FX. Ricky Ferdinan Sutrisno, Masih Muda, Pria Ini Berhasil Kembangkan Waralaba Kebab

Jika memiliki keinginan yang kuat, apapun itu mungkin kita bisa meraihnya. Kalimat inilah yang mewakili usaha dan kerja keras Ricky Ferdinan, selama membesut bisnis kebabnya.

Di usianya yang tergolong muda, memasuki 31 tahun, kini ia telah menikmati sukses atas kerja kerasnya selama ini. Bisnis kebab yang diberi merek Black Kebab saat ini menjadi salah satu bisnis kemitraan yang terbilang sukses di Indonesia.

Bisnis itu memang bukanlah bisnis pertamanya, karena sebelumnya ia bergelut dibidang yang sesuai ilmunya yaitu arsitek.

Tetapi kesukaannya terhadap kuliner dan sejumlah makanan unik, mampu menginspirasinya untuk merintis bisnis kuliner sendiri. Ia pun  memilih kebab hitam sebagai bisnisnya pertama kali di bidang kuliner.

“Saya suka kuliner makanan unik dan saya sering berkunjung ke pameran-pameran kuliner. Disanalah awal saya mulia berfikir mengapa tidak saya mendirikan bisnis kuliner sendiri yang unik,” kata dia pria bernama lengkap FX. Ricky Ferdinan Sutrisno itu.

Ia memang belajar otodidak dalam bisnis kuliner, tetapi karena kemauan dan kerja kerasnya, ia mampu mewujudkan mimpinya. Ia pun belajar dari sejumlah tokoh kuliner dan entrepreneur di seluruh dunia dengan membaca biografi mereka.

“Kalau bisnis kuliner belum pernah sebelumnya. Tetapi saya belajar dari tokoh kuliner dan entrepreneur di seluruh dunia dengan membaca biografi mereka. Disitu saya mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi bagaimana memulai dan membangun bisnis kuliner,” papar Ricky.

Saat ini, bisnis yang dilahirkan dari kota Yogyakarta itu tersebar disejumlah kota di Indonesia dengan total 88 outlet. Sebagian besar outletnya tersebut berada di pulau Jawa.

Seperti layaknya bisnis-bisnis yang  lain, ia pun pernah merasakan pahit manisnya berbisnis kuliner. Terlebih di kota asalnya Yogyakarta yang sebagian besar masyarakatnya belum mengenak kebab.

“Itu tantangan terbesar saya, saya pun mulai melakukan promosi diskon pembelian kebab, iklan di media sosial, memberikan kebab gratis, mengadakan lomba makan kebab dan foto selfie, dan sebagainya,” kata Ricky.

Lalu apa kunci suksesnya? “Tekun, pantang menyerah, mental yang kuat dan siap dalam segala kondisi, punya passion sehingga akan memiliki kekuatan kreatifitas dan inovasi karena tanpa passion maka apapun akan sulit dikerjakan dan diselesaikan dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Ricky.

Black Kebab pertama kali ditawarkan dengan sistem kemitraan pada Mei 2015 setelah melihat eksistensi bisnisnya dan respon positif dari masyarakat.

Dengan sistem kemitraan, ia berharap pelanggan dapat menikmati kebab hitam racikannya lebih dekat. Serta dapat memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat di kota-kota lain.

Ia pun menargetkan pembukaan 500 gerainya untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan dan terus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

“Untuk mencapai itu, kami telah melakukan banyak hal termasuk promosi secara nasional. Kami juga merupakan pelopor kebab hitam pertama di Indonesia. Aktif di media sosial dan media cetak, memiliki menu yang bervariasi dan inovatif, bentuk gerai yang menarik, support promosi kebab gratis untuk mitra, dan lain-lain,” ujar Ricky.

 

Julhan Sifadi

Lim Fifi Anggreani, Jenuh Berkarier di Perbankan Tekuni Bisnis Spa Bayi
Bagi sebagian orang, berkarier di perusahaan perbankan merupakan suatu kebanggaan. Selain memiliki prospek karier dan gaji yang baik, kerja di bank juga sebuah prestige tersendiri, apalagi jika jabata
Read More
Mina Lie, Memulai Bisnis dari Sebuah Kebetulan
Ramah, enerjik, lemah lembut, dan murah senyum menjadi kesan pertama yang terlihat ketika bertemu dengan wanita bernama lengkap Mina Lie ini. Dia adalah Presiden Direktur Gelamisto Indonesia. Se
Read More
Pierre Senjaya, Sukses Berkat Niat Baik dan Campur Tangan Tuhan
Pernah mendengar sekolah internasional Stella Maris? Eksistensi dan kesuksesan sekolah tersebut tidak akan terlepas dari peran pria kelahiran Jakarta 01 September 1979 ini. Stella Maris berdiri sejak
Read More
Selvie Susanthi, Pegawai Swasta Yang Banting Stir Geluti Usaha Kuliner
Bagi wanita kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1976 ini, belajar berbisnis adalah hal yang mudah. Ia pun memiliki trik tersendiri untuk terjun ke dunia bisnis. Salah satunya dengan cara menggali informasi-i
Read More