Tidak Hanya Mal, Perkantoran Juga Menjadi Bidikan Pelaku Franchise

Memilih lokasi usaha yang tepat merupakan faktor penting keberhasilan usaha franchise. Karena itu, para pelaku franchise tidak sembarangan memilih tempat usaha. Selain stand alone, salah satu lokasi usaha favorit adalah mal. Selain traffic pengunjungnya yang banyak, mal juga lokasi yang cocok untuk branding.

Namun sayangnya, sewa lokasi mal tidak mudah. Untuk mengisi space lokasi yang premium dibutuhkan biaya sewa yang tinggi. Bahkan sekedar bisa masuk saja sulit untuk brand-brand lokal yangbelum punya nama. Biasanya, pihak mal lebih memprioritaskan merek asing meski namanya belum dikenal di Indonesia.

Sebab itu, banyak pelaku bisnis yang mencari alternatif lain. Salah satunya perkantoran. Lokasi ini juga tidak kalah dengan mal dalam hal jumlah traffic. Untuk meningkatan brand awareness juga cocok. Tak heran banyak brand-brand franchise papan atas melirik lokasi perkantoran. Sebut saja Es Teler 77, Bakmi Naga Resto, Bangi Kopitiam dan banyak merek franchise lain

Hal ini yang ditangkap oleh Capital Markets Jones Lang LaSalle.  Atriani Lim, Manager Capital Markets Jones Lang LaSalle saat ditemui di acara Franchise & Start up Market Leader Award 2017 di XXI Lounge Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada 11 Oktober 2017 lalu mengatakan, saat ini kebutuhan tempat usaha seperti di ruang-ruang perkantoran untuk bisnis franchise mulai marak.

Atri menyebutkan beberapa brand franchise bahkan “berani” mengambil space di gedung perkantoran seperti franchise kursus bahasa inggris I Can Read dari Inggris yang memilih membuka salah satu cabangnya di Puri Indah Financial Tower, Kembangan, Jakarta Barat.

Tren pelaku franchise membuka cabang atau kantor di gedung perkantoran masih menurut Atri karena ada pertumbuhan demand yang mulai meningkat di kuartal yang sama dibandingkan tahun lalu. Terlebih Atri melihat saat ini harga sewa atau beli ruang perkantoran terutama di area CBD telah banyak mengalami koreksi atau penyesuaian dari pihak pengembangnya sendiri.

Atri pun mengaku optimis jika tren ini bakal berlanjut mengingat kondisi perekonomian juga terus menunjukkan geliat positif. “Bisnis franchise adalah bisnis jaringan sehingga kebutuhan terhadap perkembangan gerai-gerai baru sangat besar. Untuk itu saya rasa jika membuka cabang atau gerai baru di perkantoran sangat memungkinkan sekali,” pungkas Rofian Akbar, Pemimpin Umum Majalah Franchise Indonesia. (ZR)

 

Perkenalkan Bisnis Waralaba ke Ratusan Buruh Migran di Hong Kong
Majalah Franchise Indonesia (MFI) memperkenalkan model bisnis waralaba terhadap Ratusan Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan para BMI yang ada di Hong Kong k
Read More
KFC Indonesia Luncurkan Gerakan #Nostrawmovement
Beberapa sumber mengungkapkan bahwa sampah sedotan plastik masih menduduki peringkat ke-5 penyumbang sampah plastik di dunia termasuk Indonesia. Melihat kondisi tersebut KFC yang telah mencanangkan ge
Read More
Pameran Franchise Berskala Global Dibuka Presiden RI
Pertamakali dalam sejarah waralaba Indonesia, World Franchise Summit digelar di Indonesia. Ya, ini merupakan pertama kalinya Asosiasi Franchise Indonesia sebagai anggota World Franchise Council bisa m
Read More
Royal Garden Spa Buka Gerai ke-51 di Banjarmasin
Baru-baru ini Royal Garden Spa eresmikan outlet ke-51 di Banjarmasin. Outlet terbaru Royal Garden Spa ini hadir untuk memberikan perawatan spa, slimming dan anti aging terbaik untuk masyarakat Banjarm
Read More