Penerbitan STPW Kini Dapat Diakses Secara Online

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah memberikan kemudahan dalam penerbitan STPW online. Penerbitan via online ini sudah di tetapkan sejak 1 Januari 2017 melalui PERMENDAG Nomor 85/M-DAG/PER/12/2016. Mengenai seluruh perizinan yang dilakukan di Kementerian Perdagangan dapat dilakukan secara online baik untuk perizinan dalam negeri menggunakan SIPT.

Khusus untuk perizinan yang dikeluarkan perdagangan Dalam Negeri seluruhnya wajib dilakukan secara online karena sudah menggunakan Digital Signature, artinya sudah tidak ada lagi kendala dokumen telat yang dikeluarkan oleh pimpinan yang tidak ada ditempat, jadi di manapun dapat mengakses, memverifikasi dan menerbitkan perizinan yang masuk. Sehingga kendala peneribitan dengan alasan diatas sudah tidak ada lagi.

Hal ini berdasarkan Permendag Nomor 86/M-DAG/PER/12/2016 berisi tentang ketentuan Pelayanan Perizinan di Bidang Perdagangan  secara online dan tanda tangan Elektronik.

Adapun tahapan dan proses pengurusannya, langkah pertama pemohon dapat mengakses sipt.kemendag.go.id. Di sana pemohon dapat melihat user manual untuk setiap jenis perizinan yang terdapat di Direktorat Perdagangan Dalam Negeri. Hal yang harus diperhatikan oleh pemohon adalah memiliki hak akses, hak akses ini berisi username dan password yang dapat digunakan untuk semua jenis perizinan yang diterbitkan Direktorat Perdagangan Dalam Negeri.

Jadi apabila pemohon telah memiliki hak akses bisa digunakan untuk perizinan yang lain, namun hak akses ini hanya spesifik untuk satu entitas perusahaan, artinya setiap pemohon/ perusahaan hanya dapat memiliki satu username dan satu password saja.

Cara mendapatkankanya pun mudah, cukup mengakses sipt.kemendag.go.id. Klik permohonan hak akses, ikuti langkah-langkah pendaftaran dan dokumen apas saja yang wajib di unggah, bila persyaratan sudah diisi secara lengkap dan benar dalam waktu 2 (dua) hari akan dikirim username dan password ke alamat email perusahaan dan penanggungjawab perusahaan.

Setelah memiliki hak akses pemohon dapat menggunakannya untuk mengurus jenis perizinan yang dikehendaki, dan langkah-langkahnya pun masih sama setelah semua persyaratan diisi secara lengkap dan benar pemohon akan mendapatkan nomor pendaftaran yang dapat digunakan untuk menelusuri proses permohonan izin yang dilakukan, sudah sejauh mana diproses dan juga mengetahui apakah permohonannya sudah selesai atau belum.

Hingga saat ini semua jenis usaha dapat mendaftarkan STPW, karena penerbitan STPW tidak dibatasi oleh jenis usaha tertentu, tetapi kembali lagi apakah usaha tersebut sudah layak diwaralabakan atau belum, yang tentunya mengacu kepada kriteria yang terdapat dalam Permendag Nomor 53/M-DAG/PER/10/2012.

Adapun pengajuan secara online hanya merubah cara pengajuan permohonan STPW saja yang awalnya dilakukan secara manual menjadi secara online, dengan catatan dapat memperbaiki kelemahan tata cara sebelumnya. Artinya kita mendukung program pemerintah dalam kemudahan berusaha (Ease of Doing Bussines) sehingga secara keseluruhan dapat memperbaiki iklim investasi, karena sewaktu pengajuan secara manual, penerbitan STPW dapat memakan waktu 14 hari kerja (dua minggu) sedangkan saat ini SLA (Service Level Arrangement) atau janji layanan untuk penerbitan STPW hanya 2 (dua) hari.

Tercatat hingga bulan Agustus 2017 STPW, yang telah diterbitkan dalam lima tahun kebelakang (tahun 2012) sebanyak 228 perusahaan Dalam dan Luar Negeri.

75% Peserta Pemeran Adalah BO Yang Harus Didorong Jadi Franchise
Kontribusi bisnis waralaba akan dimaksimalkan pemerintah sebagai salah satu sektor penyumbang ekonomi nasional. Para pelaku bisnis UKM potensial yang ada di daerah-daerah juga akan didorong pemerintah
Read More
Ikuti Penghargaan Waralaba Indonesia
Saat ini kegiatan Penghargaan Waralaba Indonesia (PWI) telah sampai pada tahap Sosialisasi dan Penjaringan peserta PWI. Sosialiasai dan penjaringan peserta PWI diselenggarakan di 8 lokasi dengan jadw
Read More
Membidik Pasar Luar Negeri dan Tantangannya
Sebelum memutuskan untuk ekspansi ke pasar global, maka para pewaralaba harus memahami terlebih dahulu berbagai faktor misalnya potensi pasar negara tujuan. Hal ini bisa dilihat dari selera masyarakat
Read More
Belum Memiliki STPW? Siap-Siap Didenda Rp 100 Juta
Dalam rangka meningkatkan jumlah penerbitan STPW bagi Pemberi Waralaba Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan melakukan kegiatan Pengawasan Kegiatan Usaha Waralaba secara rutin. Melalui kegiatan terse
Read More