PLAY SMART WORK SMART

Tak terasa bulan Juni sudah datang. Kita sudah memasuki momen yang ditunggu kalangan pengusaha yaitu, masa peak season, jelang musim libur sekolah yang kebetulan  juga bersamaan dengan  memasuki bulan Ramadhan. Khusus untuk tahun ini ada sebagian pengusaha yang sangat optimis karena berarti masa peakseasonnya menjadi lebih lama, tetapi buat sebagian kalangan ada yang merasa “pestanya” jadi hanya satu, karena jatuhnya bersamaan dua event besar. Apapun perbedaan persepsi ini, selayaknya kita bersama team kita mempersiapkan hajatan besar ini, baik di industri jasa maupun manufaktur; baik untuk private business, maupun franchise business.

Sekarang pertanyaannya bagaimana kita dapat meyakinkan team di belakang kita bahwa dengan semakin bertambahnya beban pekerjaan di masa peakseason ini tidak akan membuat kinerja kita menurun, tetapi malah kita tetap dapat menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan teman, memiliki waktu bersama keluarga, menjalankan hobi dan minat kita bersama komunitas? Bagaimana kita dapat melahirkan ide ide kreatif di saat pekerjaan sedang dalam keadaan menumpuk, tetapi tetap dapat memiliki happy quality moment bersama keluarga di rumah?

Baik sebagai pemilik perusahaan, maupun sebagai karyawan; baik memiliki franchise business, maupun memiliki private business sendiri, kita sungguh memiliki mimpi kolektif :, yaitu bagaimana kita dapat tetap berkerja secara maksimal tetapi tetap tidak kehilangan waktu untuk aktivitas kehidupan pribadi kita.

Dewasa ini sudah ada kesadaran untuk membangun suasana kerja yang menyenangkan, lay out ruang kerja yang tidak berbentuk labirin yang sempit dan terkotak – kotak,  sehingga tidak lagi  membuat karyawan terkukung dan tenggelam di depan meja dan kompurternya masing –masing dalam suasana yang suram. Dibuat dinding ruangan kerja dengan warna – warna yang ceria, diberikan juga ruang untuk berinteraksi secara santai, bahkan ada yang menyediakan ruang olahraga ringan. Kondisi ruang kerja dibuat terbuka tanpa sekat, sehingga komunikasi menjadi lebih cair dan lebih terbuka.

Sudah banyak penelitian yang dilakukan bahwa perubahan dalam lingkungan tempat bekerja akan sangat mempengaruhi produktivitas karyawan secara signifikan. Kita dapat mengamati beberapa perusahaan start up yang berkembang pesat, perusahaan advertising agency yang melahirkan ide kreatif  benar – benar memperhatikan aspek lingkungan tempat bekerja sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas. Dengan produktivitas yang lebih tinggi diharapkan tuntutan kinerja yang prima dapat diselesaikan secara tepat waktu tanpa perlu mengorbankan waktu untuk aktivitas social dan pribadi dari setiap karyawan.

Sebagai pimpinan perusahaan, ada kalanya kita melihat beberapa karyawan yang berdedikasi tinggi yang bekerja terus menerus hingga larut malam. Kita sering melupakan kenyataan bahwa jika ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tidak akan mungkin kita mendapatkan kontribusi masukan ide ide kreatif maupun solusi yang fresh karena karyawan kita sudah terlalu kelelahan dan maaf kata, sudah menjadi robot bagi dirinya atas target yang diberikan di bawah pundaknya.  Bekerja secara smart perlu diupayakan sehingga target pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, tanpa mengorbankan kehidupan pribadi kita.

Perlu kejelian untuk me-review kembali semua prosedur dan system yang ada, karena bisa saja mungkin ada yang kurang tepat. Perlu ada introspeksi jujur dari pimpinan perusahaan apakah ini kesalahan dari pihak perusahaan atau memang karena ketidak mampuan karyawan mengemban pekerjaan yang dipercayakan padanya.

Bagaimana dengan perusahaan yang bergerak di bidang franchise? Di saat outcomes yang menjadi target dimasa peak season ini menjadi hal yang dinantikan oleh para pemilik franchise, maka sewajarnya para business owner memperhatikan juga  internal business process di semua lini.

Dari aspek hard variable, adakah system yang tidak efisien, adakah tempat kerja yang kurang mendukung proses kreatif, adakah prosedur yang overlap, adakah struktur otorisasi yang bertele-tele sehingga membuat proses supply chain dan delivery time menjadi lebih lama?

Dari aspek soft variable, adakah staffing yang kurang tepat, leader yang belum memiliki trust dari anak buahnya atau lebih karena share view dari business owner yang tidak tersampaikan dengan baik, yang membuat tidak munculnya kolaborasi yang kuat, yang ujung- ujungnya mempengaruhi outcomes dari perusahaan.  

Hasil assesmen ini akan menjadi pijakan perusahaan untuk melakukan serangkaian perubahan. Yang jelas, dalam kondisi dunia yang membutuhkan simplicity dan speed, sudah saatnya business owner berpikir untuk mereview internal business process nya sehingga hanya human capital yang capable sajalah yang mampu bergerak beriringan bersama business owner untuk mencapai kesuksesan bersama, dengan dasar saling mempercayai dan saling menghargai satu sama lain.  SEMOGA!

 

 

 

 

AGILITY AS A LEADER
Pergerakan bisnis dalam triwulan pertama 2015 menunjukkan kecendrungan kurva pertumbuhan yang menurun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, baik karena dollar yang masih belum terkendali, kondisi lesu
Read More
“SAYA BISA SAJA SALAH”
Dua minggu terakhir ini sungguh menegangkan dalam penantian yang hampir tak berujung. Sebagai anak bangsa, kita semua pasti merasakan kegelisahan atas riak-riak yang terjadi di negara kita. Apa yang d
Read More
Choosing the Right Person
Setiap di awal tahun perasaan kita dipenuhi dengan semangat baru dan rasa optimis yng besar untuk meraih hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rancangan bisnis yang sudah dipersi
Read More
“Let's Wash The Dishes”
Akhirnya kita memasuki penghujung akhir 2014. Banyak harapan yang sudah berbuah, walaupun masih ada PR yang tertinggal. Di saat waktu tinggal dalam hitungan hari saja sebelum kita berpindah tahun
Read More