MENGAPA CUSTOMER TIDAK JADI MEMBELI?

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://www.majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/Mystery-Shopper-300x199.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Sebagai seorang Konsultan Bisnis, saya masih menyempatkan diri untuk sesekali menjadi mystery shopper secara langsung. Saya lakukan hal ini karena ingin mengetahui pelayanan di market secara lebih real. Suatu hari saya mengunjungi salah satu resto baru di sekitaran Alam Sutera Serpong. Ketika itu saya bertanya perbedaan antara ayam goreng A dan B - saya terkejut saat waiter menjawab bahwa A berasal kota X dan masakan B dari kota Y (dimenunya tertulis Ayam Goreng X dan Y). Tentu saja bukan jawaban itu yang saya inginkan, tetapi mengapa waiter tadi menjawab begitu? Cerita kedua saya alami ketika menjadi mystery shopper di toko komputer besar di kota Solo Jawa Tengah. Toko tersebut kebetulan juga menjual smartphone. Saya bertanya hal yang sangat mudah, yaitu perbedaan antara smartphone merek AA dan CC (sekedar sebutan saja). Jawaban yang saya terima sungguh mengecewakan, katanya ‘hampir tidak ada bedanya’. Proses menjawabnya cukup lama dan Anda pasti kaget kalau saya lanjutkan cerita ini. Sales yang membantu saya tadi memegang 2 smartphone yang saya tanyakan, lalu melihatnya dengan teliti sebelum memberikan jawaban yang kurang bermutu tadi. Para pebisnis sekalian, dua cerita di atas menunjukkan bahwa ternyata ‘penjual’ belum mampu memuaskan pertanyaan customer. Ini tentunya yang membuat customer merasa tidak puas dan ragu untuk membeli. Anda pasti juga akan seperti saya, yang merasa bahwa penjual tidak menguasai product knowledge dengan baik. Ini terlihat dari jawaban yang tidak smart dan asal-asalan. Bagaimana saya akan percaya bahwa resto dan toko komputer tersebut ‘bisa dipercaya’ jika jawabannya membuat saya tertawa dan kesal. Kejadian yang saya alami mungkin ‘biasa Anda alami’, tetapi efeknya sangat luar biasa karena customer bisa tidak jadi membeli karena merasa ‘tidak sreg’ dengan penjelasan yang diberikan oleh penjual. Pertanyaan saya, apakah Anda yakin bahwa pelayanan di tempat usaha yang Anda kelola sudah baik dan tidak ada jawaban-jawaban yang tidak profesional? Apakah Anda selama ini hanya percaya kepada team yang memberikan pelayanan tanpa melakukan proses evaluasi dan tidak pernah lagi melihat proses pelayanan yang terjadi? Jika Anda tidak pernah lagi melakukan audit pelayanan, berhati-hatilah karena bisa jadi bisnis Anda usianya akan pendek dan mungkin akan segera tutup. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang saya lakukan, ada banyak hal yang membuat customer tidak jadi membeli, yaitu: ‘jawaban yang tidak pas dari penjual’, ‘pelayanan yang lambat tetapi masih tidak tepat, ‘tidak memberikan edukasi produk secara meyakinkan’, ‘customer merasa tidak dihargai ketika datang’, ‘produk sering kosong’, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Melalui artikel ini, saya ingin memberikan pesan penting kepada Anda para pebisnis, untuk benar-benar memperhatikan standar pelayanan dan terus melakukan evaluasi. Ingat! senyum dan keramahan tidak lagi cukup di era sekarang ini. Buktinya, resto dan toko komputer tadi - semua petugasnya melayani saya dengan ‘ramah’ tetapi tetap saja saya tidak jadi berbelanja. Jadi, inti dari semua proses pelayanan customer adalah ‘memberikan solusi tepat’ dan ‘membuat customer merasa nyaman’ serta ‘mendapatkan pengalaman yang menyenangkan’.  Jika percaya dan saat ini bisnis Anda belum melakukan hal-hal penting yang saya sebutkan di atas - segeralah berbenah! agar bisnis Anda tetap bisa eksis dan mampu bersaing. Djoko Kurniawan ? Senior Consultant of Business, Franchise & Service Quality
KETIKA PEBISNIS ‘TIDAK PEDULI’
Saya yakin banyak hal yang Anda alami ketika menjadi customer, baik menyenangkan maupun menyebalkan. Namun ternyata masih lebih banyak pengalaman yang tidak menyenangkan dan membuat customer kecewa di
Read More
MARKETING 4.0 BISNIS KULINER
Anda semua pasti setuju bahwa Marketing 4.0 yang sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah sangat penting untuk diketahui. Marketing 4.0 merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi&
Read More
SELF-SERVICE DALAM DUNIA PELAYANAN
Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar kata self-service? Apakah Anda ingat ketika memesan tiket pesawat atau hotel melalui salah satu situs online tertentu? Itulah self-service dalam dunia
Read More
Simbiosis Mutualisme Franchisor & Franchise
Idealnya hubungan antara franchisor dan franchisee harus selalu harmonis. Namun kebanyakan justru hubungan hanya berjalan dengan baik di awal kerja sama saja dan banyak yang berakhir dengan perseterua
Read More