Eggio Waffle, Terlahir dari Solo Lalu Merambah ke Timur Pulau Jawa

Kota Solo memang kerap melahirkan banyak bisnis-bisnis kemitraan. Seperti Eggio Waffle ini. Seperti apa peluang bisnisnya?

Di Hong Kong, makanan ini merupakan bisnis street food. Bentuknya bulat-bulat seperti telur. Tetapi di Indonesia, makanan jenis ini sudah cukup familiar. Telah banyak pelaku bisnis kemitraan atau franchise yang sukses dengan bisnis kudapan ini. Salah satunya adalah Eggio Waffle.

Eggio Waffle didirikan oleh Erinna Yovita Santoso, istri Jemy Yapola, tahun 2012 di Kota Solo, Jawa Tengah. Ide bisnisnya sendiri bermula saat Erinna jalan-jalan ke Hong Kong dan menikmati waffle.

“Ternyata istri sangat menyukainya. Dia juga merasa makanan ini cocok untuk lidah orang Indonesia. Makanan ini disukai tua dan muda, gampang untuk dimakan, bisa dibawa dengan mudah kemana aja,” kata Jemy.

Berdasarkan mereknya, Eggio Waffle, terdiri dari dua penggalan kata yakni Egg, dan Io. Egg artinya telur untuk menggambarkan bentuknya seperti telur, sementara Io adalah penggalan dari kata Indonesia. “Karena kita pengen masyarakat Indonesia bisa menikmati makanan ini,” papar Jemy.

Sejak didirikan, hingga saat ini Eggio Waffle telah memiliki 12 cabang dibeberapa kota yaitu Solo, Semarang untuk Jawa Tengah, dan Ngawi, Jepara, Lamongan, Surabaya untuk Jawa Timur.

Bisnis ini selalu menawarkan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan produknya. “Produk ini bukan hanya sekedar dijual melalui booth, tetapi dapat dijual melalui konsep café sebagai dessert yang menarik. Dijual dengan berbagai varian ice cream dan topping. Kita juga mengembangkan Hong Kong waffle dalam bentuk cone. Mudah dibawa-bawa tapi tetap dapat menikmati waffle sekaligus ice cream,” terang Jemy.

Eggio Waffle menawarkan paket kemitraan dengan nilai investasi Rp 40 juta sudah lengkap dengan segala peralatan dan booth. Dapat juga didirikan dalam konsep desert café.  “Harga tersebut diluar sewa tempat. Nilai investasi untuk masa kerjasama 5 tahun dengan royalti 5%,” papar Jemy.

Keunggulannya, selain menyediakan waffle cone, Eggio Waffle tidak hanya menjual waffle manis, tetapi juga mengeluarkan produk waffle asin dan gurih.

Jika mengacu pada outlet yang telah beroperasi, lama balik modal atau BEP sekitar 3 hingga 6 bulan.

Sebagai dukungan kepada mitra, Eggio Waffle memiliki program training disertai video, yang memudahkan mitra dalam mengoperasikan bisnis tersebut. Eggio Waffle juga memberi full support dan free konsultasi bagi mitra.

Julhan Sifadi

Pizza Bees Pizza Lokal Asal Surakarta dengan 3 Konsep Menarik
Di Indonesia, pizza sudah sangat populer. Gerai kudapan khas Italia ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran. Bisnis ini menjamur lan
Read More
Captain Barbershop, Utamakan Kualitas dan Kenyamanan Pelanggan
Mengutamakan pelayanan yang maksimal, serta konsep barbershop yang elegan, Captain barbershop hadir di tengah ramainya persaingan bisnis pangkas rambut. Seperti apa peluang bisnisnya? Kaum lelaki di
Read More
Bisnis yang Menggiurkan di Mata Franchisee
Di tengah booming-nya bisnis waffle di tanah air, nama Mrs Waffles dinilai sebagai bisnis yang menggiurkan bagi para franchisee.  Di mana dan kapan pun Mrs Waffles membuka outletnya, baik di pul
Read More
Scuto Nano Ceramic, Menangkap Prospek Bisnis Salon Mobil Teknologi Nano Ceramic
Scuto salon mobil yang menawarkan kemitraan usaha jasa Laminating atau Nano Ceramic mobil dengan teknologi  khusus. Hingga saat ini Scuto memiliki 50 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Se
Read More