Franchisee Manakah Anda?

Dari sekian banyak Penerima Waralaba (franchisee), kita dapat melakukan pengelompokan berdasarkan keberhasilan dan sikap atau perilaku mereka dalam ber-interaksi dengan Pemberi Waralaba (franchisor).

 

Secara garis besar kita dapat membuat kuadran berdasarkan Kepatuhan dan Keberhasilan bisnisnya. Mari kita coba memahami kelompok-kelompok Penerima Waralaba ini.

 

1: Patuh & Sukses

Kelompok ini bisa dikatakan merupakan kelompok Penerima Waralaba (atau disebut pula terwaralaba) ideal yang diharapkan oleh semua pewaralaba. Kepatuhan merupakan tuntutan utama dari pewaralaba kepada setiap terwaralabanya.

 

Di lapangan harus diakui ada beberapa terwaralaba yang cenderung tidak patuh. Kelompok ini kadang merasa waralaba itu ibarat membeli hak untuk menggunakan merek pewaralaba, padahal hubungan waralaba itu ada batas waktunya. Selain itu, di dalam perjanjian waralaba dan Pedoman Operasional (atau SOP) juga banyak diatur hal- hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh terwaralaba.

 

Meski demikian, harus diakui bahwa adanya resiko bisnis menyebabkan tidak semua terwaralaba yang patuh akan meraih keberhasilan atau sukses dalam menjalankan bisnisnya.

 

2: Patuh, tapi Tidak Beruntung

Beberapa terwaralaba yang patuh bisa saja tidak beruntung, artinya bisnis yang mereka jalankan tidak memberikan hasil yang memuaskan sebagaimana yang diharapkan. Dengan asumsi bahwa pewaralaba bukanlah kelompok yang fraud atau curang (misal menyajikan angka-angka keuangan yang menyesatkan), ketidakberhasilan ini biasanya disebabkan karena resiko bisnis.

 

Resiko bisnis di sini bisa berarti perubahan arus lalu lintas seperti U-turn (putaran balik) yang digeser beberapa ratus meter ke depan, larangan parkir yang tiba-tiba diberlakukan di depan ruang usahanya, atau munculnya pesaing yang demikian kuat, kreatif dan menyulitkan terwaralaba dalam berkompetisi di lokasi tersebut.

 

3: Tidak Patuh, tapi Sukses

Kelompok ini biasanya sangat menyulitkan pewaralaba dalam mengambil keputusan tegas terkait kepatuhan. Terwaralaba yang tidak patuh tapi tergolong sukses akan cenderung berperilaku tidak patuh untuk jangka panjang, sampai suatu ketika ketidakpatuhan itu menjadi bumerang dan mengakibatkan bisnisnya mengalami kegagalan.

 

Selama masih merasa bisnisnya sukses, terwaralaba yang tidak patuh akan cenderung terus berperilaku tidak patuh. Yang perlu dicatat di sini, ketidakpatuhan ini bisa menular karena terwaralaba yang lain akan melihat adanya kompromi dan perlakuan khusus kepada terwaralaba kelompok ini.

 

Tentu saja kompromi seperti ini sangat tidak dianjurkan.

 

4: Tidak Patuh & Tidak Sukses

Kelompok ini biasanya merupakan kelompok terwaralaba yang akan tutup gerai dengan cepat. Berbeda dengan kelompok “patuh tapi tidak sukses” yang mungkin juga akan tutup gerai tapi biasanya masih menyandarkan harapannya pada pewaralaba, kelompok ini lebih memberontak dan emosional karena pada dasarnya memang cenderung memberontak terahdap sistem waralaba yang sudah disusun dengan cermat oleh pewaralaba.

 

5: Akselerator

Kelompok ini merupakan bagian kecil dari kuadran kelompok “Patuh & Sukses”. Kelompok ini merupakan pendorong pertumbuhan pesat seluruh jaringan waralaba karena proaktif memberikan masukan kepada pewaralaba, meminta pewaralaba melakukan pengembangan produk dan strategi-strategi baru. Beberapa terwaralaba yang menyumbangkan produk-produk baru yang nge-hits dapat dimasukkan ke dalam kelompok ini.

 

Kelompok ini positif bagi pewaralaba yang menyukai tantangan, namun akan dianggap merepotkan bagi pewaralaba yang enggan dibebani tantangan-tantangan baru.

 

Kita mengenal BigMac sebagai icon untuk McD. Sesungguhnya BigMac adalah ide dari salah satu terwaralabanya, yang setelah melalui proses evaluasi dan mungkin ada beberapa perbaikan, kemudian diadopsi untuk ditawarkan di seluruh jaringan McD ... bahkan menjadi icon merek ini.

 

Kelompok Manakah Anda?

 

© 2018, Utomo Njoto .. untuk April 2018

Senior Franchise Consultant dari FT Consulting – Indonesia.

Website: www.consultft.com

Email : utomo@consultft.com

 

 

Pricing for Higher Profit
Apakah strategi penetapan harga anda menggunakan pola sama rata untuk semua produk yang anda jual? Atau sama rata untuk produk-produk dalam kategori yang sama? Apakah anda menghadapi kesulitan bersain
Read More
Tantangan Jadi Layak Waralaba
Seorang pebisnis merasa yakin sekali bahwa bisnis restorannya sangat menguntungkan dan layak waralaba. Ternyata setelah dilakukan assessment atau evaluasi, bisnisnya masih belum layak waralaba. Ada ba
Read More
Ancaman Perubahan
Sepak terjang teknologi komputer dan digital telah menjadi ancaman nyata bagi para pebisnis yang tidak siap beradaptasi. Disadari atau tidak, artis pelukis airbrush papan reklame besar saat ini sudah
Read More
4 Ciri Franchisor “Kejar Setoran”
Ketika saya mengungkap salah satu penyebab kegagalan bisnis waralaba adalah fenomena franchisor kejar setoran, beberapa orang menanyakan bagaimana cara mengidentifikasinya. Berikut ini 4 ciri pewaral
Read More