MARKETING PLAN & EXECUTION

Dalam sebuah pertemuan di komunitas bisnis yang dihadiri pebisnis UMKM, saya bertanya apakah mereka sudah punya ‘Marketing Plan’ dan ternyata yang tunjuk jari hanya 5 orang. Ini berarti hanya 5% dari pebisnis yang sudah pernah membuat Marketing Plan. Jika yang punya hanya 5%, lalu berapa yang sudah melakukan eksekusi sesuai plan?

Para pembaca sekalian, kata ‘Marketing Plan’ memang sering kita dengar tetapi nyatanya hanya sedikit pebisnis yang sadar untuk membuatnya. Lalu bagaimana mereka menjalankan program marketingnya? Dari wawancara dengan beberapa pebisnis, saya mendapatkan fakta yang menarik yaitu bahwa mereka hanya membuat program marketing ketika angka penjualan mulai menurun.

Program marketing hanya kegiatan ‘penyelamatan angka penjualan’ yang harus dilakukan pada saat tertentu. Sebuah fakta yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan karena seharusnya semua pebisnis punya Marketing Plan agar bisnis bisa bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Berdasarkan kenyataan tersebut, dalam artikel kali ini saya ingin membahas tentang Marketing Plan & Execution yang belum dimengerti oleh banyak pebisnis UMKM. Saya akan memulai dari definisi dan pengertian dasarnya. Marketing Plan adalah proses manajemen yang mengarah pada perencanaan pemasaran. Perencanaan ini berisi serangkaian aktivitas ke arah penetapan tujuan pemasaran dan perumusan rencana untuk mencapai tujuannya.

Dengan kata lain Marketing Plan adalah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Jadi, Marketing Plan sesungguhnya adalah sebuah upaya sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi program pemasaran.

Selanjutnya, pertanyaan saya adalah bagaimana seorang pebisnis bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan berkembang tanpa memiliki Marketing Plan? Apakah pesawat dapat terbang tanpa radar? Apakah nahkoda bisa mengemudikan kapal laut tanpa kompas? Saya dengan tegas ingin mengatakan bahwa pebisnis yang belum memiliki Marketing Plan sama halnya seorang pilot yang terbang tanpa radar. Artinya pebisnis tidak akan bisa melangkah dengan benar karena tidak punya rencana yang jelas.

Berikut ini adalah 4 tahap untuk membuat Marketing Plan: (1) Buat analisa situasi perusahaan Anda dengan SWOT (2) Pastikan customer yang menjadi target (3) Tentukan tujuan yang ingin dicapai (4) Kembangkan strategi komunikasi pemasaran secara detail.

Para pembaca, membuat Marketing Plan bukanlah hal yang sulit jika Anda mau memulainya. Saya akan berikan contoh singkat. Misalnya, tujuan pebisnis adalah untuk meningkatkan brand awareness (membuat makin banyak calon customer yang mengenal produk/ jasa Anda) maka rencana yang harus dibuat yaitu merancang kegiatan beriklan  di media cetak, elektronik, media sosial secara digital, dan media lainnya.

Iklan yang Anda rancang harus terperinci setiap bulannya agar customer selalu melihat dan mendengar tentang produk/ jasa yang Anda tawarkan. Selain itu Anda juga harus melakukan kegiatan marketing lain seperti pameran, sponsorship, edukasi, talkshow, dan kegiatan lain yang mendukung upaya untuk meningkatkan brand awareness.     

Satu hal penting yang juga harus Anda perhatikan adalah budget marketing. Budget sangat mempengaruhi jumlah dan banyaknya kegiatan marketing. Bagi pebisnis yang memiliki budget besar tentunya akan lebih mudah dalam merancang Marketing Plan, namun demikian bagi yang budget-nya kecil tetap saja harus membuat Marketing Plan secara cerdas dengan pengaturan iklan secara lebih bijak.

Pesan saya, mulailah membuat Marketing Plan sederhana secara tertulis dan selanjutnya kerjakan semua rencana (execution) dengan baik dan konsisten. Jika Anda sudah mengeksekusi semua rencana yang ada di Marketing Plan, maka Anda akan bisa membuat evaluasi dan kedepannya akan dapat membuat rencana yang lebih baik. 

Bagi pembaca Majalah Franchise yang ingin konsultasi lebih jauh tentang artikel ini, silahkan email ke info@djokokurniawan.com atau Wa: 081573709100 atau twitter @djokokurniawan.

Ditulis oleh, Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business, Franchise & Service Qualiy

DK Consulting Group

www.djokokurniawan.com

 

 

DISRUPTIVE INNOVATION, SIAPKAN ANDA?
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar Inovasi Distruptif/ Disruptive Innovation? Beberapa bulan terakhir istilah disruptive banyak dibicarakan dan masih banyak orang yang belum paham dengan benar. D
Read More
CARA MEMILIH ‘CUSTOMER SERVICE’ YANG TEPAT
Setiap kali mengunjungi pengusaha UMKM di banyak kota di Indonesia saya selalu ditanya bagaimana cara memilih karyawan yang akan diberi tugas melayani customer (sebut Customer Service/ CS). Wajar saja
Read More
Moment of Truth in Customer Service
Ketika Anda datang ke rumah sakit, saya yakin Anda pasti ingin dilayani secara baik dan profesional. Jika ada petugas yang tidak bisa memberikan penjelasan yang meyakinkan, Anda akan merasa ragu-ragu
Read More
Simbiosis Mutualisme Franchisor & Franchise
Idealnya hubungan antara franchisor dan franchisee harus selalu harmonis. Namun kebanyakan justru hubungan hanya berjalan dengan baik di awal kerja sama saja dan banyak yang berakhir dengan perseterua
Read More