Ethica, Kembangkan Riset Pasar untuk Melahiran Produk Inovatif yang Trendy

Bisnis kreatif dengan value spiritual yang didasarkan atas riset pasar yang sedang tren dan dipadukan dengan ide serta gagasan besar menjadikan Ethica tampil inovatif. Bisnis ini pun terus mengeluarkan produk menyesuikan kebutuhan besar.

Berdiri sekaligus dirancang sejak 2008. Bisnis ini berawal dari keagenan. Agen pertamanya beroperasi di Bekasi. Sementara gerai resminya berada di Cimahi.

Jadi bisnis Ethica ini telah berjalan 10 tahun. Bisnis ini mulai dikembangkan pada 2011. Sejurus kemudian Ethica Group berkembang menjadi salah satu pemain fashion ternama di Indonesia.

Asep Mulyadi, Owner Ethica Group sadar bahwa fashion itu memengaruhi peradaban sebuah bangsa. Spirit itulah yang membuat dirinya mengangkat nilai-nilai peradaban di masa yang akan datang yang kita ingin kembangkan. “Kita tahu bahwa setiap orang, masyarakat tidak bisa lepas karena ini kebutuhan pokok masyarakat, yaitu sandang. Jadi ketika kita bisnis barang kebutuhan pokok, itu adalah potensi dalam jangka panjang,” bebernya.

Mulyadi menegaskan, bisnis fashion bukan bisnis musiman, tapi bisnis berkelanjutan. Terlebih perkembangan komunitas Muslim sekarang yang potensinya besar. Meningkatnya bersemangat hijrah di kalangan masyarakat Muslim belakangan ini membuat peluang bisnis fashion semakin menjanjikan. “Semakin melekat pada masyarakat berkelanjutan, upaya kita semakin kreatif untuk menentukan apa saja produk dan kreativitas yang kita kembangkan,” katanya.

Etchica sendiri, kata Mulyadil, basic-nya adalah bisnis kreatif dengan value spiritual. Pengembangan riset pasar yang sedang tren dipadukan dengan ide dan gagasan besar kita dengan kebutuhan besar, maka muncullah ide kreatif yang dikembangakan. Hal itulah yang menjadi pembeda kekuatan Ethica. “Kekuatan pasar itu tentu harus ada karakter yang menonjol dalam bisnis kita. Kemudian kami juga membidik segmen remaja, ada peluang yang bisa dikembangkan oleh kita ke depan,” ujarnya.

Berbagai produk yang dijual antara lain Fashion Pria-Wanita, anak-anak, kerudung, busana ibadah, dan masih banyak lagi, dengan produk Fashion untuk  jiwa muda yang simpel, nyaman, banyak pilihan dan selalu inovatif. “Sampai saat ini Dress untuk wanita menjadi favorit. Busana keluarga/sarimbit kami selalu menjadi incaran menjelang musim lebaran,” kata Mulyadi.  

Mulyadi menegaskan, inovasi menjadi tolok ukur untuk mengukur apakah perusahaan bisa bertahan atau tidak. Apalagi di masa sekarang, perubahan sangat cepat, sehingga inovasi adalah sebuah keniscayaan. “Dan kami sangat concern atas inovasi ini, terkait desain, bahan baku, karena keinginan masyarakat atas perkembangan fashion macam-macam sekali,” tandasnya.  

“Untuk melakukan inovasi ini tentu kita perlu menyerap informasi dari lapangan. Oleh itu kita mengembangkan di tim RnD yang khusus turun ke lapangan meriset perkembangan di pasar, tren pasar, tren warna, dan sebagainya,” jelasnya.  

Dalam 10 tahun usia bisnis ini, Pertumbuhannya sangat menggembirakan, sejalan dengan kesadaran masyaakat, daya beli, sehingga bisnis ini tumbuh dan berkembang. Sampai saat ini kami mengembangkan bisnis dengan dua sistem, Ada Keagenan, yang sudah tersebar dari Sumatera hingga sulawesi. Sementara untuk Outlet/Store kita kembangkan di daerah-daerah atau kota  yang tidak ada agennya, ada di Makassar, Bandung, Cimahi, Malang, Garut, alembang, Sukabumi, dll..

Potensi bisnis ini sangat menjanjikan, tegas Multadi, karena tren orang-orang sekarang ingin tampil spiritual namun kekinian. “Untuk ikut bergabung menjadi mitra kami, modalnya terjangkau hanya Rp 350 juta, sudah bisa bekerjasama kemitraan dengan Ethica Group. Akan kita siapkan desain store, sistem penjualan, pelatihan. Cukup menyiapkan alokasi dana dan tempat yang cukup strategis,” pungkasnya.

 

Zaziri

 

 

 

PDIH Untag Cetak Doktor Waralaba
Beberapa waktu lalu, Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Untag menggelar ujian terbuka promosi doktor ilmu hukum atas nama Mulyani Santoso SH SpN MH. Mulyani berhasil mempertahankan desertasinya berjudul
Read More
Lima Waralaba Asing akan Masuk Indonesia
Di tengah perekonomian di Indonesia yang masih belum stabil, tidak lantas menyurutkan beberapa brand waralaba asing untuk tetap membuka cabang di Indonesia. Pasar Indonesia dinilai cukup “empuk&
Read More
Dibalik Gurihnya Bisnis Kemitraan Tahu KRAX
      Tren pertumbuhan industri UKM tanah air beberapa tahun terakhir tumbuh signifikan, khususnya produk makanan dan minuman. Tren tersebut diprediksi berpotensi bakal terus
Read More
Ika Sahid Tandatangani MOU dengan Aprindo
Ikatan Keluarga Alumni APP-STP Sahid (Ika Sahid)merupakan sebuah organisasi ikatan alumni APP-STP Sahid yang mengikuti proses belajar - mengajarnya dimulai pada tahun 1983 (angkatan pertama) sampai sa
Read More