Strategi Memasarkan Bisnis Franchise di 2018

Maraknya franchise di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sebuah  ancaman sekaligus kesempatan bagi para  franchisor di dunia bisnis. Karena salah satu faktor yang paling berpengaruh pada bisnis franchise adalah  franchisornya atau pewaralabanya. Di mana dalam membangun bisnis franchise seorang franchisor harus berkompeten dan  tangguh dalam persaingan di dunia bisnis.

 

Bisnis Franchise yang tengah "booming" bisa menjadi sebuah ancaman bagi mereka  yang tidak memiliki inovasi dan renovasi dalam membangun atau mempertahankan franchisenya. Tetapi juga menjadi  sebuah kesempatan bagi mereka yang baru dan memiliki inovasi dan ide-ide kreatif dalam berbisnis franchise. Dengan melihat fenomena tersebut, seorang franchisor mau tidak mau harus mampu mengembangkan kemampuan bersaingnya dalam dunia bisnis.

 

Beberapa tahun yang lalu mungkin kita masih ingat bagaimana Dunkin Donuts menjadi brand yang dominan dalam dunia donat. Yang memang dulu relatif tidak memiliki pesaing. Namun coba kita lihat Sekarang, di mana-mana sudah muncul  J-Co, Mister Donut,  Krispy Kreme dll.  Sama halnya juga dengan Pizza Hut, yang juga saat ini sudah diganggu oleh merek Domino Pizza dll. Hoka-hoka Bento pun begitu pula, semula seolah-olah tanpa pesaing, sekarang ditantang oleh beberapa merek Bento lainnya. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada yang stag dalam dunia bisnis, harus terus-menerus ada inovasi-inovasi baru.

 

Di 2018, pemilik bisnis franchise (Franchisor) harus memiliki orientasi mengembangkan bisnis menjadi tangguh agar bisa bertahan  di tengah-tengah persaingan yang semakin sengit. Sebab, jika sudah tangguh dan kuat, hal ini akan lebih mempermudah  mengundang calon terwaralaba untuk memberi hak waralaba mereknya.

 

Apalagi tahun depan kondisi perekonomian Indonesia diprediksi semakin membaik.  Hal ini akan menjadi salah satu pendorong tumbuhnya berbagai macam  produk baru yang dipasarkan dengan sistem franchise. Keadaan ini juga yang membuat segala bentuk informasi tentang  franchise (waralaba) mulai dicari pasar, karena pada dasarnya masyarakat mulai tertarik untuk memasarkan produk- produknya dengan sistem franchise.

 

Nah, sebelum kita sampai pada strategi memasarkan franchise kita pada franchisee tentunya kita harus memiliki kesiapan dalam memperkokohkan franchise kita sehingga bisa mengundang franchisee untuk berkerja sama dengan kita. Berikut persiapan yang harus disiapkan:

 

Mempersiapkan paradigma

persiapan paradigma merupakan hal yang pertama yang dilakukan oleh pewaralaba (franchisor). Ketika kita telah memutuskan akan memfranchisekan bisnis kita, maka paradigma yang harus dimiliki bukan lagi paradigma untuk menjual produk/jasa kepada konsumen.

 

Misalnya, ketika kita memiliki bisnis makanan bakso, maka paradigma kita bukan lagi menjual bakso kepada pelanggan tetapi paradigma yang harus dibangun adalah menjual ”bisnis” baksonya kepada calon-calon franchisee. Maka perlakuan untuk kedua jenis customer tersebut sangat berbeda. Yang pertama, kita bisa menjual kepada pembeli langsung yang merupakan pemakan bakso kita, tetapi yang kedua, kita menjual kepada calon investor franchise yang belum tentu suka makan bakso. Namun karena tertarik dengan bisnisnya maka dia membeli franchise kita.

 

Mempersiapkan Organisasi yang Solid

John Schnatten di usiannya yang masih 20 tahunan, John mulai berwiraswasta dengan membuka took pizza. Ketika harus memilih merek, ia lebih suka menyusung namanya sendiri, yakni John. Mka jadilah Papa John’s pada tahun 1984.

Berkat kegigihan dan sedikit keberuntungannya, ia berhasil melelbarkan sayapnya menjadi 46 outlet pada 7 tahun pertama. Dan 7 tahun berikutnya jumblah outletnya melonjak secara eksponensial yakni lebih dari 1.600 unit. Tidak hanya itu saja, rata-rata penjualan per outlet-nya bahkan sanggup mengalahkan nama nama besar seperti Pizza hut, Domino’s dan sebagainya.

Ada sedikit rahasia dibalik kesuksesan John, dan itu adalah kepawaiannya dalam memimpin.  Tetapi tidak hanya sampai di situ saja, John juga memimpin para pemimpin-pemimpin (bisnis ) kelas satu seperti Oney, Blaine Hurst, Robert Wadell dan lain-lainnya.

Di sinilah kunci kesuksesan John, selain ia juga pawai dalam memimpin, John juga melantik salah satu anggotanya untuk menjadi leader (ketua) anggota-anggota lainnya. Itulah yang disebut Hukum  Reproduksi Kepemimpinan.

Sehingga setelah semua anggota diberdayakan, akhirnya semua kendali tidak terpusat pada satu kepala saja. Karena, kita telah menggunakan sistem empowerment, di mana wewenang telah dipercayakan dan dititipkan kepada kepala setiap bagian. Dan tentunya hal ini dilakukan bertujuan untuk membentuk organisasi yang solid.

 

Mempersiapkan investasi

Persiapan terakhir adalah persiapan investasi. Di sini merupakan persiapan modal yang nantinya harus kita keluarkan untuk menjalankan bisnis franchise.

 

 Setelah ketiga persiapan itu telah siap dan matang, saatnya kita menyiapkan strategi-strategi dalam memasarkan bisnis franchise. Yang di antaranya adalah:

Memberikan keunggulan produk yang bersaing

Berbicara mengenai hal keunggulan suatu produk adalah suatu hal yang berkaitan dengan kreatifitas. Yang mana, hal ini berkaitan dengan perbedaan produk kita dengan produk saingan lainnya, sehingga menciptakan keunikan yang lain dari pada yang lain. Umumnya konsumen akan memilih produk yang memberikan nilai lebih pada dirinya. Oleh Karena itu, kita dapat membuat produk yang baru dan sulit untuk ditiru para pesaing. Bila perlu kita dapat menggunakan strategi diferensiasi  produk dan kemudian kita fokus untuk menggarap segmen pasar tertentu. Hal ini berguna membidik target konsumen yang  ditentukan. Dengan demikian konsumen tidak akan berpaling pada produk lain, dan secara tidak langsung kita telah  menciptakan keunggulan suatu produk dibandingkan dengan produk lain. Misalnya, dengan banyaknya franchise makanan junk food yang bertebaran di Indonesia, kita dapat menciptakan franchise makanan daerah yang diolah sedemikian rupa. Sehingga dapat menarik konsumen yang mulai bosan dengan makanan junk food dan berpindah ke franchise makanan daerah tersebut. Dan hal ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan para franchisee dengan melihat franchise makanan daerah tersebut dengan pasar yang jelas.

 

Memperkuat merek produk

Untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin padat, kekuatan brand atau merek produk menjadi modal utama untuk memenangkan persaingan yang ada. Karena itu menjaga citra baik perusahaan dan memberikan pelayanan terbaik a bagi para konsumen dalah hal utama yang harus diperhatikan. Strategi ini secara tidak langsung dapat membangun loyalitas konsumen. Jika kita perhatikan bagaimana membangun citra yang baik ataupun brand bukan hanya sekadar dari promosi dari dalam perusahaan saja, akan tetapi promosi terbaik itu berasal dari konsumen sendiri.  Sehingga pemasaran dapat berjalan dengan sendirinya melalui promosi dari mulut ke mulut para pelanggan.

 

Membuat rencana pemasaran yang kreatif.

Selain memberikan produk dan pelayanan yang terbaik, dalam memasarkan sebuah produk juga membutuhkan pemasaran kreatif untuk menciptakan daya tarik tertentu bagi para konsumen. Langkah ini dapat dilihat pada sebagian besar bisnis franchise yang saat ini ada di pasaran. Banyak dari mereka sengaja menggunakan both (gerobak) menarik, baju seragam, mencantumkan logo dan nama brand yang menonjol untuk menarik minat konsumen, bahkan sampai menggunakan warna cerah untuk menarik konsumen. Sehingga bisnis yang dijalankan dengan sistem franchising terlihat lebih menarik dibandingkan bisnis-bisnis non kemitraan.

 

Pemasaran dengan gencar

Poin ke empat ini tentulah menjadi poin penting yang harus diperhatikan, seorang franchisor harus gencar dan giat dalam memasarkan franchisenya dengan berbagai media, seperti beriiklan di media segmentet, mengikuti pameran waralaba, menjadi sponsor, dan sebagainya. Karena Menjual franchise bukan proses sekali jadi, buka stand di pameran atau satu kali pasang iklan dan langsung mendapat pembeli. Menjual franchise adalah merupakan rangkaian dari proses proses yang terkait, dimulai dari memperkenalkan usahanya , memperhatikan kualitasnya meningkatkan mereknya (Brand), melakukan positioning, menetapkan target market investornya dan kemudian mempromosikan franchisenya .

Dengan strategi pemasaran tersebut, maka peluang dalam memasarkan produk-produk kita lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan strategi-strategi pemasaran. Selanjutnya para pelaku usaha yang menjadi franchisor maupun franchisee dapat terhindar dari kemungkinan gulung tikar yang saat ini banyak dialami pelaku usaha.

 

 

Berburu Produk di Lokasi Non Strategis
Dalam bisnis, lokasi dianggap sebagai salah satu syarat utama untuk menunjang kesuksesan bisnis. Tanpa lokasi yang strategis mustahil sebuah bisnis akan bisa sukses. Bayangkan, apakah Mc Donald’
Read More
Optimisme Bisnis Waralaba Indonesia Sambut 2017
Banyak pengamat yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia di 2017 nanti akan lebih menjanjikan. Hal ini antara lain didukung oleh sentiment positif dari berbagai kebijakan pemerintah baik fiskal ma
Read More
Next Gen Franchising di Indonesia
Pada acara World Franchise Summit Indonesia, 25 November 2016  lalu, dalam sambutannya Anang Sukandar, Chairman Emiritius of Asosiasi Franchise Indonesia(AFI) mengatakan, industri franchise dan B
Read More
Tren Bisnis Ritel
Banyak pengamat menilai, saat ini bisnis ritel dinilai mengalami goncangan. Hal itu terlihat dari banyaknya peritel raksasa yang menutup storenya belakangan ini. Sebut saja Matahari Department Store d
Read More