Miyoshi, Satu Lagi Waralaba Japanese Food Yang Ramaikan Industri Waralaba

Kuliner negeri sakura memang punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena rasanya yang khas dan unik. Tak heran jika bisnis kuliner Jepang terus berkembang. Salah satu yang siap merAmaikan persaingan bisnis kuliner di industri waralaba adalah Miyoshi.

Panganan khas negeri sakura memang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Keunikan rasa serta tampilannya mampu memikat penikmat kuliner semua kalangan. Belakangan Japaness foodsemakin meluas dan berkembang secara masif.

Nah bagi Anda penikmat sajian kuliner Jepang, tidak ada salahnya untuk tau lebih dalam bisnis yang satu ini. Namanya adalah Miyoshi, bisnis kuliner yang mengadopsi gaya Japaness food ini mulai berdiri sejak tahun 2013 lalu. Dan mereka baru saja mengungumumkan membuka peluang kemitraan pada akhir 2017 silam.

Haryanto Wen, owner Miyoshi menerangkan, outlet pertamanya berada di daerah Mangga dua. Setelah itu Miyoshi terus berkembang hingga sekarang memiliki outlet di daerah lain diantaranya ada 3 outlet tambahan di kelapa gading . “Konsep kita sendiri adalah Japaness food. Jadi semua unsur Jepang kita terapkan, mulai dari tampilan outlet hingga menu dan rasanya juga,” terangnya.

Konsep Jepang-nya sendiri semakin kuat dengan berbagai menu-menu yang ditampilkan, mulai dari Rice bowl, Udon, sampai dengan Sushi. Tak sampai disana, demi menyentuh rasa yang sama, semua bahan baku hampir 100% nya merupakan bahan impor. “Untuk bahan baku kita jarang yang lokal, sampai beras pun kita impor termasuk saus yang menjadi keunggulan kami,” lanjutnya.

Dari sekian banyak menu yang ada, Rice bowl dan Sushi masih menjadi menu andalannya. Setidaknya ada sekitar 24 varian menu sushi dan 20 varian menu rice bowl. Harga di Miyoshi sendiri tergolong menargetkan pada segmen middle, dengan harga mulai dari Rp 30-70 ribu rupiah per porsi.

Dan bagi Anda yang tertarik untuk menjadi mitra Miyoshi, Haryanto membuka beberapa paket penawaran investasi. Menurutnya ada tiga paket investasi, yakni paket silver dengan menggunakan booth 4x4 meter sebesar Rp 350 juta, lalu paket gold untuk ukuran mini resto dengan luasan 50 meter persegi sebesar Rp 700-800 juta, dan yang tertinggi ada paket platinum dengan nilai investasi Rp 1,3 Miliar dan harus memiliki minimum ruko.

“Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas lisensi franchise dan kerjasama merek selama lima tahun, peralatan masak, perlengkapan usaha, desain dan dekorasi interior, instalasi air, listrik dan udara, manajemen bisnis, promosi, standar operasional franchise, bahan baku awal, supervisor gerai dan pelatihan karyawan,” jelasnya.

Hal lainnya perihal operasional akan dibantu oleh tim Miyoshi secara langsung. Satu outlet dari Miyoshi rata-rata bisa mengantongi omset sekitar Rp 30-50 juta tergantung dari lokasinya sendiri. Dengan perkiraan pendapatan omset tersebut, maka modal mitra diperkirakan bisa kembali dalam jangka waktu 2 tahun. Tak ada biaya royalti, hanya Harryanto mengadopsi konsep bagi hasil dari laba bersih. Mitra mendapat bagian 70%, sedangkan pusat 30%. Laba bersih ini setelah dipotong biaya operasional, namun tidak termasuk sewa tempat. Mitra juga wajib memasok bahan baku, terutama saus ke pusat.

“Miyoshi itu memiliki arti keberuntungan yang kokoh, jadi setidaknya kami berharap untuk tahun ini kami bisa terus membuka cabang-cabang lain lagi dan semakin berkembang,” pungkasnya.

Ade Komala

Maxpedia, Bimbel Yang Menerapkan 4 Konsep Metode Pembelajaran
Lembaga pendidikan belajar yang berdiri 12 Juni 2015 ini memiliki fitur unggulan seperti e-spiritual, Internet bimbel, e-Learning, dan e-colllege. Bagi para siswa, keberadaan bimbingan belajar (bimbe
Read More
Peluang Bisnis Baru Asal Solo dengan Lebih 200 Gerai di Indonesia
Didirikan oleh Sarendra Dwi Kusuma, seorang pengusaha muda asal Solo, bisnis minuman yang fokus pada pengolahan minuman jenis cokelat dan kopi ini sukses melebarkan sayapnya hingga ke berbagai kota di
Read More
Ayam Geprek Mbok Moro, Restoran Berkonsep Butik dari Jogja
Bisnis ini menawarkan produk ayam tepung yang di hancurkan dan diberi sambal. Bedanya dengan ayam penyet adalah Ayam Geprek lebih hancur. Ayamnya jenis ayam kemtucky. Jenis makanan ini banyak sekali b
Read More
Coffee Shop yang Menawarkan 3 Pilihan Paket Investasi
Satu lagi pendatang baru di bisnis coffee shop. Adalah Wake Cup nama kedai kopi yang siap meramaikan bisnis coffee shop. Wake Cup menawarkan 3 paket investasi untuk calon investor. Seperti apa peluang
Read More