Peluang & Resiko

Masih banyak yang bertanya kepada saya, “Franchise mana yang bagus sekarang?”

Bagus itu Relatif

Saya sering mengatakan bahwa’ “Franchise yang bagus belum tentu bagus untuk anda, terutama untuk lokasi anda.”

Mengapa demikian?

Suatu bisnis yang bagus di satu lokasi belum tentu bagus di lokasi lain. Dalam ilmu Marketing kita mengenal segmentasi, target dan positioning. Masyarakat di sekitar lokasi anda, orang yang lalu lalang di lokasi anda, bisa jadi berbeda 180 derajat dengan STP (segmentasi, target dan positioning) franchise yang bagus itu.

Relatif juga bisa terkait dengan “timeframe”. Ada bisnis yang dulu bagus tapi sekarang tidak lagi. Ada banyak faktor, bisa karena disrupsi teknologi, bisa juga karena tim manajemen franchisor yang berubah menjadi kurang kompeten dalam menghadapi persaingan, atau memang para pesaing menjadi lebih pintar dari franchise yang dulu terlihat bagus itu.

Transparansi Resiko

Bagi saya franchise yang bagus itu adalah franchise yang bersedia transparan terkait resiko-resiko bisnisnya. Resiko ini bisa terkait komitmen mengenai hal-hal yang harus dikerjakan pihak investor dan tidak mungkin ditangani oleh franchisor, contoh: mencari pegawai. Jadi jangan hanya mengobral peluang profit saja.

Ada pepatah yang mengatakan, “Di mana ada masalah, di sana ada peluang.” Dalam dunia investasi dan bisnis kita mengenal, “Di mana ada peluang, di sana ada resiko.”

Bagaimana dengan bisnis musiman yang diwaralabakan (baca: dikerjasamakan seperti franchise). Bila investor mendapat informasi yang cukup terkait resikonya, bahwa bisnis ini mungkin musiman, jadi harus mengejar balik modal dengan cepat, sebaiknya di lokasi yang seperti apa ... bagi saya sah-sah saja menawarkan kerjasama seperti itu.

Motif

Persoalan besar muncul ketika motif yang menawarkan kerjasama memang hendak meraup keuntungan dengan menjual franchise, dan menutup-nutupi informasi terkait resiko bisnisnya.  Lebih parah lagi kalau niatnya sejak awal memang hendak menipu. Jual semurah-murahnya supaya banyak yang sanggup invest ... dan ketipu.

Legal vs Moral

Mereka yang punya motif menipu kadang sudah membentengi diri dengan pagar-pagar hukum yang menurut saya tidak elok secara moral. Akhirnya semua kembali ke hati nurani pada pelaku bisnis. Saya berharap di tahun 2019 ini kita menjadi pelaku bisnis yang bertanggungjawab secara moral & legal.

(Jakarta, Februari 2019)

 

© 2019, Utomo Njoto .. untukMar-Apr 2019

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting – Indonesia.

Website: www.consultft.com

Email : utomo@consultft.com

 

 

Resiko Bisnis atau Kecerobohan?
Dari sekian banyak penyebab kegagalan bisnis terwaralaba (penerima waralaba), kita bisa mengelompokkan semuanya menjadi dua kelompok besar: resiko bisnis dan kecerobohan. Anda perlu siap mental dan me
Read More
Menjadi Lebih Baik
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa McDonal’s pusat mengalami gonjang-ganjing sepanjang periode  2002-2004. Bahkan ada yang menyebut periode ini sebagai “Big Brand in Big Trouble&rdq
Read More
Private Equity Mengincar Waralaba
Anda tentu mengenal Saratoga Capital, perusahaan besar yang dimiliki Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaja. Ya, Saratoga Capital adalah merupakan contoh perusahaan Private Equity (PE) yang mengelola dana
Read More
Franchisee Manakah Anda?
Dari sekian banyak Penerima Waralaba (franchisee), kita dapat melakukan pengelompokan berdasarkan keberhasilan dan sikap atau perilaku mereka dalam ber-interaksi dengan Pemberi Waralaba (franchisor).
Read More