Pentingnya Ide Kreatif dan Inovatif

Heboh game PokemonGo saat ini melanda kota-kota besar di Indonesia mengalahkan game” Tahu Bulat” yang juga sempat booming beberapa waktu yang lalu. Dalam waktu singkat dari sejak peluncurannya, berbagai kalangan dari remaja hingga dewasa demam dengan game yang menggunakan konsep augmented reality ini. Sempat tenggelam beberapa saat, Nintendo kembali memperbarui game Pokemon-nya dengan terobosan spektakuler.

Jangan heran saat ini kita sering melihat orang yang berjalan di pinggir jalan, di Mall, di lokasi keramaian sambil memegang HPnya dengan konsentrasi penuh.  Inovasi adalah kata kuncinya. Semua entrepreneur memiliki impian untuk dapat melahirkan inovasi yang hebat sehingga membuat bisnisnya bisa berumur lebih panjang dan berkelanjutan. Hanya tidak semua orang dapat mewujudkan inovasi yang brilian dan berkelanjutan.  

Bagaimana dengan bisnis yang kita miliki? Siapkah kita melahirkan inovasi yang berkelanjutan dan menjadi pembeda (diferensiasi) dengan kompetitor kita? Dalam innovation management, ada 2 pendekatan yang biasanya sering digunakan, yaitu apakah kita ingin bermain di Blue Ocean strategy, dalam arti melahirkan produk yang betul-betul baru, “first to the world”, tidak menghasilkan produk yang umum seperti orang lain, yang benar benar melahirkan produk yang unik atau kita mau menggunakan jalan yang lebih singkat dan tidak menghabiskan waktu yang lama, dengan bermain di Red Ocean strategy, dengan membuat produk yang sudah banyak diciptakan juga oleh orang lain, memilih untuk menjadi “me-too producer dan kita hanya melakukan pembedaan yang tidak signifikan, misalnya hanya setting harga yang lebih murah dengan features yang kurang lebih sama.

Kita tentu tahu bagaimana kisah hidup Thomas Edison mencoba melakukan percobaan hingga ribuan kali untuk dapat menemukan lampu listrik, gramofon, proyektor film, juga memiliki lebih dari 1000 penemuan yang dipatentkannya. Sungguh produktif kemampuan inovasinya. Bagaimana kita dapat membangun budaya kreatif dan inovatif ini di lingkungan kerja kita? Sungguh PR yang tidak mudah bagi seorang entrepreneur.

Kita perlu membedakan juga terminologi atas kreatif dan inovatif. Kreatif adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya, menghubungan ide ide /hal hal yang tadinya tidak berhubungan. Contohnya seperti produk minuman rasa jeruk yang diberi tambahan bulir jeruknya seperti Minuet Pulpy. Sedangkan inovasi adalah menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi ada, seperti produk air putih dalam kemasan gelas /botol seperti Aqua. Menyadari bahwa peran fungsi kreatifitas dalam proses inovatif merupakan hal yang penting dan umumnya kreatifitas dapat ditingkatkan dan dikembangkan pada setiap orang.

Beberapa langkah penting untuk meningkatkan kreatifitas diri sebagai berikut: melakukan aktivitas yang tidak memerlukan energi pikir seperti membersihkan halaman, memotong rumput, menyiram tanaman, meditasi, bersantai, bermain, melakukan latihan secara rutin. Rekreasi di luar rutinitas juga perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi otak kita untuk calm down dan dapat berpikir out of the box. Hidup di kota-kota besar dengan semua dinamikanya cenderung menumpulkan kreatifitas jika jiwa dan pikiran tidak “disiram” secara teratur.

Demikian juga di lingkungan kerja kita. Kita dapat membangun lingkungan yang kreatif dan inovatif di lingkungan kerja dengan cara sebagai berikut: mendorong karyawan untuk berani mengemukakan pendapatnya tanpa khawatir dimarahi atau disepelekan, memberikan kesempatan karyawan untuk mendapatkan kepercayaan atas wewenang yang diberikan tanpa pengawasan yang berlebihan. Kalaupun ada kesalahan, maka karyawan yang sedang belajar mengeluarkan ide kreatifnya tidak langsung mendapatkan punishment dari perusahaan.

Di samping itu lingkungan kerja yang mau mendukung adanya perubahan, akan mendorong lahirnya ide ide kreatif. Perusahaan perlu memberikan waktu dalam setiap harinya untuk membiarkan karyawannya beradu ide dan brainstorming, memberikan kesempatan untuk bawahan berani mengambil keputusan ( empowerment) tanpa merasa takut mendapatkan kritikan atau punishment, menyusun mekanisme penghargaan dan benefit terhadap setiap karyawan yang terlibat aktif dalam membangun ide kreatif dan inovatif ini.

Membangun ide kreatif dan inovatif juga dibutuhkan dalam bisnis franchise. Setiap saat produk atau service kita dapat saja menjadi usang, tidak menarik customer yang kita bidik, menjadi obsolute karena adanya perubahan teknologi, pergeseran pola “customer need and want”, perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal. Masih ingat dalam memory kita, bagaimana produk franchise yang booming beberapa waktu yang lalu tiba tiba menghilang dalam waktu singkat karena terlena dan tidak melakukan inovasi yang kreatif secara konsisten.

Khususnya sebagai seorang franchisor tentu perlu dibekali selalu kemampuan untuk mengasah dirinya dan team kerjanya agar dapat terasah menghasilkan penciptaan nilai baru ( value creation) dalam setiap alur bisnis yang ada. Kreatifitas perlu didorong dari kepekaan mengamati  lingkungan yang terjadi sehingga budaya continous improvement menjadi nafas dari setiap perusahaan.

By Ir Mirawati Purnama MSi.

Email : mpurnama24@gmail.com

 

Integritas dalam Dunia Franchise
Akhir akhir ini media banyak memuat berita tentang aparat negara yang ditangkap oleh KPK karena melanggar integritas. Hal ini sungguh menjadi keprihatinan semua anak bangsa yang peduli dengan negarany
Read More
PLAY SMART WORK SMART
Tak terasa bulan Juni sudah datang. Kita sudah memasuki momen yang ditunggu kalangan pengusaha yaitu, masa peak season, jelang musim libur sekolah yang kebetulan  juga bersamaan dengan  mema
Read More
AGILITY AS A LEADER
Pergerakan bisnis dalam triwulan pertama 2015 menunjukkan kecendrungan kurva pertumbuhan yang menurun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, baik karena dollar yang masih belum terkendali, kondisi lesu
Read More
LEARNING IN ACTION
Learning (belajar) adalah aktivitas yang paling alamiah, merupakan bagian dari pengalaman manusia sepanjang hidupnya. Tidak hanya manusia, perusahaan pun terus mengembangkan dirinya, belajar memahami
Read More