Waralaba raksasa dari Amerika Serikat, mengancam akan menarik investasinya dari Inggris setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron, mengatakan bahwa waralaba kopi itu menghindari pajak dengan memanfaatkan celah perpajakan Inggris.
“Sudah saatnya bangun dan mencium bau kopi,” kata Cameron, dalam pidatonya di acara World Economic Forum di Davs, Swiss, sambil menyindir Starbucks dengan mengatakan semua perusahaan besar harus membayar pajak yang sesuai.




Direktur Utama PT.Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismet Hasan Putro, mengaku jika pihaknya kesulitan mendapatkan akses perizinan untuk pengembangan bisnis ritelnya di daerah, termasuk di Jakarta.

