Kementrian Perdagangan Selenggarakan Seminar di Busan, Korea Selatan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan secara aktif mengenalkan bisnis Waralaba. Tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri kepada Diaspora dan pekerja Migran Indonesia termasuk Pelajar.

Melalui Program pendampingan waralaba nasional. Direktorat Jendera lPerdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, bekerjasama dengan (Indonesia Trade Promotion Center )ITPC Busan, Persatuan Pelajar Indonesia Korea (PERPIKA), dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan, menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan pada hari Minggu, 18 November 2018, di Di Dong-A University, Busan.

Penyelenggaraan seminar bertujuan untuk memberikan pembekalan serta menumbuhkan jiwa keweirausahaan Diaspora dan Pekerja Migran termasuk Pelajar Indonesia yang berjumlah 35.269 orang hingga pertengahan tahun ini.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, menyambut baik inisiasi Kementerian Perdagangan terkait penyelenggaraan Seminar tersebut. Dalam sambutannya Umar Hadi berpesan kepada pekerja maupun pelajar Indonesia agar yakin bahwa ”masa depan Indonesia cemerlang”, beliau mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat baik, mengingat sedemikian besarnya pasar domestik yang kita miliki. Dengan kata lain beliau mengajak kepada seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan baik ini.

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mengatakan, menyampaikan pertumbuhan waralaba di Indonesia berkembang dengan pesat, terdapat 555 merek usahawaralaba dan yang berpontensi diwaralabakan dengan jumlah gerai 45 ribu di Indonesia. Dirjen PDN meyakinkan bahwa dengan sistem waralaba semua orang dapat memulai bisnis dengan resiko minimal dengan belum cukup nya pengalaman, juga talenta yang dimiliki dalam berbisnis. Bisnis Waralaba juga dapat mengangkat nilai produk dalam negeri dalam bentuk kerjasama bisnis tersebut.

Pengenalan bisnis waralaba nasional di Korea Selatan, Ditjen PDN, Kementerian Perdagangan menggandeng tiga merek waralaba yaitu kebab Baba Rafi, Bakso Alek  dan  Bambu Spa.

Sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan Seminar, antusias pesertau ntuk menjalin kerjasama waralaba cukup tinggi ,dari surat minat kerjasama yang ditandatangai calon mitra waralaba tercatat dengan total nilai USD. 1,245 milyar untuk tiga waralaba Indonesia. Minat kerjasama tersebut diharpakan dapat meningkatkan daya saing merek-merek waralaba Indonesia di luar negeri yang selama ini telah sukses merambah pasar luar negeri, seperti Alfamart dengan 174 gerai di Philippina, , J.CoDunuts& Coffee di 4 negara, juga Baba Rafi dengan 60 gerai yang tersebar di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philippina, Srilanka, Bangladesh, China dan Belanda.

 

Quick Chicken Bersama Boyband “LAKI” Gelar Road Show di 53 Kota
Restoran cepat saji asal Yogyakarta menggelar roadshow brand ambassador Boyband “LAKI” putaran pertama di 53 kota, 118 store. Pelepasan acara ini diadakan di gerai Quick Chicken Jalan Sent
Read More
Asia Pacific Franchise Confederation Meeting Mulai Digelar, Dihadiri 10 Negara
Perwakilan asosiasi franchise dari 10 negara di Asia Pasifik menghadiri Asia Pacific Franchise Confederation Meeting, di hotel di Fairmont Hotel, senayan Jakarta, (22/11). Acara tersebut akan berlangs
Read More
Pizza Hut Realisasikan Pembukaan 39 Gerai Terbaru
Pengelola restoran dengan merek Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. telah membuka 39 gerai baru hingga September 2018. Direktur Sarimelati Kencana Joe Sasanto mengungkapkan, jumlah gerai yang dimil
Read More
Martha Tilaar Salon Day Spa Buka Gerai di Pantai Indah Kapuk
Di penghujung bulan Maret 2018 Martha Tilaar Salon Day Spa Hadir sebagai outlet franchise ke-77. Martha Tilaar Salon Day Spa Pantai Indah Kapuk menjadi destinasi rileksasi dan perawatan kecantikan di
Read More