Bisnis jasa klinik kecantikan umumnya hanya bisa dinikmati kalangan masyakarat atas saja, apalagi yang memiliki standar medis. Karena memang biaya untuk menikmati jasa tersebuat tidaklah murah. Maka jangan harap masyarakat menengah bawah bisa menjangkaunya

“Padahal, kelas menengah bawah adalah pasar yang lebih besar dan memiliki propsek yang cukup menggiurkan bagi bisnis kecantikan”, ujar Dr Susana Seriani, Cibtac, Akpt. Menurut Susana, masyarakat kelas menengah bawah sebetulnya bukan tidak peduli dengan masalah kecantikan. Akan tetapi karena kantong mereka yang memang tidak mampu menjangkau jasa klinik kecantikan yang memang biayanya relative mahal.

Dari fakta itulah Dr Susana memanfaatkan ceruk pasar yang masih lowong ini dengan membuat Esri Medical Aesthetic, sebuah klinik kecantikan berstandar medis untuk kalangan menengah bawah. Esri pun memulai penetrasi bisnisnya di pasar daerah dengan pola franchise.

Bertempat di Sukabumi, Jl Pengadilan No 2, RS Kartika Medical Center, pada bulan Agustus lalu, Esri Medical Aesthetic telah meresmikan gerai klinik kecantikan pertamanya. “Ini merupakan gerai franchise perdana sekaligus gerai klinik kecantikan pertama yang berorientasi medis yang memadukan bisnis Rumah Sakit dengan bisnis kecantikan di Sukabumi,” kata Susana.

Bukan tanpa alasan Esri membuka gerai franchisenya di Sukabumi. Akan tetapi sesuai dengan konsep bisnisnya yaitu menciptakan sebuah klinik kecantikan untuk kalangan masyarakat menengah bawah. “Karena saya lihat di daerah hampir tidak ada klinik yang menawarkan jasa kesehatan dan kecantikan di bawah pengawasan dokter dan ahli kulit dengan harga terjangkau,” ujar Susana.

Diakui Susana, selama ini untuk bisa tampil cantik secara maksimal terkesan hanya masyarakat kelas atas saja yang mampu. Karena untuk bisa menikmati perawatan dan jasa kecantikan yang menggunakan tenaga dokter dan ahli kecantikan memang tidaklah murah. Alhasil, kalangan masyarakat menengah bawah yang juga ingin tampil cantik hanya bisa memakai produk kecantikan yang dipasarkan secara massal di pasaran.

Padahal, menurut Susana, dokter yang meraih sertifikat kecantikan Cibtac dan Akpt dari luar negeri ini, memakai sebuah produk kecantikan tanpa mengetahui tata cara dan penggunaannya akan menyebabkan efek yang berbahaya bagi kulit. “Bukannya  tampil cantik tapi malah merusak kulit dan wajah. Jadi saya meluncurkan klinik ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah bawah yang ingin tampil cantik dan sehat secara maksimal juga,” ujar Susan.

Meskipun dibuat untuk kalangan menengah bawah, tetapi Esri Medical Aesthetic bukan berarti tampil seadanya. “Justru kita tampil beda dengan klinik kecantikan kebanyakan. Disini sesuai dengan spesifikasi saya yaitu sebagai ahli Mesotherapy dan Anti Aging dengan menggunakan formula yang saya buat sendiri, sehingga produk dan perawatan kita aman berdasarkan standar medis,” terang Dr Susana.

Sebab itu, ujar Susana, produk dan jasa yang ada di Esri tidak berbahaya, karena tanpa bedah, melainkan memakai tehnik injeksi yang bekerja secara lokal dan tidak sistemik sehingga tidak mempengaruhi system organ tubuh. “Jadi hasilnya aman dan natural,” ujarnya. Tapi jangan takut juga dengan biaya perawatan dan pengobatan di klinik Esri. Harga perawatan dan produknya tidak sampai mengeluarkan uang sampai berjuta-juta. “Harga Produk hanya dipatok mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 75 ribu untuk cream. Dan Rp 75 ribu sampai Rp 500 ribu untuk tindakan facial sampai tindakan medis dengan free konsultasi Dokter konsultan Aesthetic,” katanya.

Beberapa produk dan perawatan yang ditawarkan Esri meliputi injeksi Anti Aging, yaitu suatu tindakan medis berupa injeksi dengan tujuan merancang pogram anti penuaan pribadi sesuai dengan genetik, lingkungan dan gaya hidup. Kemudian ada Injeksi Acne, merupakan tindakan medis beruapa injeksi untuk mengobati kulit yang berjerawat. Ada Injeksi vagina Care dan Treatment, berupa injeksi untuk pengobatan dan pencegahan berbagai macam penyakit yang terdapat pada vagina dan rahim.

Selain itu, Susana membeberkan, ada beberapa Mesotherapy, seperti Meso Slimming, suatu tindakan medis berupa penyuntikan sejumlah kecil ektraks tumbuhan alami, bahan homeopatik dan vitamin ke dalam kulit, untuk tujuan melangsingkan tubuh. Lainnya lagi ada Meso Sellulit, yakni injeksi seperti Meso Slimming cuma bedanya dalam “cocktail”- annya saja, yang berguna untuk mengatasi sellulit, lalu ada Meso Alopecia, penyuntikan ekstraks tumbuhan dan vitamin ke dalam kulit kepala untuk mengatasi kerontokan dan botak, dan juga ada Meso Roller, yaitu tindakan mesoterapi untuk kulit wajah dan badan menggunakan alat Roller dan formulasi obat khusu untuk Meso Roller.
“Tidak hanya itu. Kita juga ada Mesopuncture, berupa injeksi dengan formulasi khusus oleh Dokter yang diinjeksikan pada titik-titik akupuntur untuk wanita yang mendambakan bentuk payudara, pantat, dan bokong yang maksimal dan ideal,” ungkap Susana.

Susana mengatakan, semua produk obat-obatan dibuat dan diracik sendiri oleh dirinya bekerjasama dengan company pabrik obat dibawah pengawasan medis. Selama 6 tahun ia menekuni bidang kecantikan ini, hingga menemukan formula yang pas dengan cara yang aman.

Sebelumnya, sudah 6 tahun lalu, Dr Susana mengembangkan klinik kecantikan dengan nama Dr Sri Medical Aesthetic di Denpasar, Jl Moh Yamin Renon. Baru setelah 3,5 tahun berjalan, gerai kliniknya mulai berkembang ke Jakarta dengan membuka cabang di Tanah Abang dan Bulungan dan Sudirman, Senopati, namun klinik tersebuat hanya menyasar kalangan masyarakat atas saja seperti artis dan para pejabat.
Dengan diluncurkannya Esri Medical Aesthetic, Dr Susan berharap masyarakat daerah kabupaten di Indonesia pun bisa tampil centik dengan cara yang sehat dan aman. Disamping itu, diharapakan bisnis kecantikan ini juga bisa berkembang pesat di setiap daerah dengan jalur franchise, sehingga bisa membuka lapangan usaha di daerah tersebut.

“Program franchise ini juga mendapat dukungan dari Kementrian Perdagangan Indonesia pada pameran franchise beberapa bulan lalu. Kedepan target kita bisa membuka di daerah-daerah lain seperti daerah Bogor, Bandung, Kupang, Pekan Baru, Batam, Makassar, dan daerah luar pulau Jawa lainnya. Selain itu kita juga telah bekerjasama dengan Rudy Hadisuwarno Hair & Beauty untuk memadukan bisnis salon dan bisnis Medical Aesthetic,” ujar dokter yang sudah berusia 44 tahun tapi masih tetap terlihat muda ini.  

Zaziri

Bagikan artikel ini ke rekan-rekan anda dengan menggunakkan:

PLASA FRANCHISE

Promo Majalah Info Franchise