LATEST NEWS
Karena masih banyak informasi mengenai balik modal yang salah kaprah, saya memutuskan untuk mengulas ini dengan beberapa contoh riil. Bukan dari Omset Meski tidak masuk akal, saya pernah menemukan penawaran peluang bisnis kemitraan (atau business opportunity), yang pada dasarnya menggunakan pola waralaba, yang membuat klaim balik modal berdasarkan Omset Penjualan. Kira-kira demikian klaim tersebut: Paket kemitraan kami adalah Rp 300 juta. Omset penjualan rata-rata per bulan adalah Rp 100-200 juta sehingga balik modal diperkirakan hanya memerlukan waktu 1,5 hingga 3 bulan saja. Bukan dari Gross Profit Sedikit lebih baik (meski salah juga) dibandingkan dengan yang menghitung balik modal dari omset tersebut, ada pihak-pihak yang menghitung balik modal dari gross profit. Di situs internet s
Sebagian besar pewaralaba dan terwaralaba hanya membedakan lokasi gerainya dalam bentuk: mall dan ruko. Sebagian mungkin menambahkan food court dan gerobak. Berikut ini informasi mengenai beberapa jenis lokasi dan karakternya. Non-tradisional Lokasi yang masuk kelompok non-tradisional antara lain lokasi-lokasi khusus seperti bandar udara (bandara), stasiun kereta api, pelabuhan, kampus, dan tempat-tempat wisata seperti Ancol, Taman Safari, dan sebagainya. Karakteristik lokasi ini adalah captive market dari lokasi tersebut, seperti penumpang pesawat terbang untuk lokasi di bandara, penumpang kapal untuk lokasi di pelabuhan, penumpang kereta api untuk lokasi di stasiun kereta api, serta pengunjung tempat wisata untuk lokasi di tempat wisata. Biasanya biaya sewa tempat-tempat ini relatif t
06 April 2017
Pernah mendengar slogan “30 menit atau gratis” ? Slogan yang terkenal dari Domino’s Pizza ini diluncurkan untuk menciptakan ceruk pasar baru dari produk pizza, yaitu konsumen yang menginginkan layanan antar dengan cepat. Di sisi lain, kecepatan dalam hal mengirimkan pizza ini sangat penting, karena pizza memang tidak nikmat bila sudah dingin. Mengapa Domino’s Pizza berani memberikan jaminan seperti itu? Bagaimana cara Domino’s memenuhi janji yang sangat berani itu? Konon Tom Monaghan, pendiri Domino’s Pizza, mampu memenuhi janji ini karena ia hanya menyediakan 2 ukuran pizza yang hanya satu jenis, dengan satu pilihan minuman. Jadi, kesederhanaan menjadi kekuatannya. Jim Osterman dalam sebuah artikel di AdWeek pada tahun 1987 menyebutkan, “Histori
HOT TOPICS
12 June 2017
Salah Kaprah Balik Modal

Karena masih banyak informasi mengenai balik modal yang salah kaprah, saya memutuskan untuk mengulas ini dengan beberapa contoh riil.

Bukan dari Omset
Meski tidak masuk akal, saya pernah menemukan penawaran peluang bisnis kemitraan (atau business opportunity), yang pada dasarnya menggunakan pola waralaba, yang membuat klaim balik modal berdasarkan Omset Penjualan. Kira-kira demiki

Read More
Simplifikasi Layak Waralaba
Salah satu kelayakan waralaba adalah dari segi kinerja keuangannya. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Berapa besaran franchise fee dan royalti yang bisa saya pungut dari Penerima Waralaba bila saya mewaralabakan bisnis saya?” Berikut ini cara untuk mengidentifikasi kelayakan waralaba bisnis anda dari segi kinerja keuangan, dengan cara yang “sangat” disederhanakan. Bahasa kerennya: “Franchise Feasibility Made Simple” Laba Usaha Semula Langkah pertama adalah memahami “berapa laba usaha anda saat ini”. Tentu banyak istilah dan sudut pandang terkait laba usaha ini. Kita samakan persepsi dulu: laba usaha di sini dapat disederhanakan sebagai arus kas bersih (net cash flow) pada angka total penjualan yang relatif cukup mudah dicapai. Me
Read More
Multi-Strategy
Waralaba sejatinya merupakan salah satu cara mengembangkan usaha, dan menurut UU Perdagangan waralaba merupakan salah satu cara distribusi produk (barang atau jasa) secara tidak langsung. Karena merupakan “salah satu cara”, maka sesungguhnya pelaku usaha biasanya melakukan langkah yang saya sebut sebagai “multi-strategy”. Tentu saja tulisan ini akan membahas multi-strategy terkait waralaba saja. Waralaba dan distribusi tidak langsung non-waralaba Yang dimaksud dengan distribusi tidak langsung non-waralaba adalah yang melibatkan “distributor” dan “pengecer” maupun pihak lain seperti sub-distributor dan agen. Pelaku usaha yang sudah memiliki distributor dan pengecer bisa saja menambahkan waralaba sebagai strategi distribusi produknya. Tentu
Read More
Paket Waralaba
Paket waralaba mungkin merupakan istilah yang jarang kita dengar. Salah satu pewaralaba yang menggunakan istilah ini adalah CFC. Hal yang perlu dicermati dengan istilah Paket Waralaba adalah cakupannya. Dalam contoh mengenai CFC yang diambil dari Brosur Waralaba CFC tersebut, jelas tercantum bahwa yang tidak termasuk adalah renovasi dan sewa tempat, sementara peralatan dapur, peraltan makan, meja-kursi, papan reklame signage dan dekorasi sudah termasuk. Demikian juga dengan stationary dan seragam kerja. Yang belum jelas terlihat di publikasi ini adalah bahan baku, atau yang biasa disebut sebagai stok awal, serta biaya pelatihan. Biasakan Bertanya Terkait investasi awal suatu bisnis waralaba, calon terwaralaba harus membiasakan diri bertanya mengenai kejelasan keseluruhan biaya investasi
Read More
The Good, The Bad, and The Ugly
Bulan ke-12, saatnya mengejar sisa target (masih cukup waktukah?), lalu mengevaluasi kinerja. Ada yang sukses meraih target, ada yang terjungkal kinerja penjualannya, ada yang sudah ngos-ngosan arus kasnya ... semuanya merupakan suka duka menjadi pengusaha, termasuk pewaralaba dan terwaralaba. The Good Problem Pernah dengar kejadian toko retail kehabisan barang, atau kursus bimbel tidak bisa menerima semua calon siswa karena kekurangan guru? Pernah dengar pewaralaba memiliki antrian puluhan investor yang menunggu pembukaan gerai karena masih kekurangan pegawai? Itulah yang saya sebut “good problem”. Tentu Good Problem seperti ini bukan untuk dibanggakan, tapi harus dicarikan jalan keluarnya. Pencarian pegawai harus menjadi lebih pro-aktif. Ketika memasang iklan lowongan ker
Read More
4 Ciri Franchisor “Kejar Setoran”
Ketika saya mengungkap salah satu penyebab kegagalan bisnis waralaba adalah fenomena franchisor kejar setoran, beberapa orang menanyakan bagaimana cara mengidentifikasinya. Berikut ini 4 ciri pewaralaba yang melakukan praktek “kejar setoran” alias membuka gerai sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya, tanpa peduli pada kesehatan, profit, dan kelayakan bisnis terwaralabanya. Nilai Investasi Under Declared Yang dimaksud dengan nilai investasi under declared adalah tidak memberikan informasi yang sebenarnya terkait dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis yang diwaralabakan. Investasi dibuat serendah mungkin untuk menarik sebanyak mungkin calon investor. Komponen yang wajar untuk tidak dimasukkan ke dalam kebutuhan investasi adalah biaya sewa. Namun biaya sewa ini nantinya
Read More
Superior Business
Bisnis yang diwaralabakan seyogyanya merupakan suatu bisnis yang masuk kategori Superior Business. Faktanya, tidak semua yang hendak menjadi Pemberi Waralaba masuk kriteria ini. Mengapa harus superior bisnisnya? Beban Biaya Awal Waralaba Investasi yang dibutuhkan untuk bisnis waralaba relatif lebih tinggi daripada bisnis dengan merek sendiri. Total investasi dikenai biaya awal waralaba yang seringkali cukup signifikan nilainya. Biaya awal waralaba ini bukan hal yang tidak wajar. Investor mendapat bantuan yang memperlancar persiapan gerai barunya. Selain itu biaya awal waralaba menjadi semacam royalti yang dibayar di muka, selain nantinya ada royalti yang harus dibayarkan bulanan. Beban Biaya Royalti Bulanan Selain biaya awal waralaba, biasanya ada biaya royalti bulanan. Biaya royalti
Read More
Loading...