Darryl Driyarto Han, Gigih dan Mau Mencoba Lebih Baik

Tahun 2014, Darryl Driyarto Han bersama 3 rekan yang datang dari beberapa latar belakang keilmuan yaitu Evan, Jess dan Teguh memiliki impian untuk memulai bisnis di bidang kuliner.  Merasa bisa saling melengkapi, mereka pun mulai menjajaki bisnis kuliner dengan merek Hi Fries.

Kini Hi Fries melalui sistem waralaba yang dikembangkan telah memiliki 22 counter di 14 kota dan akan buka 4 gerai lagi.  

Sebelum di Hi Fries, pria yang menduduki jabatan CFO & Head of Franchise Dept, Hi Fries itu bekerja di bidang design di salah satu design studio. “Sampai saat ini juga saya masih aktif menjalankan studio design yang saya bangun setahun terakhir ini,” kata Darryl.

Dengan jabatannya itu, pria lulusan Bachelor of Design dari Limkokwing university, Malaysia, itu memegang kendali keuangan dan juga divisi waralaba, baik pengembangan maupun pemasaran untuk waralaba.

Banyak pengalaman berkesan selama membangun Hi Fries. Mulai dari menjaga gerainya sendiri, hingga memasak sendiri di gerai. Tetapi semua itu terbayar ketika melihat respon pelanggan. Bahkan di beberapa bazaar yang pernah diikuti, gerainya selalu ramai dikunjungi pelanggan.

“Sangat ramai dan kami sampai pernah menjual lebih dari 1000 cup dalam satu hari saat event di Bandung. Sangat hectic tapi rasa lelah nya terbayarkan sekali,” ucap pria kelahiran 30 Juni 1989 itu.

Apakah perjalanannya semulus itu? Rupanya tidak, ia mengungkapkan pernah dalam sebuah event hanya terjual 20 cup dalam sehari.

Tetapi ia tidak patah arang dan selalu optimis produknya itu akan digemari konsumen karena dan bisnis yang dibangunnya itu bisa sukses.

“Kami punya prinsip dalam menjalankan bisnis ini, bahwa customer adalah raja. kami harus bisa membuat customer kami puas dengan produk dan juga services dan pelayanan dari tim kami yang ramah. sehingga itu bisa meninggalkan kesan yang baik kepada pembeli. Juga prinsip lainnya adalah persistence. Harus selalu gigih, mau mencoba dan terus berusaha untuk lebih baik setiap harinya,” paparnya.

Lalu mengapa lebih memilih bisnis kuliner?

“Bidang kuliner sebagai salah satu bidang yang punya prospek sangat menjanjikan. Ini simple, semua orang pasti butuh makan. Jadi kita melihat bisnis ini punya peluang yang sangat bagus dan juga bidang kuliner ini luas sekali possibilities nya untuk dieksplorasi,” kata Darryl.

Kini di tangannyalah bisnis Hi Fries ditentukan pengembangannya. Dengan puluhan tenaga kerja di outletnya, ia harus memastikan semua organisasi berjalan dengan baik. Ia harus memastikan konsep waralaba yang ditawarkan bisa eksis ditangan mitra-mitranya. Sehingga bisnis yang baru saja meraih penghargaan Business Opportunity Awards ini bisa menjadi salah satu penyedia lapangan kerja di Indonesia.

 

Julhan Sifadi

 

Mutoharoh, Mantan Marketing Yang Sukses Tekuni Bisnis Kebab
Tak terlintas di benak pria kelahiran Lampung, 10 Januari 1980 untuk menjadi pengusaha kuliner. Awalnya pria bernama lengkap Mutoharoh ini hanyalah pegawai di perusahaan pembiayaan leasing terbesar di
Read More
Setiawan, Mantan Karyawan Manufacturing PMA yang Sukses Dirikan Resto Steak
Bagi beberapa orang, memutuskan untuk berhenti dari sebuah perusahaan saat posisinya sudah nyaman mungkin sebuah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari kerja ditambah dengan iklim indu
Read More
Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
Berawal dari Hobi Sang Ibu
Christiana Agustin, nama lengkap wanita ini. Ia adalah pemilik Steffie Collection, sebuah toko aksesoris tempat tidur dengan konsep etnik asal Sragen, Jawa Timur. Produknya yang fenomenal yaitu sprei
Read More