Hadiri Perhelatan Franchise Bertaraf Dunia dan Asia di Kairo

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 sampai 21 November 2018, Asosiasi Franchise Indonesia diundang asosiasi franchise Kairo, Mesir untuk menghadiri perhelatan franchise terbesar di dunia dan asia yaitu World Franchise Council dan Asia Pacific Franchise Confederation.

Hari pertama, acara dimulai dengan menggelar Asia Pacific Franchise Confederation. Pada hari kedua dan ketiga, barulah digelar World Franchise Council, bersamaan dengan pembukaan pameran franchise.  Ada sekitar 35 asosiasi franchise dari berbagai negara yang hadir di acara tersebut.

DariAsia Pacific Franchise Confederation, hadir asosiasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, China, Jepang, Korea, Taiwan, Filipina, Australia, New Zealand, India, Turki, Emirates. Sedangkan dari World Franchise Council hadir asosiasi dari negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda, Prancis, Hongaria, Austria, Libanon, Itali. Dari benua Amerika ada asosasi dari Brasil, Kolombia, Guatamala, dan Amerika Serikat.

Di hari pertama, ada beberapa topik yang dibahas mengenai keselarasan kerja sama. Salah satunya bagaimana membantu antara sesame asosasi, dimana ada persoalan mengenai pergantian pengurusan, dan berbagai persoalan di asosiasi. Kita sebenarnya ingin mengusulkan topik solidaritas antara sesama. Seperti persoalan yang muncul di Asosiasi Malaysia.

Perbincangan franchise di acara tersebut masih seputar keunggulan franchise sebagai strategi perluasan. Terutama di negara-negara maju seperti Amerika dan Australia. Begitupula di negara-negara Eropa. Walaupun di Eropa aturan franchise tidak secara formil dibuat.           

Ada hal yang menarik di industri franchise di US dan Australia. Di dua negara tersebut penjualan franchise tetap bergairah, penjualan ritel franchise sudah mencapai 50%. Ituartinya penjulan ritel di negara-negara Barat dan Eropa tidak menggerus franchise, akan tetapi yang mengalami kelesuan kebanyakan licensing dan manajement assistency.

Saya melihat di China, Singapura, pelaku pelaku usaha ingin sekali memiliki keinginan kemajuan usaha dengan konsep franchise. Hal itu terlihat dari talk show franchise yang selalu ramai dihadiri pelaku usaha. Pada talk show tersebut yang bertanya banyak.Termasuk digitalisasi, bagaimana memaksimalkan penjualan di dunia digital.

Saya sangat mengapresiasi para pelaku UKM yang ingin masuk dunia digital dan franchise. Namun demikian, mereka juga harus sudah siap bisnisnya. Jangan asalan, jangan cepat jadi supaya mencapai tingkat keunggulan yang memadai sehingga usahanya bisa bertahan lama dalam jangka waktu yang panjang. Banyak UKM-UKM yang ingin dibantu dengan onoline dan digitalisasi. Tapi kalau mereka tidak kuat pondasi bisnisnya bagaimana?

Saya cukup bergembira bila banyak UKM masuk franchise. Akan tetapi harus serius dan tekun. Setidaknya usahanya sudah terbukti sukses dijalankan sedikitnya 5 tahun. Sehingga sudah memiliki produk dan sistem yang teruji. Sebab kalau bisnis dan produk mereka tidak mumpuni, maka akan percuma juga jika dibantu dengan digital dan konsep franchise.

Jadi mereka harus memperkuat dasar dasar bisnisnya dulu seperti punya keunikan, punya prototype, standardisasi. Usahanya sudah terbukti efektif dan efisien, sudah menguntungkan dan memiliki consumer base. Jadi persyaratan itu harus dipenuhi, sehingga akan kuat jika dipasarkan dengan konsep apapun entah lewat franchise, digital, online dan sebagainya.  

World Franchise Council berikutnya akan di gelar pada semester pertama 2019, yang diselenggarakan di Spanyol. Semester keduanya akan diadakan di United Arab Emirate, yang juga akan menggelar Asia Pacific Franchise Confederation. Semester satu 2020 sepertinya yang akan menjadi tuan rumah Lebanon dan Korea yang nanti menjadi tuan rumah untuk Asia Pacific Franchise Confederation. 

.

 

 

Franchise dan Generasi Millenial
Generasi milenial (Millennial Generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980-an hingga tahun 2000. Generasi ini sering disebut juga sebagai Gen-Y, Net Generation, Boomerang
Read More
Tahun 2015, Akan Banyak Franchise Asing Masuk
Industri franchise di 2015 diprediksi akan tetap cerah dan memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan investasi bisnis, serta mendorong pertumbuhan entrepreneur di Indonesia. Namun demikian, buk
Read More
Membangun Sistem Logistik Yang Mumpuni
Beberapa waktu lalu, jaringan restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) dikabarkan menutup separuh dari total 900 gerainya di Inggris. Penyebab tutupnya gerai restoran ayam goreng tersebut adal
Read More
WFSI Berjalan Sukses, AFI Mengucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak
Usai sudah World Franchise Summit Indonesia 2016 (WFSI), event terbesar di industri franchise Indonesia tahun ini. Event tersebut juga merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Asosiasi Franchise Indo
Read More