Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://www.majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/dari-kaki-lima-satay-kato-kini-miliki-25-cabang-di-indonesia-tUZ.jpg): failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang.

Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Selatan terlihat asap mengepul cukup pekat ditambah dengan sekumpulan pengunjung yang didominasi anak muda turut mengelilinginya. Setelah dicermati, ternyata itu adalah sebuah usaha jajanan kaki lima yang tengah digandrungi saat ini.

Bisnis kuliner memang tidak pernah ada matinya. Selain menguntungkan karena siklusnya yang cepat, bisnis kuliner juga tergolong berisiko rendah. Terlebih untuk kuliner kaki lima seperti Satay Kato yang sedang menjadi tren kuliner saat ini.

Satay Kato sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2016 lalu. Sepintas kuliner yang satu ini memang mirip dengan  Satay Taichan. Namun sang Founder Yuda Fajrin, menegaskan bahwa Satay Kato bukanlah Taichan seperti yang dikira. Melainkan Satay pedas dengan brand Kato. “Tampilannya saja yang mirip, namun rasa sangat berbeda,” tegas Yuda.

Jika banyak dari taichan berbahan dasar daging ayam bagian dada, berbeda dengan Satay Kato yang justru hanya menggunakan daging ayam bagian paha sebaga bahan bakunya. Satay Kato dari segi rasa juga cenderung lebih gurih dan juicy. Hal lain yang membedakannya berasal dari sambal, jika Taichan menggunakn sambal mentah, namun untuk Satay Kato yang digunakan adalah sambal yang dimasak.

Konsepnya yang kekinian membuat Satay Kato mudah diterima oleh konsumennya. Dengan gerobak kayu sebagai pusat dapur dan kursi-kursi yang tertata di pinggir jalan, Kato berusaha menyesuaikan konsep dengan selera generasi muda yang hobi nongkrong, senang dengan suasana santai dan terbuka.

Namun untuk produk, Satay Kato yang dibanderol dengan harga Rp20 ribu per porsi ini menyasar market dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Pelanggan Satay Kato pun biasa mengonsumsi satay hingga puluhan tusuk dalam sehari. Tempat yang cozy dan service yang baik, membuat Satay Kato pun banyak dikunjungi kalangan artis. Bahkan, tidak jarang Satay Kato mendapatkan pesanan hingga ribuan tusuk dari kalangan pejabat. 

Untuk calon investor yang tertarik menjadi franchisee Satay Kato, Yuda menjelaskan membuka peluang usahanya dengan nilai investasi Rp 75 juta. “Mekanismenya pun saya beli putus. Tak ada royalti fee, dan inevestor diperkirakan bisa balik modal dalam waktu sekitar 5-6 bulan,” ujarnya.

Omzet  rata-rata yang bisa dikantongi Satay Kato sebagai kuliner kaki lima bisa mencapai Rp50 juta per hari. Untuk omzet tertinggi, Satay Kato bisa mencapai omzet Rp70 juta sampai Rp80 juta per hari. “Kita buka dari sore hingga malam, dan rata-rata setiap cabang bisa habis terjual,” urainya.

Meski terbilang baru genap satu tahun berjalan, Satay Kato sudah memiliki 25 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Yuda menargetkan di tahun 2018 ini dirinya bisa membuka hingga 100 cabang. Ia juga optimis bahwa Satay Kato siap bersaing secara sehat dengan Satay Taichan yang ada.

Ade Komala

Perkuat Bisnis dengan Standar Kualitas Produk
Tahu goreng merupakan salah satu camilan yang paling banyak digemari. Sudah banyak pengusaha kuliner yang mencoba mengkreasikan tahu menjadi berbagai sajian nikmat. Salah satunya "Tahu Jeletot Taisi"
Read More
Heerlijk Cafe, Mengusung Konsep Kafe Tempo Doeloe
Satu lagi pendatang baru yang akan meramaikan industri franchise di Indonesia di sektor bisnis kafe. Mengusung konsep kafe tempo doeloe, ia siap meraimaikan industri franchise.    Adalah He
Read More
PT Sanindo Perkasa Abadi Peluang Bisnis Berprospek Cerah yang Belum Ada Pesaingnya
Kebakaran yang masih sangat sering terjadi di Indonesia, dan merupakan penyumbang penyebab bencana di Indonesia dengan angka mencapai 14%. Kebakaran bisa terjadi setiap hari, PT Sanindo Perkasa Abadi
Read More
Sajian Bebek dengan Resep dari Pulau Asam
Saat ini resto yang menyajikan menu kudapan bebek kian digandrungi masyarakat Indonesia. Disamping kaya protein dan memiliki daging yang legit, bebek juga memiliki cita rasa tersendiri. Jika dipadu de
Read More