Ayam KQ5, Berkibar di Tengah Lesunya Ekonomi

Ekonomi Indonesia memang tengah lesu beberapa tahun belakangan ini. Tidak heran jika pemain bisnis kuliner memilih untuk hati-hati dan tidak agresif ekspansi ke berbagai kota besar, terutama daerah Jakarta. Berbeda dengan 3-5 tahun lalu, berbagai merek kuliner, terutama ayam begitu menjamur di kota Jakarta. Namun saat ini, hanya beberapa merek waralaba saja yang masih ekspansif.

Salah satunya adalah Ayam KQ5. Merek ini tetap eksis dan terus ekspansi ke daerah Jakarta dan sekitarnya. “Moment saat ini justru kita manfaatkan untuk ekspansi, karena perputaran uang di Jakarta dan sekitarnya tetap hidup,” ujar Shafiyyatul Ghina, penggagas berdirinya Ayam KQ5.

Putri pemilik Wong Solo Group ini memang mengikuti jejak ayahnya, Pupso Wardoyo yang sukses mengembangkan Ayam Bakar Wong Solo hingga mancanegera, yaitu ke Malaysia dan Jeddah. “Saya mendirikan Ayam KQ5 untuk para pecinta ayam bakar dan penyet yang selezat Ayam Bakar Wong Solo, namun dengan harga yang terjangkau. Sehingga anak muda bisa makan di sini,” ujar wanita yang akrab disapa Ghina ini.

Ghina mengatakan, saat ini gerai Ayam KQ5 sudah ada di berbagai daerah. Namun kedepannya, ia juga akan terus menggarap pasar Jakara dan sekitarnya. “Karena perputaran uang di Jakarta sangat besar. Potensi tersebut akan kita garap untuk mengembangkan Ayam KQ5 di daerah Jakarta. Setelah melihat gerai-gerai kami di Jakarta yang selalu ramai karena sudah punya konsumen yang loyal, maka kami akan kepung daerah Jakarta lainnya,” tandasnya.

Pasalnya, meskipun perputaran uang di DKI Jakarta sangat tinggi, bahkan mencapai 70% dari peputaran uang di Indonesia, namun tidak semua merek kuliner bisa sukses di Jakarta. Apalagi jika kuliner tersebut tidak memiliki keunggulan, maka jangan harap bisa sukses di Ibu Kota Indonesia yang persaingannya super ketat. Hampir semua pesaing dari berbagai daerah ada di Jakarta.

Akan tetapi, Ayam KQ5 bukanlah merek yang sekadar meramaikan persaingan saja, tapi juga merek yang mampu menguasai pasar ayam di beberapa titik daerah. Di daerah Pondok Kelapa misalnya, tidak ada kedai ayam yang seramai Ayam KQ5. Begitupun di daerah Mayestik, Jakarta Selatan, tidak ada pesaing yang bisa menyaingi pelanggan Ayam KQ5. Baik pelanggan yang mengunjungi langsung maupun pelanggan yang take away maupun delivery order.

“Delivery order kita kadang sampai ke daerah BSD Tangerang, Jakarta Timur, dan di luar daerah Jakarta lainnya. Para pekerja di daerah Jakarta Selatan juga banyak yang delivery order ke Ayam KQ5. Bahkan ada sebuah kantor yang sudah booking untuk order dalam satu bulan sebagai salah satu menunya,” ujar Yogi Beben, Store Manager Ayam KQ5 Mayestik, Jl Bumi No 46, Jakarta Selatan. 

Menurut Ghina, ada beberapa startegi yang dikembangkan KQ5. Selain menawarkan menu produk yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, Ayam KQ5 juga menawarkan menu paket yang pas untuk anak muda, seperti paket meriah yang dibandrol Rp 20 ribu, yaitu paket ayam penyet/bakar, nasi, serta es teh manis. “Kita juga gencar melakukan delivery, menyebarkan brosur dan melakukan media campaign seperti Majalah dan lainnya,” pungkasnya.

Sejak didirikan pada 2012, Ayam KQ5 terus mengembangkan gerainya ke berbagai daerah. Merek ini rupanya tidak hanya mampu membuktikan eksistensi bisnisnya di luar daerah saja, tapi juga di daerah Jakarta yang sangat ketat persaingannya. Buktinya gerai-gerai Ayam KQ5 di daerah Jakarta tidak pernah sepi pengunjung. Itu menandakan merek ini tidak bisa dianggap remeh.

Informasi selengkapnya bisa anda baca di Majalah Franchise edisi September 2017.

Zaziri

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melirik Bisnis Roti Bun Thailand ‘Naak Thai Bun’ Yang Sedang Hits
Menu Roti Thailand atau Thai Bun belakangan mulai populer di Indonesia, roti lembut dengan aneka selai melelah tersebut kian digemari dan diburu para pecinta kuliner dan jajanan kekinian tanah air. T
Read More
AFI dan Auto 2000 Beri Apresiasi Penggiat Usaha Kuliner Indonesia 2017
Di sela-sela pameran Info Franchise & Business Concept 2017, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Majalah Franchise Indonesia dan AUTO 2000 memberikan penghargaan dan apresiasi Penggerak Usaha K
Read More
OHM Hadirkan Inovasi Berbasis Teknologi Mobile Apps Operasional Hotel
Sudah 6 (enam) tahun Omega Hotel Management (OHM) menapakkan jejaknya di kancah bisnis perhotelan Indonesia. Telah dibuka 14 hotel, baik yang dimiliki ataupun dikelola oleh OHM sebagai operator melalu
Read More
Asia Pacific Franchise Confederation Meeting Mulai Digelar, Dihadiri 10 Negara
Perwakilan asosiasi franchise dari 10 negara di Asia Pasifik menghadiri Asia Pacific Franchise Confederation Meeting, di hotel di Fairmont Hotel, senayan Jakarta, (22/11). Acara tersebut akan berlangs
Read More