terobosan yang terus menerus terhadap produk mereka. Hal lain yang tidak kalah penting adalah pertumbuhan kaum menengah ke atas di Indonesia yang cukup signifikan di tengah perkembangan ekonomi Indonesia yang cenderung positif, tentunya merupakan faktor pendorong yang kuat yang menuntut eksistensi dari suatu merek.

Mengingat kaum muda dan menengah ke atas ini mempunyai hasrat yang besar terhadap kekuatan suatu merek, dan mempunyai spending power yang kuat, tentunya akan memberi keunggulan kepada merek-merek yang mempunyai “tempat khusus” di ingatan mereka. Dengan akses komunikasi dan informasi yang begitu cepat pada saat ini, melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dll, peranan sebuah merek akan sangat dominan dan menjadi tolak ukur kesuksesan di tengah pasar global.

Produk-produk Indonesia memiliki karakteristik yang unik, dan mempunyai potensi untuk go global, dimana kualitas dari produk-produk itu sendiri tidak kalah dibandingkan dengan produk luar negeri. Kami sering berinteraksi dengan pemilik merek lokal, maupun internasional dan menemukan bahwa merek-merek Indonesia juga akan sukses dan tidak kalah bersaing di pasar internasional jika ditangani secara profesional.

Di akhir kata, BreadTalk bukan saja merek roti – BreadTalk berdiri sebagai simbol inovasi yang bergerak terus menerus. Charles & Keith bukan saja berdiri sebagai penjual sepatu wanita yang terjangkau. Mereka berdiri sebagai penyedia, dan teman wanita-wanita Asia untuk mendapatkan sepatu idaman mereka. Sebuah merek memberi nyawa kepada apapun usahanya masing-masing. Dan jika kita dapat memberi “nyawa” yang berbeda kepada usaha kita, tidak dapat dipungkiri bahwa merek tersebut dapat menjadi daya tarik dan penggerak utama usaha tersebut. Jadi apakah Merek merupakan pondasi kuat usaha waralaba? Kita sudah tahu jawabannya.

 

DANNY ANTHONIUS, COUNTRY MANAGER.

A.S. LOUKEN INDONESIA

 

 

 

 

Bagikan artikel ini ke rekan-rekan anda dengan menggunakkan:

PLASA FRANCHISE

Promo Majalah Info Franchise