Legitnya Bisnis Kuliner Zaman Now

Bisnis kuliner masih menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Seiring berkembangnya waktu, kuliner pun banyak di modifikasi agar menarik konsumen. Seperti kuliner olahan pisang yang dilakukan The Bana Boo ini.

Bisnis memang tak pernah lepas berbicara tentang tren dan keinginan konsumen. Terlebih jika kita terjun di bisnis kuliner, otomatis kita harus siap untuk terus berinovasi melalui produk yang kita tawarkan. Seperti pada olahan pisang, sejatinya kita biasa menemukannya hanya sebatas diolah secara digoreng saja.

Namun zaman sudah berbeda, sajian kuliner pun turut memodifikasi tampilannya mengikuti tren yang sedang berlaku. Salah satu yang memanfaatkan peluang ini adalah Jane Puspa, owner dari The Bana Boo.

Dengan sentuhan sedikit pada olahan pisangnya, dia melakukan modifikasi dengan menambahkan beragam topping diatasnya seperti keju, green tea, oreo, coklat melted, dan lainnya. Atau sekarang kita lebih mengenalnya dengan sebutan banana nugget.

Bisnis kuliner kekinian inilah yang menggerakkan hatinya untuk terjun membuka usaha. Meski baru beroperasi sejak pertangahan tahun 2017 lalu, Jane sudah memiliki beberapa gerai yang tersebar seperti di Jakarta, Depok, Tanggerang, dan Bogor.

“Makin hari peminat The Bana Boo makin banyak. Mulai konsumen hingga yang mau jadi mitra,” ujar Jane. Peluang inilah yang memantapkan dirinya untuk menawarkan kemitraan The Bana Boo. Paket yang dibandrol berkisar di angka Rp 50 juta rupiah.

Selain mendapatkan hak penggunaan merek selama tiga tahun, investor juga akan mendapatkan peralatan masak yang lengkap, kemasan, promosi, bahan baku awal, interior desain, sampai dengan pelatihan karyawan yang disediakan.

The Bana Boo sendiri tidak menyiapkan karyawan untuk para investor, namun tidak menutup kemungkinan dirinya akan membantu jika investor kesulitan dalam mencari karyawan. Tidak ada sama sekali royalti fee, namu mitra wajib membeli bahan baku utama berupa pisang ke pusat. Untuk toppingnya sendiri mitra bisa membelinya di tempat lain.

Satu keunggulan The Bana Booo dibanding usaha sejenis menurut Jane adalah olahan yang lembut saat digigit serta kerenyahan yang bisa dirasakan dari luar. “Kami menggunakan jenis pisang kepok dan raja,” kata Jane.

Jane menuturkan, dalam sehari gerainya bisa menjual hingga 100 kotak. Tentunya jumlah ini akan bisa bertambah saat akhir pekan berlangsung. Dari sini diperkirakan The Bana Boo bisa mengantongi omzet hingga Rp 60 juta-Rp 80 juta per bulannya. Estimasi BEP bagi mitra sendiri sekitar 5-6 bulan.

“Harga yang kami bandrol untuk The Bana Boo antara Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kotak dengan isi antara 10 sampai 12 pisang. Adapun taburan di pisang kekinian ini antara lainchoco oreo, matcha, cookies n cream, red velvet oreo, triple choco, matcha cheese, white almond, dan masih ada lainnya,” tutupnya.

Ade Komala

Kedai Sosis Propie, Pionir Sosis Bakar Berkonsep Food Truck Yang Tetap Eksis
  Satu lagi tawaran peluang bisnis sosis bakar dari Bekasi yang tengah tren dan naik daun. Mengusung konsep Food Truck, bisnisnya tengah diminati banyak konsumen. Seperti apa peluang bisnisnya?
Read More
Ayam Geprek Mbok Moro, Restoran Berkonsep Butik dari Jogja
Bisnis ini menawarkan produk ayam tepung yang di hancurkan dan diberi sambal. Bedanya dengan ayam penyet adalah Ayam Geprek lebih hancur. Ayamnya jenis ayam kemtucky. Jenis makanan ini banyak sekali b
Read More
Yoya Hijab Memanfaatkan Member untuk Memperkuat Jaringan Bisnis
Perkembangan hijab sebagai bagian penting bagi wanita untuk menutup kepala kini semakin eksis. Ragam warna dan motif menjadi kekuatan hijab hingga kehadirannya mampu menyulap 
Read More
Soto Kuin Abang Suhai, Melirik Bisnis Soto Kuin dengan Resep Turun Temurun
Soto menjadi salah satu kuliner khas nusantara. Ada banyak ragamnya, mengikuti daerah dimana soto itu berada. Salah satu yang terkenal adalah Soto Banjar Kuin asal Banjarmasin. Konon ditempat asalnya
Read More