Basuki Rahmat, Bertekad Menjadi Pengusaha Sejak di Bangku Kuliah

Bagi kebanyakan orang, memiliki usaha yang besar dan menghasilkan merupakan sebuah impian. Maka itu, banyak yang sudah merintis bisnis sejak usia muda.  Begitupun dengan Basuki Rahmat. Sarjana Pendidikan lulusan Universitas Negeri Jakarta, jurusan Tata Niaga dengan major ilmu kepemasaran dan usaha ini sudah bercita-cita menekuni dunia usaha sejak di bangku SMA. Namun kesempatan tersebut datang ketika kuliah semester akhir.

Kesempatan tersebut bermula tatkala dirinya bekerja partimer di sebuah bimbingan belajar ternama di sela-sela kuliah di akhir tahun 2002. Setelah lulus 6 bulan berikutnya Basuki terlibat lagi dalam pembukaan bimbel cabang terbaru, dan berikutnya ia kembali dilibatkan untuk membuka cabang terbaru lainnya.

“Pekerjaan ini saya geluti kurang lebih 2 tahun. Selanjutnya dapat kesempatan untuk menjadi manager mulai dari tahap pembukaan di sekolah musik 2005, Alhamdulillah berjalan sampai kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya bersinergi dengan kawan mendirikan sebuah bimbel baru mulai dengan brand sendiri 2008 dimana sampai saat ini bimbel tersebut masih eksis,” paparnya.

Berbekal pengalaman beberapa kali mendirikan berbagai perusahaan, timbul niatan untuk memiliki usaha berdasarkan hobi. Basuki mempunyai ketertarikan hobi  yaitu travelling dan kuliner. Diawali dari hobi menyantap  makanan pedas sehingga menaruh perhatian pada kuliner pedas.

Selain itu, melihat fenomena berkembangnya produk kripik  Maichi serta menjamurnya tahu pedas di mana-mana, Basuki semakin melirik kuliner pedas. Bahkan karena begitu tertariknya pada kuliner pedas ia sempat menjadi mitra Tahu pedas, ia kemudian mendalami kondisi pasar pecinta pedas.

Basuki sadar bahwa terdapat potensi yang luar biasa dari penikmat kuliner pedas. Maka ia membuat usaha Mie Super Hot, apalagi kuliner mie sudah menjadi makanan pokok kedua di Indonesia yang sangat fenomenal.

Sejak didirikan tahun 2013 di Cibinong lalu, Mie Super Hot  langsung mencuri perhatian diminati banyak konsumen. Mie Super Hot  memiliki banyak pelanggan loyal, sehingga membuat pertumbuhan bisnisnya  bergerak cepat. Dalam waktu  kurang lebih 6 bulan  Mie Super Hot  telah balik modal.

“Konsumen Mie Super Hot Cibinong bukan hanya terdiri dari wilayah sekitar Cibinong, melainkan sudah meluas hingga ke daerah Puncak, Cileungsi, Cibubur, Depok, Bekasi, Cikarang, Condet, Buaran , Lebak Bulus, dan lain-lain,” ujar Basuki bangga.  

 

  Alvin Pratama

Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
Ricky Ferdinan Sutrisn, Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab
Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab Pria kelahiran Tulung Agung 9 Desember 1985 ini memilih untuk menekuni bisnisnya di dunia kuliner setelah bergelar Magister Arsitektur Universitas A
Read More
Adi Bagus Kristanto, Mantan Sales Yang Kepincut Bisnis Kuliner Jepang
Pria Berdarah Jawa ini memulai kariernya di salah satu perusahaan ternama, PT Kawan Lama Sejahtera di Jakarta selama 4 tahun sebagai Sales Specialist. Setelah 4 tahun bekerja di Jakarta ia memutuskan
Read More
SABRINA, Banting Setir dari Teknik Sipil ke Usaha Tiram
Kesuksesan seseorang memang tidak bisa diprediksi walaupun kadang apa yang dilakukan bertolak belakang dengan defenisi ilmu yang dimiliki. Sabrina contohnya, pemilik perusahaan PT Sabrina Grange Im
Read More