Geprek Master, Sensasi Kriuk dan Pedasnya Menjadi Daya Tarik Customer

Menu ayam geprek sedang booming di masyarakat. Sensasi rasa kriuk dan pedas membuat ketagihan bagi penggemarnya. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang  ini adalah Geprek Master.

Banyak resto yang menawarkan ayam geprek dengan level pedas yang menggiurkan lidah. Misalnya Ayam Geprek Bensu, Ayam Geprek Mas Eko, Ayam Geprek Mantap, dan Ayam Geprek Sambal Matah. Namun Ayam Geprek Master menyajikan  yang berbeda. Resrto ayam geprek yang berlokasi di Jalan Tanjung Duren Barat 1 No 1,  Jakarta Barat ini menawarkan sentuhan geprek lain dengan sensasi kriuk.

Pemilik kuliner ini tak ingin melewatkan momen booming ayam geprek. Stephani Aiko ikut menjajal peruntungannya dengan membuka Ayam Geprek Master.  Awalnya, ia hanya menawarkan lewat online. Namun, setelah melihat tingginya minat pembeli, sebulan kemudian ia membuka gerainya di Kebon Jeruk, Jakarta Selatan. Bahkan, dia menambah satu gerai lagi di Jakarta.

Datangnya permintaan konsumen untuk membuka peluang kerjasama pun disambut wanita 23 tahun ini dengan menawarkan konsep kemitraan. Kini, sudah ada tujuh mitranya yang tersebar di Ketapang, Cibinong, Cilegon, Tanjung Duren, Meruya, Mampang, dan Makassar. Menurutnya, potensi bisnis ayam geprek masih terbuka luas mengingat menu ini sudah sangat akrab di masyarakat.

Di Geprek Master, customer bisa bebas memilih makanan yang bercita rasa pedas. Sebut saja Ayam Geprek Original, Ayam Geprek Keju, Ayam Geprek Mozzarella, Indomi Geprek Keju, Indomie Geprek Spesial dan Mie Geprek Meleleh.

Selain itu, Customer juga bisa memesan menu tambahan seperti tahu crispy, jamur crispy, terong crispy, dan kol goreng. “Cita rasa gurih, pedas dan empuknya ayam sangat pas dijadikan sebagai menu makan siang maupun makan malam,” ujar Stephani.

Geprek Master menjual menu produknya mulai Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per porsi. Salah satu menu paling populer adalah geprek leleh yang terdiri dari nasi, ayam, sambel, lalapan, telur ceplok, dan lelehan keju mozarela. "Kami menggunakan sambal matang. Bumbu ayam juga merasuk ke bagian dalam daging, hingga tanpa sambal rasanya gurih," ungkap Stephani. 

Ada tiga paket kemitraan Ayam Geprek Master. Pertama, paket JABODETABEK senilai Rp 75 juta. Fasilitasnya, perlengkapan memasak, bahan baku 1.500 porsi, branding, pelatihan, sistem dan perlengkapan tambahan lainnya.

Kedua, paket luar JABODETABEK dengan modal awal Rp 120 juta. Mitra akan mendapat fasilitas sama seperti paket pertama.  Kedua mitra harus menyediakan lokasi seluas 40 m2 atau kapasitas enam meja plus empat hingga lima orang karyawan.

Ketiga, paket master franchise senilai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Selain mendapatkan fasilitas yang sama dengan dua paket sebelumnya, mitra mendapatkan tambahan resep serta bisa menyuplai bahan baku bagi mitra setempat.

Berdasarkan perhitungan, waktu balik modal yang dibutuhkan untuk paket ketiga sekitar 1-1,5 tahun. Asal, mitra bisa penuhi target penjualan Rp 3 juta per hari.

Alvin Pratama

Kefir Beauty, Peluang Bisnis Kecantikan ini Menyasar Segmen Pasar Middle Low
Bisnis salon kecantikan terus menunjukkan daya tariknya. Pasarnya yang luas mulai menyasar pasar kelas menengah ke bawah hingga kelas atas menawarkan pesona bisnis tersendiri. Tidak heran jika peluang
Read More
Dunia Susu Toko Susu Berkonsep Minimarket yang Kebal Krisis
Mengusung konsep minimarket dan menawarkan harga jual yang ekonomis, Dunia Susu tetap eksis hingga kini. Peluang bisnisnya pun diminati banyak investor.  Salah satu bisnis yang relatif stabil da
Read More
Kedai Kopi dengan Cita Rasa Nusantara
Di tengah maraknya kedai kopi, Kedai 27 hadir menyasar pangsa pasar menengah. Disokong oleh pengalaman bertahun-tahun dan para ahli kopi, Kedai 27 kini menawarkan peluang business opportunitynya. &nbs
Read More
SAP Express Courier, Pendatang Baru yang Langsung Melejit
Pendatang baru di bisnis jasa kurir ini tidak bisa disepelekan. Bagaimana tidak, baru Agustus, 2014 lalu beroperasi tapi SAP Express Courier melejit menjadi pemain jasa kurir dengan memiliki 45 j
Read More