ReFit Gym, Bugarnya Investasi Pusat Kebugaran

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://www.majalahfranchise.com/res/fiona/drive/uploads/17882659_1258161350904228_2468122558877138944_n.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found

Filename: views/V_article_details.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/trie/public_html/application/views/V_article_details.php
Line: 14
Function: getimagesize

File: /home/trie/public_html/application/views/V_page.php
Line: 104
Function: view

File: /home/trie/public_html/application/controllers/C_article.php
Line: 121
Function: view

File: /home/trie/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Prospek bisnis pusat kebugaran di Indonesia sangat prospektif seiring tingginya daya beli konsumen di segmen pasar kalangan muda. Bisnis pusat kebugaran seperti Refit Gym pun memiliki potensi berkembang secara pesat dan memberikan peluang yang menjanjikan.

Bermula dari niat ingin mengedukasi masyarakat luas agar lebih aware menjalani hidup sehat, Mela Gunawan, Chief Marketing Officer Refit Club mendirikan pusat kebugaran Refit Club. Bernaung di bawah bendera PT Mitra Bugar Bersama, Mela sapaan akrabnya mulai membangun bisnisnya ini sejak tahun 2016 dengan cabang pertama mereka berada di Green Lake City, jakarta Barat.

Wanita lulusan Shanghai Internasional Study University sangat optimis dengan bisnisnya ini. Pasalnya, Ia sendiri telah bergelut lebih dari 8 tahun dalam industri kebugaran khususnya fitness. Diharapkan, dengan hadirnya Refit Club, dapat menjadikannya sebagai bisnis pusat kebugaran yang terjangkau bagi masyarakat.

Mela tidak sendiri membangun usaha ini. Ia dibantu bersama tiga orang rekannya yang lain yakni Jerry Mulyadi (President), Irawan Amanko (CEO), dan Agus Meftahudin (CTO). Hingga kini Refit telah memiliki 3 cabang dalam enam bulan pertama sejak didirikan. Setelah cabang Green Lake City sukses, dilanjutkan dengan cabang kedua yang terletak di Aeropolis Bandara Soekarno Hatta, dan yang ketiga berada di Simpang Lima Semarang.

Mengusung konsep affordable budget, Refit tetap memberikan fasilitas pelayanan yang baik dan profesional. Selain itu, Refit juga tetap menghadirkan seluruh produk yang mewakili sebuah pusat kebugaran. Misalnya dengan menawarkan training dan signature calss, tentunya didukung oleh program latihan yang baik dan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya serta fitness equipment yang berkualitas baik.

“Hal ini tidak hanya menarik untuk para member, tap juga bgi para investor sebagai peluang bisnis yang perlu di pertimbangkan untuk dikembangkan,” ujar Mela.

Refit Club memiliki konsep affordable gym yaitu gym centre yang harganya sangat terjangkau mulai dari Rp 200-300 ribu/bulan. Harga tersebut menyasar segmen kelas B dan C. Masyarakat Indonesia hampir 75% berada di kelas B dan C. Menurutnya, gym centre dengan segmen tersebut belum ada yang menengok dan memiliki peluang yang besar. Refit Club menyasar pegawai dengan gaji UMR dan mahasiswa. Dari segi alat dan fasilitas di kelas dipenuhi sesuai dengan standarisasi.

Rasanya memang tak salah, potensi pasar untuk bisnis ini kian hari dinilai kian meningkat. Mela menilai, memasuki tahun 2020, generasi Y akan mencapai 80% di Indonesia. Dan menurutnya generasi ini adalah generasi yang sudah cukup teredukasi dengan gaya hidup sehat dan rutin olah raga.

Refit sendiri saat ini sudah mengusung sistem bisnis waralaba atau kemitraan. Cabang kedua dan ketiga mereka sudah dijalankan dengan konsep tesebut. Dan untuk kedepannya, Refit akan hadir di beberapa kota besar di Indonesia. “Nilai investasi berkisar dari Rp 1,9 Miliar rupiah. Tergantung luas lahan yang dibangun dengan Royalty Fee senilai Rp 400 juta, Management Fee sekitar 10% dari pendapatan kotor tiap bulannya," ungkap Mela.

Berpijak dari skema waralaba Refit Club itu, maka Mela mengestimasikan BEP (Break Even Point) sekitar 3 tahun. Untuk selanjutnya Reft menargetkan dalam kurun waktu sampai akhir tahun ini akan membuka dua cabang kembali. Sementara untuk targte lanjutannya mereka menargetkan bisa membuka 20 club lagi sampai tahun 2020 mendatang, dengan perkiraan 5 sampai 10 club per tahunnya.

“Kami akan bergerak cepat, melakukan edukasi terhadap masyarakat akan penting gaya hidup yang baik dan berolahraga secara rutin, baik dan benar. Juga pastinya menyampaikan peluang yang menguntungkan ini kepada para investor. Serta kami hadir di event- event pameran franchise dan olahraga,” pungkas Mela.

Ade Komala

DNI Skin Centre Bali, Bisnis Kecantikan Formulasi Dokter Spesialis dengan Harga Produk Terjangkau
DNI SKIN CENTRE adalah bisnis klinik kecantikan formulasi dokter spesialis kulit yang memberikan solusi untuk segala masalah kulit dan kecantikan berdasarkan ilmu terbaru dan teruji secara medis namun
Read More
Hejo Hejo, Meneguk Peluang Bisnis Cendol Yang Naik Kelas
Orang Indonesia baik tua maupun yang muda tentunya sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata cendol. Ya, minuman khas Indonesia ini sudah menjadi satu kuliner yang tak bisa lepas dari memori masyar
Read More
Heerlijk Cafe, Mengusung Konsep Kafe Tempo Doeloe
Satu lagi pendatang baru yang akan meramaikan industri franchise di Indonesia di sektor bisnis kafe. Mengusung konsep kafe tempo doeloe, ia siap meraimaikan industri franchise.    Adalah He
Read More
Kinan Pizza Mama, Pizza Lokal Cita Rasa Khas Kota Bumi Ronggolawe
Berbekal modal sederhana dan tepat dalam penentuan lokasi bisnisnya, membuat Kinan Pizza berkembang di 10 kota di Indonesia. Jenis makanan Italia sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Salah
Read More