Pubblico Street Caffe, Coffee Pinggir Jalan Berkualitas Internasional

Indonesia seperti layak jika kita sebut sebagai surganya para penikmat kopi. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, mulai dari bagian Barat Indonesia hingga bagian Timurnya, kita memiliki kopi khas masing-masing dari berbagai daerah. Inilah bukti bahwa Indonesia memang surganya para penikmat kopi.

Banyak juga pelaku bisnis kopi sekarang ini, yang memang dahulunya adalah penikmat kopi sejati. Jadi peribahasa “sambil menyelam minum air” sangat tepat adanya. Satu dari sekian banyak pelaku bisnis kopi di Indonesia adalah Way, salah satu founder Pubblico Street Caffe.

Way mengisahkan, Pubblico sendiri berawal dari beberapa pendiri yakni Zika, Ikram, Brur, dan termasuk dirinya yang juga pecinta kopi. Mereka memulai bisnis ini pada bulan September 2016 silam, dengan tujuan untuk menyalurkan kecintaan mereka akan kopi.

“Awal berdiri, Pubblico menjadi penyalur Roast Beans (Biji Kopi yang sudah digoreng) ke Coffee Shop & Caffe di kota Medan. Selain Roast Beans kami juga menjual Cold Brew di awal berdiri. 10 Bulan berjalan kami tertarik untuk membuka Coffee Shop, tepatnya bulan Juli 2017,” lanjut Way mengisahkan.

Mereka mengemasnya melalui konsep Small coffee shop dengan Kopi berkualitas dunia dan harga “pinggir jalan”. Untuk itu Way menjelaskan mengapa namanya sendiri Pubblico Street Caffe. Meski menyuguhkan kopi dengan rasa internasional, namun mereka tetap menawarkan dengan harga pinggir jalan.

Di sisi lain keunggulan mereka terletak pada kualitas yang disajikan. Untuk coffee shop pinggir jalan kualitas produk mereka tak tertandingi saat ini di kota Medan. Untuk pecinta kopi, ada pilihan kopi espresso yaitu Piccolo Latte, dan Long Black (sajian kopi esspresso dengan gelas kecil) lau ada juga Machalatte minuman tradisional khas China yakni teh hijau yang dimodernkan dengan tambahan latte untuk yang tidak menyukai kopi.

Kopi yang digunakan sendiri ada lokal dan internasional. Untuk kopi internasional terdapat Elsavador yang sudah cukup familiar di kalangan pecinta kopi internasional, Etopia Gesia yang merupakan kopi langka yang diproduksi terbatas, karena didapat dari tumbuhan alami dan tidak bisa dibudidayakan. Sedangkan untuk kopi lokal ada pilihan kopi asal Dairi, Gayo, Mandailing, Simalungun dan kopi Jawa serta Flores.

Meski baru membuka gerainya di Medan, Pubblico menurut Way sudah sangat banyak peminatnya untuk bisa bekerja sama. Saat ini dirinya juga sedang menggarap proyeksi bisnis franchise kedepannya. Way menargetkan di tahun 2018 mendatang dirinya bisa membuka 4 cabang kembali.

Informasi lengkapnya bisa anda baca di Majalah Franchise edisi Januari 2018.

Ade Komala

 

 

 

Melirik Bisnis Salon dan Spa dengan Sentuhan Ala Jepang
Usaha kecantikan dan kesehatan seperti salon dan spa memang selalu menggiurkan, karena sudah menjadi kebutuhan kaum wanita yang tinggal di daerah urban. Beberapa kaum lelaki pun sudah aware dengan sal
Read More
Bimbel Asal Bali Ini Siap Bersaing di Industri Waralaba
Satu lagi peluang bisnis bimbingan belajar atau bimbel yang akan meramaikan industri waralaba Indonesia. Kali ini pemain waralaba bimbel berasal dari Denpasar, Bali, yaitu Ganda Edukasi.   Ganda
Read More
Satay Kato. Mengipas Cuan Dari Bisnis Satay
Meski berkonsep kuliner kaki lima, namun omset bisnis satay ini terbilang cukup menjanjikan. Maka tidak heran baru satu tahun beroperasi sudah memiliki 25 cabang. Di sudut kawasan Kemang, Jakarta Se
Read More
Meraup Untung dari Bisnis Bimbel Tiki Taka
Dewasa ini makin banyak orang tua yang sadar bertapa pentingnya memberikan pelajaran tambahan bagi putra putri mereka di luar jam sekolah. Bimbingan belajar (Bimbel) senantiasa menjadi pilihan mereka.
Read More