GO DIGITAL UMKM INDONESIA

Istilah Digital Marketing hampir tiap hari kita dengar. Digital Marketing mulai menggantikan dan menggeser marketing konvensional. Ini disebabkan karena kemajuan teknologi mobile yang sangat cepat. Para pebisnis UMKM mau tidak mau juga harus mulai menggunakan digital marketing agar produknya dikenal oleh market dan supaya bisnisnya bisa tetap eksis.

Jika kita lihat memang sudah mulai banyak pebisnis UMKM yang memanfaatkan digital marketing. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan beberapa marketplace online yang makin bersinar karena terbukti sangat membantu para pebisnis UMKM di Indonesia. Kita kenal Tokopedia, Buka Lapak, Elevania, Qoo10 Indonesia, Rakuten, dan beberapa brand lain yang bisa dipakai oleh pebisnis UMKM untuk memasarkan produknya secara online.

Marketplace online tersebut dipilih oleh para pebisnis karena marketnya yang sangat luas dan cepat direspon oleh target market. Pebisnis UMKM tinggal upload foto produk, memberikan sedikit penjelasan produk, dan tinggal menunggu order masuk. Wow.. sangat mudah.

Para pembaca, saat ini banyak yang mengatakan bahwa bisnis semakin susah dan usaha makin sepi. Tentu saja itu adalah pendapat mereka yang masih belum menggunakan digital marketing. Bagi para pengguna digital marketing yang sudah memanfaatkan marketplace online tentu akan mengatakan bisnis tidak terlalu sulit bahkan ada yang menyebut lagi ramai.

Apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya adalah pola belanja yang bergeser dari konvensional ke digital. Jadi sesungguhnyalah customer tetap belanja tapi dengan cara yang sudah berbeda. Customer lebih memilih belanja secara online karena tidak repot, praktis, dan sudah menjadi gaya hidup.

Marketplace online di Indonesia tumbuh secara cepat dan banyak yang tumbuh menjadi besar sehingga mulai dilirik oleh investor kelas dunia. Kita lihat di bulan Agustus lalu Tokopedia mendapatkan suntikan dana yang sangat besar dari Alibaba Group dari China senilai 14 trilyun. Angka yang sangat fantastis bagi Tokopedia yang baru berusia 8 tahun.

Tentunya ini berita baik bagi para pebisnis UMKM karena Tokopedia akan makin berkembang dan bisa menjadi jembatan bagi mereka untuk memasarkan produk mereka dengan lebih baik lagi.

Para pembaca, marketplace online hanya salah satu cara memasarkan produk secara digital. Masih banyak cara lain untuk memasarkan produk secara digital, antara lain melalui social media, messenger, dan personal website. Semuanya bisa digunakan oleh pebisnis sesuai dengan skala bisnis dan kebutuhannya. Yang paling penting adalah bahwa pebisnis harus memulai mencoba memasarkan produknya secara online agar bisa mengambil market secara lebih luas.

Satu hal penting yang harus dipahami oleh pebisnis adalah bahwa setiap cara yang akan digunakan untuk memasarkan produk secara digital punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika pebisnis menggunakan marketplace online, ini seperti menumpang jual di rumah orang. Jika rumah ditutup maka mereka tidak bisa jualan lagi. Apabila pebisnis membuat website sendiri maka akan butuh waktu yang lebih lama untuk bisa menjual, karena website belum dikenal market dan belum punya customer database.

Lalu bagaimana? Lakukan dengan menggabungkan beberapa cara jualan online agar lebih optimal. Di tahap awal kita bisa gunakan markerplace online karena bisa menjual lebih cepat dan selanjutnya secara paralel bisa mulai mempersiapkan website sendiri.  

Di akhir artikel ini, saya berpesan kepada para pebisnis UMKM untuk tidak takut masuk dalam digital marketing karena memang sudah menjadi kebutuhan semua pebisnis. Jika belum paham, mulailah dengan belajar. Tidak akan sulit jika mau mencoba. Sekarang ini sudah banyak komunitas yang siap membatu para pebisnis UMKM untuk masuk ke era digital antara lain komunitas AkuMandiri dan Nurbaya Initiative. Jangan sampai terlambat karena pebisnis lain sudah memulainya.

Bagi pembaca Majalah Info Franchise yang ingin konsultasi lebih jauh tentang artikel ini, silahkan email ke info@djokokurniawan.com atau Wa: 081573709100 atau twitter @djokokurniawan.

Ditulis oleh, Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business, Franchise & Service Qualiy

DK Consulting Group

www.djokokurniawan.com

 

 

Saatnya Pebisnis Menjual Experience & Happiness
Ketika mengadakan workshop ‘Marketing & Branding di Era Modern Menyambut MEA 2015’, saya memaparkan kepada peserta yang hadir bahwa pebisnis di era modern tidak boleh hanya menjual produk/ ja
Read More
KETIKA PEBISNIS ‘TIDAK PEDULI’
Saya yakin banyak hal yang Anda alami ketika menjadi customer, baik menyenangkan maupun menyebalkan. Namun ternyata masih lebih banyak pengalaman yang tidak menyenangkan dan membuat customer kecewa di
Read More
CARA MEMILIH ‘CUSTOMER SERVICE’ YANG TEPAT
Setiap kali mengunjungi pengusaha UMKM di banyak kota di Indonesia saya selalu ditanya bagaimana cara memilih karyawan yang akan diberi tugas melayani customer (sebut Customer Service/ CS). Wajar saja
Read More
Customer Experience Management (Cem)
Semua perusahaan ingin menciptakan hubungan yang baik dan intim dengan customer. Mereka sudah mulai sadar bahwa hanya dengan sebuah hubungan yang baik, maka bisnis akan bisa berjalan dan bertumbu
Read More