LATEST NEWS
21 November 2017
Akhir-akhir ini makin banyak yang menanyakan kepada saya mengenai kebijakan eCommerce dalam sistem waralaba. Meski tidak ada aturan main yang baku, prinsip dasar waralaba yang win-win seyogyanya dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan terkait hal ini. Menurut Michael Leconte, ada 4 model utama yang dapat dipertimbangkan oleh pewaralaba terkait kebijakan ini. The “pure-play franchisor” model Dalam hal ini hanya pewaralaba yang berhak melakukan eCommerce atau bisnis online. Pewaralaba membangun divisi tersendiri dan setiap transaksi online diambil oleh pewaralaba, artinya tidak didelegasikan ke gerai terwaralaba. Tentu saja kebijakan ini dapat dianggap merugikan terwaralaba karena menyaingi atau mencuri kue penjualan mereka. The “pure-play franchisee” model
08 September 2017
HPP? Apaan tuh? Maksudnya Harga Modal ya? COGS ya? Tidak sedikit calon Pemberi Waralaba skala UKM yang kurang familiar dengan istilah HPP, yang merupakan akronim dari Harga Pokok Pembelian, yang dikenal pula sebagai COGS (Cost Of Goods Sold). Harga Beli Barang Terjual COGS, yang mungkin lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Harga Beli Barang Terjual, atau Harga Pokok Pembelian Barang Terjual, seyogyanya menjelaskan harga modal dari barang yang terjual. Karena terkait dengan barang terjual, maka menghitung HPP tidak bisa dilakukan dengan cara menjumlahkan semua nilai pembelian, karena barang-barang yang terjual belum tentu sama dengan jumlah barang yang dibeli dalam periode yang sama. Pada umumnya nilai HPP bisa diketahui bila kita memiliki aplikasi perangkat lunak akuntansi yang aku
15 August 2017
Heboh tutupnya sevel ternyata telah melahirkan banyak pengamat kegagalan bisnis waralaba. Padahal fenomena kegagalan bisnis waralaba merupakan hal yang biasa terjadi juga sebelumnya. Beberapa merek waralaba asing yang tutup dan belum buka kembali di Indonesia di antaranya adalah Subway, Jack In The Box, Arby’s, dan beberapa merek lainnya. Salah satu ulasan yang menarik adalah faktor tingginya harga sewa bangunan dan fasilitas (utilitas). Berikut kutipan dari Bisnis.com: Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, mengatakan direksi Modern Internasional menjabarkan penutupan gerai 7-Eleven di Jakarta dan sekitarnya merupakan risiko bisnis yang dihadapi oleh perseroan.  “Penyebab dominannya lebih pada sisi beban biaya yang berat, seperti biaya sewa
HOT TOPICS
21 November 2017
eCommerce & Waralaba

Akhir-akhir ini makin banyak yang menanyakan kepada saya mengenai kebijakan eCommerce dalam sistem waralaba. Meski tidak ada aturan main yang baku, prinsip dasar waralaba yang win-win seyogyanya dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan terkait hal ini.

Menurut Michael Leconte, ada 4 model utama yang dapat dipertimbangkan oleh pewaralaba terkait kebijakan ini.

The “pur

Read More
BO Gerobak, Bukan Waralaba ?
Suatu kerjasama disebut waralaba apabila memenuhi beberapa persyaratan, yang mungkin berbeda antara satu negara dengan negara lain, antara satu konsultan dengan konsultan lain. Salah satu kriteria kerjasama yang dianggap waralaba dan menjadi cukup luas dikenal akibat dampaknya yang positif dalam meredam kecurangan waralaba, serta efek sampingnya yang disebut sebagai “accidental franchise” (mendadak waralaba). Mengapa disebut “mendadak waralaba”? Begini kisahnya. Setelah kriteria kerjasama yang dianggap waralaba ini dipublikasikan, beberapa pebisnis yang tidak merasa hendak mewaralabakan bisnisnya ternyata terjaring oleh kriteria tersebut, sehingga wajib mendaftarkan atau menyerahkan dokumen yang dikenal sebagai UFOC (Uniformed Franchise Offering Circular) yang kem
Read More
Salah Kaprah Balik Modal
Karena masih banyak informasi mengenai balik modal yang salah kaprah, saya memutuskan untuk mengulas ini dengan beberapa contoh riil. Bukan dari Omset Meski tidak masuk akal, saya pernah menemukan penawaran peluang bisnis kemitraan (atau business opportunity), yang pada dasarnya menggunakan pola waralaba, yang membuat klaim balik modal berdasarkan Omset Penjualan. Kira-kira demikian klaim tersebut: Paket kemitraan kami adalah Rp 300 juta. Omset penjualan rata-rata per bulan adalah Rp 100-200 juta sehingga balik modal diperkirakan hanya memerlukan waktu 1,5 hingga 3 bulan saja. Bukan dari Gross Profit Sedikit lebih baik (meski salah juga) dibandingkan dengan yang menghitung balik modal dari omset tersebut, ada pihak-pihak yang menghitung balik modal dari gross profit. Di situs internet s
Read More
Beda Lokasi, Beda Karakternya
Sebagian besar pewaralaba dan terwaralaba hanya membedakan lokasi gerainya dalam bentuk: mall dan ruko. Sebagian mungkin menambahkan food court dan gerobak. Berikut ini informasi mengenai beberapa jenis lokasi dan karakternya. Non-tradisional Lokasi yang masuk kelompok non-tradisional antara lain lokasi-lokasi khusus seperti bandar udara (bandara), stasiun kereta api, pelabuhan, kampus, dan tempat-tempat wisata seperti Ancol, Taman Safari, dan sebagainya. Karakteristik lokasi ini adalah captive market dari lokasi tersebut, seperti penumpang pesawat terbang untuk lokasi di bandara, penumpang kapal untuk lokasi di pelabuhan, penumpang kereta api untuk lokasi di stasiun kereta api, serta pengunjung tempat wisata untuk lokasi di tempat wisata. Biasanya biaya sewa tempat-tempat ini relatif t
Read More
Inovatif & Adaptif
Pernah mendengar slogan “30 menit atau gratis” ? Slogan yang terkenal dari Domino’s Pizza ini diluncurkan untuk menciptakan ceruk pasar baru dari produk pizza, yaitu konsumen yang menginginkan layanan antar dengan cepat. Di sisi lain, kecepatan dalam hal mengirimkan pizza ini sangat penting, karena pizza memang tidak nikmat bila sudah dingin. Mengapa Domino’s Pizza berani memberikan jaminan seperti itu? Bagaimana cara Domino’s memenuhi janji yang sangat berani itu? Konon Tom Monaghan, pendiri Domino’s Pizza, mampu memenuhi janji ini karena ia hanya menyediakan 2 ukuran pizza yang hanya satu jenis, dengan satu pilihan minuman. Jadi, kesederhanaan menjadi kekuatannya. Jim Osterman dalam sebuah artikel di AdWeek pada tahun 1987 menyebutkan, “Histori
Read More
Simplifikasi Layak Waralaba
Salah satu kelayakan waralaba adalah dari segi kinerja keuangannya. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Berapa besaran franchise fee dan royalti yang bisa saya pungut dari Penerima Waralaba bila saya mewaralabakan bisnis saya?” Berikut ini cara untuk mengidentifikasi kelayakan waralaba bisnis anda dari segi kinerja keuangan, dengan cara yang “sangat” disederhanakan. Bahasa kerennya: “Franchise Feasibility Made Simple” Laba Usaha Semula Langkah pertama adalah memahami “berapa laba usaha anda saat ini”. Tentu banyak istilah dan sudut pandang terkait laba usaha ini. Kita samakan persepsi dulu: laba usaha di sini dapat disederhanakan sebagai arus kas bersih (net cash flow) pada angka total penjualan yang relatif cukup mudah dicapai. Me
Read More
Multi-Strategy
Waralaba sejatinya merupakan salah satu cara mengembangkan usaha, dan menurut UU Perdagangan waralaba merupakan salah satu cara distribusi produk (barang atau jasa) secara tidak langsung. Karena merupakan “salah satu cara”, maka sesungguhnya pelaku usaha biasanya melakukan langkah yang saya sebut sebagai “multi-strategy”. Tentu saja tulisan ini akan membahas multi-strategy terkait waralaba saja. Waralaba dan distribusi tidak langsung non-waralaba Yang dimaksud dengan distribusi tidak langsung non-waralaba adalah yang melibatkan “distributor” dan “pengecer” maupun pihak lain seperti sub-distributor dan agen. Pelaku usaha yang sudah memiliki distributor dan pengecer bisa saja menambahkan waralaba sebagai strategi distribusi produknya. Tentu
Read More
Loading...