Menjangkau Tempat Keramaian, Ayam Penyet Surabaya Luncurkan Food Truck

Inovasi atau mati, begitu kira-kira nasihat bisnis yang sering diungkapkan para pakar bisnis. Apalagi di tengah persaingan super ketat saat ini, jika tidak memiliki inovasi maka bisnis pun akan mudah diterjang pesaing. Karena itu pentingnya melakukan inovasi, baik di produk maupun layanan. Tujuannya adalah demi memuaskan kebutuhan pelanggan yang belum tergarap secara optimal.

Penyet Surabaya (APS) rupanya sadar akan hal itu. Merek ini pun terus melakukan berbagai inovasi, baik dalam produk, konsep dan interior gerai, maupun layanan. Yang terbaru, APS melakukan inovasi di layanan dengan meluncukan layanan food truck. “Kita meluncurkan layanan food truck ini untuk menjangkau konsumen di tempat-tempat keramaian seperti event, pameran, bazar, ulang tahun dan sebagainya,” kata Puspo Wardoyo, Owner Ayam Penyet Surabaya.

Puspo mengatakan, saat ini layanan food truck sudah ada di 12 outlet APS. Food truck tersebut hadir secara incidental saja, “karena rumah makan rata-rata biasanya tutup di jam 12.00 malam ke atas. Nah kita hadir untuk melayani waktu-waktu tersebut. Kedepannya, secara bertahap nanti setiap oulet APS memiliki layanan food truck,” ujarnya.

Meskipun food truck, kata Puspo, APS tetap menyajikan berbagai menu paket yang kualitasnya sama dengan yang ada di restoran APS. Beberapa menu paket seperti Paket Ayam Penyet, Paket Ayam Bakar, Paket Ayam Goreng Lombok Ijo, dan Paket Bebek Penyet dan sebagainya tersaji dalam food truck. “Menu paket kami sangat menggugah selera dan terjangkau oleh kantong. Buktinya banyak para anak remaja yang sampe antri untuk membeli menu paket kita,” ujarnya.

Sejak berdiri, APS menjadi salah satu destinasi kuliner ayam penyet di Indonesia. Restoran penyet ini diminati banyak konsumen karena ayamnya gurih, krispy, lembut dan sambal koreknya yang pedas nglemak, sehingga nendang rasanya. Datuk Zaid Hamidi, Menteri Pariwisata dan sekarang Menteri Dalam Negeri meminta Puspo supaya buka di Malaysia tepatnya di Ampang kuala lumpur karena nyandu (ketagihan) dengan sambal korek ayam penyetnya Wong Solo.

Informasi selengkapnya bisa anda baca di Majalah Franchise edisi Oktober 2017.

Zaziri

 

 

 

 

 

 

 

Komunitas Real Bisnis Bukan Motivasi Bukan Training Gelar Bincang Bisnis
Beberapa waktu lalu, Komunitas Real Bisnis Bukan Motivasi Bukan Training menggelar acara bincang bisnis dengan tema “Empowering Businesses To Sell And Grow”.  Acara yang diselenggarak
Read More
Ruben Onsu Gugat Kasus Merek Bensu
Ruben Samuel Onsu mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam upayanya untuk mendapatkan hak eksklusif atas merek Bensu. Bensu adalah merek yang Ruben gunakan untuk mengembangkan bisni
Read More
Outlet ke-9 Ixobox Hadir di Summarecon Mal Serpong
Setelah sukses mengelola 8 outlet, Ixobox yang dikenal dengan Haircut house ini terus melakukan ekspansi bisnisnya. Baru-baru ini, tepatnya Rabu, 11 Mei 2016, Ixobox meresmikan outlet ke-9 di pusat pe
Read More
Bebek Garing Tancap Gas Buka Gerai di Tangerang
Setelah sukses membuka gerai di kawasan Lebak Bulus beberapa waktu lalu, di bulan September ini Bebek Garing terus melebarkan bisnis dengan membuka satu lagi gerai di Kawasan Tanggerang, tepatnya di K
Read More