Fat Straw, Konsep Menarik dengan Open Space Menjadi Andalannya

Bubble drink kini kembali populer setelah sempat booming di awal 2000-an. Minuman teh susu berbagai rasa dengan aneka jenis topping ini memang sedang digemari khususnya oleh kalangan muda. Campuran teh, susu dan topping (pearl atau jelly) menimbulkan sensasi rasa yang segar sekaligus creamy.

Fat Straw, menjadi bubble drink terbaru yang bisa ditemui di Jakarta dan sekitarnya. Outlet minuman sejenis, umumnya hanya berbentuk counter dimana pengunjung hanya memesan minuman, menunggu minuman disiapkan lalu mengambil pesanan. Ada pula outlet yang menyediakan tempat duduk sekedarnya.

Berbeda dengan yang lainb outlet Fat Straw dirancang agar pengunjung merasa nyaman untuk duduk berlama-lama sambil menikmati minuman. Di salah satu tokonya yang berada di lantai dasar Gandaria City, Jakarta Selatan, meskipun kecil, ruangan ditata dengan desain minimalis namun namun terkesan imut.

Outlet Fat Straw dirancang dengan konsep open space. Begitu memesan dan membayar minuman, Anda bisa langsung memilih tempat duduk. Fat Straw didominasi palet kuning dan cokelat, dengan lantai bergambar heksagonal atau segi enam begitu juga dengan bentuk mejanya. Anda bisa memilih duduk di kursi kayu atau sofa panjang. Penataan lampu juga dibuat menarik, begitu pula dengan dinding-dindingnya.

Bentuk heksagonal yang banyak diterapkan pada interior ruangan ini ternyata ada artinya. Fat Straw menyediakan minuman dengan madu sebagai pemanisnya, bukan gula pasir atau cair. Bentuk heksagonal menggambarkan sarang lebah yang juga berbentuk segi enam.

Harry Fendianto, Business Development Manager Fat Straw menjelaskan, untuk di kota-kota besar kedepan Fat Straw akan menyambangi kota Medan, Manado dan Bali. “Pada tahun ini kami fokus kemitraan terlebih dahulu,  satu bulan satu outlet, saat ini baru terdapat  5 outlet, di Surabaya ada 2 outlet, di Jakarta  1 outlet, Palu 1 outlet dan Bandung 1 outlet,” jelas Harry.

Fat Straw memang menawarkan bubble drink yang sedikit berbeda dari minuman sejenis pada umumnya. Menu unggulannya disebut Ice Milk Drink, bukan Ice Milk Tea. Minuman ini merupakan campuran susu putih cair segar yang diblender bersama es batu dengan topping pudding aneka rasa dan bubble/pearl, serta tambahan sirup.

Harga minuman di Fat Straw mulai dari Rp 24 ribu hingga Rp 28 ribuan. Sementara makanan dari Rp 30 ribuan. Fat Straw berlokasi di Gandaria City, ground floor, Jakarta Selatan.

Informasi selengkapnya terkait investasi bisa anda simak di Majalah Franchise edisi Agustus 2017.

Alvin Pratama

Royal Tea Roci Rasa Buahnya Senikmat Investasinya
Bisnis yang satu ini tidak perlu diragukan lagi sepak terjangnya selain tumbuh pesat di Indonesia, Royal Tea Roci telah berada di manca negara. Seperti apa bisnisnya?  Produknya sangat sederhana
Read More
JOGIST CLOTHING, Peluang Kaos Oblong Kreatif Besutan Kota Gudeg
Jalan-jalan ke kota Jogja memang tak ada habisnya, mulai dari tempat wisatanya yang selalu ngangenin, Jogja juga sudah menjadi salah satu tujuan wisatawan domestik maupun mancane
Read More
Radja Ketjil, Rumah Makan Raja Bercita Rasa China Peranakan
Mengusung resto china peranakan, Radja Ketjil tampil membidik pangsa pasar menengah. Restoran yang sudah berdiri sejak 2007 ini mulai menawarkan peluang bisnisnya tahun ini. Seberapa prospektif peluan
Read More
Captain Barbershop, Utamakan Kualitas dan Kenyamanan Pelanggan
Mengutamakan pelayanan yang maksimal, serta konsep barbershop yang elegan, Captain barbershop hadir di tengah ramainya persaingan bisnis pangkas rambut. Seperti apa peluang bisnisnya? Kaum lelaki di
Read More