Captain Barbershop, Utamakan Kualitas dan Kenyamanan Pelanggan

Mengutamakan pelayanan yang maksimal, serta konsep barbershop yang elegan, Captain barbershop hadir di tengah ramainya persaingan bisnis pangkas rambut. Seperti apa peluang bisnisnya?

Kaum lelaki di kota-kota besar selalu ingin tampil dengan gaya rapi dan kekinian, termasuk soal urusan potongan rambut. Bagi mereka urusan potong rambut bukan lagi urusan skunder, rapi sudah menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Karena itu, mereka selalu mencari barbershsop yang mumpuni dengan kriteria modern, nyaman, serta punya kualitas potongan rambut yang baik dan kekinian.   

Kriteria tersebut layak disematkan pada merek Captain Barbershop. Bisnis pangkas rambut yang dimiliki oleh Albert Tang ini mengawali kiprah usahanya sejak 2015, dan mulai difranchisekan pada 2016. Salah satu keunggulan bisnisnya adalah memiliki konsep sebagai barbershop yang mampu mengakomodasi citra maskulin dan kenyamanan pelanggan. “Kita mengutamakan kualitas dan pelayanan untuk pria yang ingin tampil maskulin,” kata Albert.  

Selain memiliki teknik gunting rambut yang mumpuni, untuk menunjang kualitas bisnisnya, Albert juga mendesain bisnis barbershop sedemikan ruoa dengan menggunakan kursi standar internasional, memakai lampu khusus barbershop dan sebagainya. “Kita juga rutin melakukan training untuk kapster atau pemangkas yang diadakan selama satu bulan di gerai pusat di Sunter. Kalau kasir dan office boy, dua minggu sampai sebulan,”ujarnya.

Saat ini, Captain Barbershop memiliki dua  cabang dan empat mitra. Albert menawarkan peluang bisnis bagi calon investor yang berminat dengan tiga paket kemitraan dengan nilai investasi masing-masing Rp 300 juta, Rp 350 juta dan Rp 400 juta. Semua paket investasi tersebut telah mencakup franchise fee, biaya renovasi, perlengkapan interior, serta peralatan cukur rambut.

Menurut Albert, mitra tinggal siapkan lokasi dan tempat, akomodasi, serta peralatan penunjang. “Biasanya sih ada TV dan AC,” katanya. Dari ketiga paket investasi tersebut terdapat perbedaan yakni ada pada kuantitas peralatan yang diberikan, seperti barber tool, bangku dan meja barber. Selain peralatan, mitra juga akan dibekali training sebelum membuka outlet.

Captain Barbershop menyediakan jasa pangkas rambut khusus pria dengan tarif mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 100.000 per kepala. Albert memasang target minimum omzet Rp 38 juta-Rp 68 juta per bulan pada mitra. Harapannya mitra dapat balik modal dalam 9-13 bulan. Kerja sama antara pusat dan franchisee berlangsung selama tiga tahun. Selama itu pula, mitra harus menyisihkan 5% dari pendapatan kotornya untuk pusat. “Setelah tiga tahun ada biaya revisi sistem sebesar Rp 50 juta,” tutur Albert.

Sebagaimana jasa potong rambut lainnya yang memenuhi kebutuhan primer para pelanggan yang biasanya mencari potong rambut di beberapa komplek rumahnya dan pinggir jalan, Captain Barbershop pun menyasar lokasi perumahan dan lokasi yang memilili traffic. Albert menyarankan mitra memilih lokasi yang memiliki akses bagus dan dekat dengan keramaian. “Kalau bisa di pinggir jalan atau lokasinya gampang dilhat,” tutupnya.

Alvin Pratama

 

 

Mango Thai Asli Indonesia dengan Investasi Terjangkau
Jus mangga kekinian yang disajikan dengan gaya khas Thailand salah satunya yaitu MangoJack, merupakan sajian jus mangga asli yang dipadukan dengan whipped cream yang memiliki cita rasa yang berbeda. K
Read More
Cizi Tea Minuman Khas Jepang dengan Rasa Bold dan Unik
Berawal dari sebuah keinginan, memberikan konsumen sajian minuman berkualitas dengan konsep usaha dan resep yang otentik berdasarkan negara asalnya yaitu jepang, maka Suma Pradana pun meyakinkan diri
Read More
Cilor Gaptek, Mencoba Peruntungan dari Bisnis Camilan Khas Bandung
Kota Bandung terkenal dengan jajanan olahan tepung aci atau tapioka, seperti aci goreng (cireng), aci yang dicolok (cilok), dan sebagainya. Nah, baru-baru ini muncul lagi olahan lain yang disebut cilo
Read More
Radja Ketjil, Rumah Makan Raja Bercita Rasa China Peranakan
Mengusung resto china peranakan, Radja Ketjil tampil membidik pangsa pasar menengah. Restoran yang sudah berdiri sejak 2007 ini mulai menawarkan peluang bisnisnya tahun ini. Seberapa prospektif peluan
Read More