Satu lagi restoran Jepang yang menawarkan kerja sama kemitraan hadir di Indonesia. Tepatnya akhir 2008, Umaku, restoran yang terkenal akan sushi-nya memulai ceritanya di kawasan pertokoan Citywalk Citra Grand Estate Cibubur, timur Jakarta.

Berawal dari suatu obrolan ringan antara seorang penikmat makanan Jepang dengan seorang Chef sebuah restoran Jepang. Dalam setiap pertemuan, keduanya selalu berdiskusi banyak hal mengenai hasil masakan, terutama masakan Jepang. Penikmat dan penyaji ini akhirnya mencapai kata sepakat, bahwa mutu atau kualitas sebuah hidangan tidak boleh dikompromikan.

Kesepakatan ternyata tidak berhenti sampai disitu. Bahkan lebih jauh lagi, melihat peluang yang ada, sang penikmat Gatot Purwoko dan Chef restoran Jepang Slamet ‘Uki’ Basuki, memutuskan berkolaborasi membuka restoran Jepang dengan nama Umaku yang berarti ‘secara terampil’. Nama tersebut juga bisa diplesetkan sebagai rumahku. Melalui Umaku, Gatot dan Chef Uki ingin memberi pilihan kualitas rasa makanan Jepang yang kaya rasa dan tradisi bagi para penikmatnya.

“Konsep yang diusung adalah menjadi dapur kedua dari sebuah lingkungan dimana para keluarga bisa mendapatkan makanan Jepang otentik dengan standard yang baik, pelayanan yang hangat dan harga yang jujur,” kata Gatot menjelaskan konsep resto Jepang yang dibangunnya.

Rancangan interior restoran mencoba untuk membawa para pengunjung sejenak merasakan ambiance di Jepang. Meski semuanya dilakukan secara sederhana dan minimalis, namun efektif dan menyeluruh untuk menstimulasi seluruh indra. Kebersihan menjadi salah satu pilar termasuk dapur sehingga dapat ditampilkan secara terbuka (open kitchen). Kondisi toilet juga dibuat agar nyaman digunakan.

Sesuai nama, makanan yang dihidangkan adalah Sushi dan Sashimi dalam versi tradisional maupun fusion. Kemudian ada beragam Mie Jepang dengan aneka kuah dan saus. Beberapa hidangan panas baik digoreng atau dipanggang juga tersedia. Hampir seluruhnya menjadi kesukaan para tamu. Komunitas penikmat kuliner Jalansutra yang dikenal kritis terhadap kualitas makanan pun memuji menu yang disajikan di Umaku.

Menurut Gatot, beberapa menu yang selalu menjadi pilihan antara lain Sashimi Moriawase, Volvano Sushi, Karai Ramen, Chuka Idako, Geso Miso Ae, Unagi Sushi, Tempura, Salmon Teriyaki dan banyak lagi. Demi menjaga kualitas, Umaku hanya menggunakan bahan terbaik bagi masakannya. “Sebagian besar bahkan masih harus didatangkan dari luar negeri,” tambah Gatot. Umaku juga hanya menggunakan jenis ikan salmon yang terbaik dari supplier yang ada di Jakarta. Selain makanan, ice cream Jepang dengan dua rasa, okura atau kacang merah dan macaha atau teh hijau juga selalu menjadi pesanan tamu.

Sesuai dengan misi Umaku; rentang harga berada pada level yang nyaman untuk masyarakat menengah. Hampir seluruh harga menunya berada dibawah angka Rp 50 ribu. Namun bagi yang tertarik menjadi mitra usaha, harga tersebut tentu dapat disesuaikan dengan biaya operasional yang timbul akibat sewa tempat di lokasi yang berbeda. Jumlah pengunjung setiap harinya berkisar mulai dari 40 orang sampai 80 orang. Saat ini luas restoran Umaku Cibubur yang hanya mampu menampung sekitar 30 kursi kadang menjadi pembatas jumlah tamu yang dapat dilayani.

“Tidak ada batasan bagi Umaku untuk berkembang sepanjang mampu menghadirkan konsep utama tadi,” jelas Gatot. Lokasi yang dipilih adalah kawasan pemukiman bila mungkinkan. Bisa juga lokasi-lokasi strategis lainnya. Saat ini, cabang Umaku di Kebayoran Baru sedang dalam persiapan. Peluang kemitraan memang tidak dapat ditolak karena sejalan dengan visi Gatot dan Chef Uki yang ingin menjadikan Umaku sebagai rangkaian restoran sushi pilihan utama para keluarga yang berada di berbagai tempat pemukiman.

Ade Ahyad

Bagikan artikel ini ke rekan-rekan anda dengan menggunakkan:

PLASA FRANCHISE

Promo Majalah Info Franchise