Art Metal Laserindo, Peluang Bisnis Menarik yang Masih Langka Pesaing

Bisnis asal Surabaya ini menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Selain potensi pasarnya terbilang besar, bisnis ini pun belum banyak pesaing. Seperti apa prospek bisnisnya? 

Satu lagi peluang bisnis yang memiliki prospek baik di industri franchise. Adalah Art Metal Laserindo (AML), yang bergerak di bidang pabrikasi besi yang fokus di interior dan eksterior metal cutting. Potensi bisnis ini kedepannya bisa dibilang besar karena pembangunan perumahan, perkantoran, rumah sakit dan proyek pemerintahan masih sangat banyak dan terus berkembang.

Terlebih lagi pemain di bisnis ini masih langka. Seperti yang dikatakan Howard Sudihardjo, Director Art Metal Laserindo, persaingan di bisnis ini sebenarnya masih kurang dikarenakan untuk memulai usaha ini sangatlah tidak mudah dan juga memerlukan modal yang cukup. “Sehingga saya optimis 5-10 tahun ke depan bisnis ini bisa berkembang,” ujarnya

AML berdiri sejak 2010 di Surabaya. Sudihardjo mendirikan bisnis ini bermula saat dirinya traveling ke Amerika dan Australia. “Di sana saya melihat banyak sekali bangunan tidak hanya bangunan public seperti airport, rumah sakit tetapi juga kantor dan perumahan menggunakan metal cutting ini sebagai hiasan dekoratif dan safety untuk pengaman. Hal ini yang saya lihat sebagai peluang karena di Indonesia masih belum terlalu banyak perusahaan yang membuat usaha seperti ini,” ceritanya.

Sudihardjo kemudian mendirikan gerai pertama di daerah Surabaya. Pada saat itu respon pasar cukup bagus terhadap produk metal cutting. Beberapa produk yang seperti Canopy, Pintu, Pagar, Pintu ,Teralis, Divider, Tangga & Facade cukup diminati konsumen. “Produk-produk tersebut keunikannya dikerjakan dengan mesin automasi CNC Metal Cutting dan dengan finishing Powder Coating,” bebernya.

Dengan harga jual mulai dari Rp 750,000 - Rp 3,500,000/m2, Sudihardjo bisa mengantongi omzet Rp 200 Juta – 500 Juta dari setiap gerai AML. “Hampir setiap hari ada pengunjung yang datang,” ungkapnya. Sejauh ini, AML sudah memiliki 6 cabang pabrik yaitu di Jakarta, Surabaya, Makassar, Samarinda, Balikpapan.

Sudihardjo menuturkan, keunggulan AML ialah memiliki mesin yang menggunakan hasil produksi dari pabrik mesin AML sendiri, sehingga efektifitas dan efisiensi pekerjaan dapat dihasilkan melalui mesin dan sistem kerja yang maksimal. “Keunggulan kami juga memberikan garansi untuk setiap mesin yang dipakai di setiap cabang selama 3 tahun,” katanya.

AML mulai menawarkan peluang bisnis pada awal tahun 2017. “Selama 6 tahun kami sudah berkembang menjadi 4 cabang yang dari awalnya hanya 1 cabang pabrik,” ujar Sudihardjo

Lalu seperti apa konsep peluang bisnis yang ditawarkan? Sudihardjo mengatakan, konsep AML adalah jaringan yang menyediakan 2 pilihan bisnis. Pertama, konsep Business Opportunity Mandiri dan yang kedua adalah konsep Partnership. “Alasan saya menggunakan konsep bisnis ini karena konsep bisnis ini dapat menjangkau market lebih luas,” katanya. 

Bagi calon investor yang berminat, potensi bisnis ini cukup menjanjikan. Pasalnya, menurut Sudihardjo nett profit bisnis ini di atas 100%. “Sedangkan saat- saat sepert ini untuk profit 30% saja untuk suatu usaha tidak mudah,” terangnya. “Kemudian keuntungan dari setiap customer kami adalah karena untuk memulai usaha pabrikasi ini sangatlah tidak mudah ditiru oleh orang lain sehingga memberikan entry barrier yang cukup besar. Dan efeknya adalah tidak banyak usaha serupa yang akan buka,” sambungnya.

Total investasi yang dibutuhkan untuk memiliki bisnis AML sekitar Rp 1,5 miliar - Rp2,5 miliar. Investasi tersebut menurut Sudihardjo sudah termasuk peralatan mesin, tempat dll. “Estimasi BEP 1,5 - 2,5 tahun. Sementara royalty fee yang dipungut oleh AML Rp 6,8 juta setiap bulannya. Mesin CNC Metal Cutting, perlatan pabrikasi besi, finishing powder coating lengkap dengan oven-nya juga kita berikan untuk start up awal,” pungkasnya.

Zaziri  

 

KAKO Thai Tea, Meraup Untung dari Teh Thailand
Minuman segar dan juga rasa manis yang tidak terlalu menohok, inilah sedikit gambaran bagaimana cita rasa minuman yang sedang tren saat ini yakni Thai Tea. Minuman asal negara gajah putih Thailand ini
Read More
Kedai Sosis Propie, Pionir Sosis Bakar Berkonsep Food Truck Yang Tetap Eksis
  Satu lagi tawaran peluang bisnis sosis bakar dari Bekasi yang tengah tren dan naik daun. Mengusung konsep Food Truck, bisnisnya tengah diminati banyak konsumen. Seperti apa peluang bisnisnya?
Read More
Sambel Lombok, Mengantongi Laba dari Pedasnya Bisnis Restoran Khas Sambel Lombok
  Bisnis kuliner dengan konsep sambel pedas saat ini memang sedang tren. Tak ayal, banyak rumah makan yang menawarkan konsep demikian. Salah satunya adalah restoran yang bermarkas di Tangsel ini
Read More
Bree Chocolateria Kafe Spesialis Cokelat dari Surabaya
Ketersediaan kakao di dalam negeri yang berlimpah membuat potensi bisnis cokelat terbuka lebar untuk digarap. Salah satu produk olahan kakao yang populer saat ini adalah minuman. Itu sebabnya, kini ma
Read More