Peluang Industri Waralaba Tahun 2017 & Dukungan Kemendag

Tahun 2016, ditutup dengan banyak harapan untuk tumbuh kembangnya industri waralaba tanah air. Presiden Joko Widodo juga optimis bahwa sektor waralaba Indonesia akan semakin masif di  tahun ini.

Jika dilihat per sektornya, di tahun 2017, sektor makanan dan minuman masih mendominasi bisnis waralaba di Indonesia.

Akan tetapi, para pelaku bisnis waralaba sebaiknya tidak hanya terpaku pada sektor waralaba yang sedang menjadi tren namun mencermati juga potensi bidang bisnis waralaba dan persebaran mitra waralaba yang sudah eksis di suatu wilayah.

Hal ini disebabkan karena tiap daerah tentu memiliki karakter penduduk yang berbeda, potensi sumber daya berbeda dan juga peluang bisnis yang berbeda.

Untuk tahun 2017, Kementerian Perdagangan optimis kondisi perekonomian akan membaik. Hal itu karena pemerintah sudah membuat Paket Kebijakan yang fokus untuk meningkatkan iklim usaha di Indonesia.

Tentunya strategi pengembangan indusri waralaba tahun 2017 tidak terlepas dari  program prioritasnya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang mengarahkan pada 3 kebijakan utama yaitu peningkatan ekspor non migas, penguatan pasar dalam negeri dan peningkatan pengamanan perdagangan. 

Penguatan pasar dalam negeri diharapkan dapat dicapai dengan peningkatan aktivitas perdagangan dalam negeri antara lain melalui peningkatan peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah, salah satunya adalah dengan menumbuhkan wirausaha lokal baru yang inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi pada sektor waralaba.

Kementerian perdagangan pada tahun 2017 berencana melakukan sosialisasi usaha waralaba pada komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal ataupun bekerja diluar negeri dengan tujuan,  pertama, menjaring para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri untuk menjadi pelaku usaha atau memiliki usaha Waralaba saat kembali ke Indonesia. Kedua, dengan memanfaatkan kekuatan jaringan diaspora WNI untuk mengembangkan merek Waralaba Indonesia diluar negeri.

Negara – negara yang menjadi prioriatas program ini utamanya adalah negara yang memiliki tingkat komunitas WNI yang tinggi seperti Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Korea. Selanjutnya, Jenis industri waralaba yang diutamakan untuk dapat dikembangkan diluar negeri  yaitu yang memiliki karakteristik keuangan tingkat return of Investment yang relatif cepat (5 tahun) dan cash flow yang stabil seperti jenis usaha waralaba kuliner serta memiliki multiplier effect  bagi sektor lainnya.

Tahun ini, Kementerian Perdagangan selain melanjutkan program penguatan kapasitas usaha waralaba yang telah dilakukan di tahun – tahun sebelumnya, Kementerian Perdagangan juga mencanangkan program jemput bola melalui kegiatan sosialisasi usaha waralaba pada komunitas WNI yang tinggal ataupun bekerja diluar negeri. 

Program – program yang akan dilanjutkan tersebut antara lain, pendampingan waralaba nasional maupun Fasilitasi Pameran baik di dalam maupun di luar negeri yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Hal ini karena program – program tersebut dirasa dapat menguatkan usaha waralaba apabila dilihat dari jumlah pendaftaran Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sehingga tidak ada program yang dihentikan.

 

 

 

 

UKM Waralaba Terus Dipacu untuk Masuki Pasar Internasional
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus memacu para pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) agar menjadi bisnis waralaba sehingga bisa memasuki pasar Internasional. Namun demikian, sebelum didorong untu
Read More
Membangun Kekuatan Waralaba Nasional melalui Roadmap Waralaba
Saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan Roadmap Waralaba yaitu konsep pengembangan dan pembinaan usaha waralaba dan potensial waralaba (business opportunity), agar pelaku usaha w
Read More
Pendampingan UKM Waralaba Menjadi Prioritas di 2015
Tahun boleh saja berganti, tetapi program pendampingan UKM waralaba atau potensial waralaba pada 2015 akan tetap dijalankan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Karena program tersebut memang merup
Read More
Membidik Pasar Luar Negeri dan Tantangannya
Sebelum memutuskan untuk ekspansi ke pasar global, maka para pewaralaba harus memahami terlebih dahulu berbagai faktor misalnya potensi pasar negara tujuan. Hal ini bisa dilihat dari selera masyarakat
Read More