Brand kuliner berbasis penyetan yang satu ini sedang berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan gerainya di lima negara seperti Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar. Target pasarnya middle low dengan harga merakyat.

D’Penyetz awal mula berdiri di Singapura, kebetulan sang pemilik adalah orang Indonesia yang tinggal di negeri merlion sejak 1993. Sebagai pencetus ide ayam penyet pertama waktu tahun 2005 di Orchard Road total saat ini ada 7 cabang di Singapura.

Edy Ongkowijaya, Owner D’Penyetz mengatakan sangat senang dengan achivement The Most Promising Brand 2018. Kedepan akan menjadi motivasi untuk bisa berkarya dan mengharumkan merek lokal yang sudah go international.

Saat ini D’Penyetz mempunyai sekitar 115 outlet secara keseluruhan di Indonesia, Singapore, Malaysia, Brunei Darussalam dan Myanmar. Tahun 2010, D’Penyetz ada permintaan calon investor yang ingin buka di Kuala Lumpur. Pertimbangannya saat itu adalah karena D’Penyetz sangat cocok masuk ke negara tersebut.

“Seperti bahan bahan bakunya, market behaviour dan SDM. Saat ini di Malaysia sendiri sudah ada 24 cabang di Kuala Lumpur, Penang dan Kelantan. Di Singapura sendiri ada 7. Di Brunei ada 3 dan 2 di Yangon (Myanmar) dan 85 outlets di Indonesia (daro Aceh hingga Papua),” ujar Edy menerangkan.

Adapun biaya estimasi untuk modal restoran sekitar Rp 1.2 Milyar hingga Rp 2 Milyar. Dari investasi tersebut sudah termasuk biaya renovasi, alat alat dapur, perabotan, stainless ducting, franchise fee dll. Untuk royalty Edy mematok 5% per bulan. Sedangkan d BEP perkiraan 11 - 24 bulan.

Konsep  yang santai dan tidak terkesan terlalu mewah, dengan bangunan modern dan tetap mengandalkan ciri khas tradisional, D’Penyetz tetap memadukan ciri khas restoran Indonesia. “Kami juga melakukan kerja sama yang baik dengan para awak media, yang sifatnya adalah liputan dari media lokal mapun luar negeri. Tak hanya itu kami juga menggandeng beberapa selebritis tanah air yang sangat antusias dengan D’Penyetz,” ujarnya.

Dari segi menu, D’Penyetz sendiri memiliki pilihan menu. Tak hanya sajian ayam tapi disini juga customer bisa memilih menu daging, ikan, sayuran, hingga nasi goreng.  Edy juga membeberkan dalam jangka dekat ini akan diluncurkan Kids Meal.  “R&D kami sangat aktif dalam meng-crate menu, baik itu menu baru dan menu yang sedang naik daun,” katanya.

Harga yang ditawarkan di D’Penyetz bisa dikatakan relative terjangkau. Mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu customer sudah bisa mencicipi sajian khas D’Penyetz ini. “Kami jarang membandingkan dengan yang lainnya. Tapi yang kita fokuskan bagaimana memilih produk yang tidak bersifat musiman. Selain itu kami juga berkonsistensi dalam innovasi,” ucap Edy.

Dari segi promosi D’Penyetz rupanya mengandalkan Words Of Mouth (WOM). Tidak hanya dari customer tapi juga teman teman, relasi dan juga referensi. Tidak hanya dari segi produk menu, servis  di D’Penyetz sendiri memiliki team support dan Problem-Solution Management yang handal. Untuk digital marketing secara konsisten tetap dijalankan akan tetapi itu bertujuan untuk Awareness dan Brand Retention.

Target Edy kedepan selain memperluas gerai ke seluruh daerah di Indonesia, ia juga tetap mengedepankan visinya yakni  melebarkan sayap ke negara baru ke Australia (Melbourne, Sydney and Perth), Amerika Serikat (California), Canada (Vancouver) dan Korea (Seoul).

Untuk Info Lebih Lanjut, hub:

No HP                           : 0855 8234 499 / 0821 5563 9559

No Telpon                    : 021 – 2944 8469

Alamat Email                : edypenyet@gmail.com

Website                        : www.dpenyetz.co.id

Atau klik button PENAWARAN PELUANG WARALABA dibawah ini

Share
DATA FRANCHISE INDONESIA
Tipe Franchise
Modal Usaha


LATEST FRANCHISE INTERNATIONAL
Snap Fitness, Pelopor Waralaba Fitnes yang Menawarkan Layanan 24 Jam
Bisnis waralaba di bidang kebugaran atau fitness di kota-kota besar Indonesia makin menarik minat. Alhasil bisnis ini menjadi solusi yang dipilih oleh para investor karena bisnis ini menjanjikan. Sala
Read More
Ashleigh Ivory, Perawatan Kaum Hawa Yang Berasal dari Negeri Merlion
Sudah hampir sebelas tahun menjadi solusi bagi kaum hawa di Singapura untuk perawatan wajah eksklusif, Ashleigh Ivory pun memutuskan untuk menjajal pasar Indonesia. Barangkali bukan merek yang asing
Read More
Ayam Penyet AP, Sajian Ayam Penyet Asal Negeri Jiran dengan Cita Rasa Minang Cuisine
Tak mau ketinggalan dengan Indonesia, Malaysia pun ikut meramaikan bisnis ayam dengan olahan penyet. Kini bisnisnya pun siap difranchisekan dan membuka gerainya di tanah air. Kuliner khas ayam penyet
Read More
LATEST FRANCHISE HUNT
Shi-Da, Taiwan Street Otentik Yang Memadukan Minuman Bubble Milk
Snack fillet asal negeri Taiwan ini memiliki pasar segmen tersendiri di Indonesia. Bertempat di lokasi yang strategis seperti Mal dan kawasan food court, Shi-Da menjadi tawaran menarik bagi peminat bi
Read More
Bing Go, Sajikan Menu Terlengkap Khas Korea dengan Harga Terjangkau
Sejumlah menu kuliner ala Korea kini sedang digandrungi kawula muda di berbagai  kota di Indonesia, salah satunya adalah restoran Korea Bing Go yang berdomisili di Gandaria City ini. Yuk kita sim
Read More
KinKara, Kuliner Khas Jepang Yang Mengusung Spesial Chicken Karaage
Kin No Torikara atau biasa disebut  Kinkara yang berada di bawah naungan Shimanaka Co, Ltd. (Osaka, Jepang) ini memulai kiprahnya di Kyoto, Jepang pada bulan April 2009. Restoran ini menawarkan s
Read More
LATEST FRANCHISE START-UP
Hejo Hejo, Meneguk Peluang Bisnis Cendol Yang Naik Kelas
Orang Indonesia baik tua maupun yang muda tentunya sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata cendol. Ya, minuman khas Indonesia ini sudah menjadi satu kuliner yang tak bisa lepas dari memori masyar
Read More
Gotaru, Perpaduan Cheese dan Tea Racikan Calais Artisan
Gotaru minuman kekinian yang menghadirkan kombinasi teh dan keju yang menyegarkan. Tempat ini menggunakan artisan teh dari Taiwan dan hokkadio cheese Jepang. Teh adalah minuman yang kayak gizi dan me
Read More
Melirik Cuan Bisnis Alunan Kursus Sekolah Musik
Kursus musik yang berasal dari kota Pempek ini rupanya sudah 18 tahun dan di Waralaba-kan tahun 2015. Hingga saat ini bisnisnya pun layak dilirik oleh para investor. Yuk simak seperti apa peluang bisn
Read More