Hadiri Perhelatan Franchise Bertaraf Dunia dan Asia di Kairo

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://www.majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/World-Franchising-Forum.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 sampai 21 November 2018, Asosiasi Franchise Indonesia diundang asosiasi franchise Kairo, Mesir untuk menghadiri perhelatan franchise terbesar di dunia dan asia yaitu World Franchise Council dan Asia Pacific Franchise Confederation.

Hari pertama, acara dimulai dengan menggelar Asia Pacific Franchise Confederation. Pada hari kedua dan ketiga, barulah digelar World Franchise Council, bersamaan dengan pembukaan pameran franchise.  Ada sekitar 35 asosiasi franchise dari berbagai negara yang hadir di acara tersebut.

DariAsia Pacific Franchise Confederation, hadir asosiasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, China, Jepang, Korea, Taiwan, Filipina, Australia, New Zealand, India, Turki, Emirates. Sedangkan dari World Franchise Council hadir asosiasi dari negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda, Prancis, Hongaria, Austria, Libanon, Itali. Dari benua Amerika ada asosasi dari Brasil, Kolombia, Guatamala, dan Amerika Serikat.

Di hari pertama, ada beberapa topik yang dibahas mengenai keselarasan kerja sama. Salah satunya bagaimana membantu antara sesame asosasi, dimana ada persoalan mengenai pergantian pengurusan, dan berbagai persoalan di asosiasi. Kita sebenarnya ingin mengusulkan topik solidaritas antara sesama. Seperti persoalan yang muncul di Asosiasi Malaysia.

Perbincangan franchise di acara tersebut masih seputar keunggulan franchise sebagai strategi perluasan. Terutama di negara-negara maju seperti Amerika dan Australia. Begitupula di negara-negara Eropa. Walaupun di Eropa aturan franchise tidak secara formil dibuat.           

Ada hal yang menarik di industri franchise di US dan Australia. Di dua negara tersebut penjualan franchise tetap bergairah, penjualan ritel franchise sudah mencapai 50%. Ituartinya penjulan ritel di negara-negara Barat dan Eropa tidak menggerus franchise, akan tetapi yang mengalami kelesuan kebanyakan licensing dan manajement assistency.

Saya melihat di China, Singapura, pelaku pelaku usaha ingin sekali memiliki keinginan kemajuan usaha dengan konsep franchise. Hal itu terlihat dari talk show franchise yang selalu ramai dihadiri pelaku usaha. Pada talk show tersebut yang bertanya banyak.Termasuk digitalisasi, bagaimana memaksimalkan penjualan di dunia digital.

Saya sangat mengapresiasi para pelaku UKM yang ingin masuk dunia digital dan franchise. Namun demikian, mereka juga harus sudah siap bisnisnya. Jangan asalan, jangan cepat jadi supaya mencapai tingkat keunggulan yang memadai sehingga usahanya bisa bertahan lama dalam jangka waktu yang panjang. Banyak UKM-UKM yang ingin dibantu dengan onoline dan digitalisasi. Tapi kalau mereka tidak kuat pondasi bisnisnya bagaimana?

Saya cukup bergembira bila banyak UKM masuk franchise. Akan tetapi harus serius dan tekun. Setidaknya usahanya sudah terbukti sukses dijalankan sedikitnya 5 tahun. Sehingga sudah memiliki produk dan sistem yang teruji. Sebab kalau bisnis dan produk mereka tidak mumpuni, maka akan percuma juga jika dibantu dengan digital dan konsep franchise.

Jadi mereka harus memperkuat dasar dasar bisnisnya dulu seperti punya keunikan, punya prototype, standardisasi. Usahanya sudah terbukti efektif dan efisien, sudah menguntungkan dan memiliki consumer base. Jadi persyaratan itu harus dipenuhi, sehingga akan kuat jika dipasarkan dengan konsep apapun entah lewat franchise, digital, online dan sebagainya.  

World Franchise Council berikutnya akan di gelar pada semester pertama 2019, yang diselenggarakan di Spanyol. Semester keduanya akan diadakan di United Arab Emirate, yang juga akan menggelar Asia Pacific Franchise Confederation. Semester satu 2020 sepertinya yang akan menjadi tuan rumah Lebanon dan Korea yang nanti menjadi tuan rumah untuk Asia Pacific Franchise Confederation. 

.

 

 

Memberdayakan UKM Menjadi Usaha Unggulan
Indonesia memiliki sektor bisnis UKM yang sangat besar sebagaimana negara-negara maju seperti Amerika, Singapura, China, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Harus diakui, UKM lah yang menjadi fa
Read More
Berbisnis Franchise Harus Punya Etika
Semua bisnis, apa pun jenisnya tidak bisa lepas dari yang namanya etika bisnis. Sebab berbisnis terkait erat dengan trust atau kepercayaan. Tanpa adanya trust akan sulit menjalin businessrelationship
Read More
Songsong MEA, Calon Franchisee Harus Selektif Pilih Franchise Asing
Sebagai salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia (sekitar 250 juta penduduk), Indonesia dipandang sebagai negara yang yang memiliki potensi menggiurkan untuk ekspansi bisnis perusahaan
Read More
Identifikasi Permasalahan Waralaba Di Indonesia
Tiga minggu yang lalu kami diminta untuk memberikan seminar di Bandung. Pihak terkait di sana meminta kami untuk membahas tema terkait dengan identifikasi masalah waralaba di Jakarta. Saya sampaikan k
Read More