Warung Wakaka, Warung Kekinian Yang Tengah Happening

Dengan tagline Good Food, Good Friends, Good Times, warung kekinian yang satu menjadi salah satu favorit yang ramai dikunjungi customer. Dalam sehari tak kurang dari 800 hingga 1000 pengunjung yang datang, belum lagi di hari weekend. Tahun lalu mulai tawarkan peluang usahanya.     

Warung kekinian banyak yang bermunculan belakangan ini. Ciri khas warung ini adalah konsep yang menarik, disukai kalangan millennial, menyajikan aneka kudapan mie, kopi, menu nasi, roti bakar dan snack lainnya yang umumnya familiar di lidah. Tak heran jika warung model kekinian bermunculan di mana-mana.

Namun warung kekinian yang satu ini tampil dengan konsep yang lain. Warung Wakaka mengusung konsep food factory dengan tema industrial. Hal itu bisa dilihat dari tampilan gerainya yang ramai dengan lampu-lampu gantung yang memancarkan cahaya kuning dan putih bernuansa modern. Tampilan tersebut begitu bikin eye catching sehingga memancing calon konsumen masuk.   

Selain itu, konsep Wakak juga memiliki stall-stall, semacam stand kuliner di berbagai sudut gerainya. Sebut saja stall martabak, stall sate taichan, stall aneka snack bakar-bakaran yang open kitchen, sehingga semua orang bisa melihat cara memasaknya. “Kita tidak hanya jual makanan tapi juga jual konsep dengan mengusung tagline Good Food, Good Friends, Good Times,” ujar Stella Fidelia, Marketing Communication Manager Warung Wakaka.  

Stella menjelaskan, tagline Good Food, Good Friends, Good Times memiliki filosofi yang artinya Good Food menyediakan makanan yang enak, Good Friends yang tentunya ditemani orang terdekat, dan Good Time di tempdat dan waktu yang tepat. “Jadi mereka bisa berkumpul ditemani makanan enak serta orang terdekat dan pulang dari sini jadi happy,” katanya.

Dari sisi produk apa bedanya Warung Wakaka dengan warung kekinian lainnya? “Perbedaannya kita menyediakan aneka makanan dan minuman yang variatif sehingga bisa menjangkau semua kalangan. Jadi makanan yang ditawarkan tidak sfesifik ke mie atau nasi doank, ada martabak, nasi, indomie, roti bakar, sandwich, minuman juga ada kopi, non kopi, jus juga,” beber Stella.

“Konsep kita ngumpulin street food menjadi satu yang bisa diterima di lidah semua orang. Saat ini, menu favorit yang sering dipesan adalah Indomie Sambal Matah, Sate Taichan, sama martabak tipker, martabak tipis kering. Minumannya ada es kopi kampung, macchiato,” sambungnya.

Ia mengatakan, harga menu yang ditawarkan Wakaka mulai Rp 10 ribu sampai Rp 120 ribu untuk martabak kekinian. “Toppingnya ada kitkat green tea, nutella, ovomaltine dan lain-lain. Sementara minuman mulai Rp 5 ribu sampai Rp 35 ribu seperti minuman lava, perpaduan jus, pudding dan potongan buah,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut Wakakapun bisa diterima pasar dengan cepat. Produk dan layanannya diterima semua kalangan mulai anak-anak, remaja, dewasa, ataupun family semuanya masuk. “Untuk anak-anak ada kidz meal misal Indomie Carbonara, Indomie Goreng Gandum, susu blueberry, susu strawberry,” jelas Stella.

Dalam sehari pengunjung yang datang ke Wakaka mencapai sekitar 800-1000 orang, sementara hari weekend mencpaai 1200 hingga 1500 pengunjung. “Respon masyarakat sangat bagus, banyak dari mereka yang request untuk buka di daerah mereka. Makanya kita mulai menawarkan peluang bisnis kemitraan pada tahun lalu,” ungkap Stella. 

Gerai pertama Wakaka sendiri berdiri di Muara Karang pada 25 April 2017. Cabang pertama berdiri di Gading Serpong pada 2018. Cabang kedua Medan, cabang ketiga di Cibinong. Tahun ini akan buka di Palangkaraya, Banjarmasin, Sidoarjo, Samarinda, dan daerah Depok.

Menurut Steela, keunggulan Wakak tidak hanya di konsep, produk dan layananya saja, tapi juga ditunjang oleh manajemen yang professional mumpuni. “Kita sudah memiliki training center, punya trainer yang handal, punya sistem yang mumpuni, memiliki POS No 1. Kita juga sudah punya SOP dan buku panduan untuk para investor yang menjalani usaha ini. Selain itu, support dari pusat berupa pendampingan usaha selama 5 tahun kerja, bantuan promosi dan pemasaran,” jelas Stella,

Karena itu, jelas Stella lagi, kita tidak asal jual, meskipun investor punya uang. Kita melihat beberapa kriteria seperti lokasi yang strategis sesuai persyaratan kita, investor yang mau terlibat langsung mengelola usaha ini dan kooperatif. Wakaka mementingkan quality bukan quantity. “Dua tahun kedepan targetnya mau ada di seluruh wilayah Indonesia,”

Kehadiran Wakaka di industri kuliner Indonesia tak hanya diapresiasi masyarakat, tapi juga instansi lain seperti Gojek yang memberikam penghargaan sebagai Sweet Tooth pada tahun 2018 untuk produk Martabak Tipker, memang itu salah satu favorit Sahabat Wakaka, sebutan untuk customer Wakaka.

Tahun ini Wakaka membuka diri diri menawarkan peluang usahanya, seiring banyaknya permintaan pasar. “Kita juga perdana akan ikut pameran Franchise di JCC Jakarta, bulan Juli 2019 mendatang yang diselenggarakan Dyandra. “Konsep usaha kita tanah stand alone yang dibangun seluas minimal 400 meter, jarak 6 KM antara investor kecuali kota kecil biasanya kita kasih 1 cabang saja,” tutup Stella.

Zaziri

Pempek Ny.Farina, Peluang Bisnis Kuliner Khas Palembang Yang Prospektif
Di usianya yang  sudah 22  tahun, pempek asal Surabaya ini baru-baru ini menawarkan peluang franchise. Seperti apa peluang bisnisnya? Hampir tiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas m
Read More
Procil, Menimbang Potensi Bisnis Bubur Anak Organik dengan Kualitas Terbaik
Bisnis makanan organik kini semakin tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Selain buat orang dewasa, belakangan banyak juga produk makanan organik kh
Read More
Chicken Fry Day, Peluang Bisnis yang Pasarnya Tak Pernah Padam
Bisnis ayam goreng krispi masih serenyah rasanya. Pengusaha makanan ini terus bermunculan karena peluang pasarnya memang masih besar. Keuntungan yang mereka peroleh pun sangat menggiurkan. Salah satu
Read More
Eggio Waffle, Terlahir dari Solo Lalu Merambah ke Timur Pulau Jawa
Kota Solo memang kerap melahirkan banyak bisnis-bisnis kemitraan. Seperti Eggio Waffle ini. Seperti apa peluang bisnisnya? Di Hong Kong, makanan ini merupakan bisnis street food. Bentuknya bulat-bula
Read More