Mitsubishi Fuso Hadirkan Penantang Baru Tractor Head FZ 4928 dan FZ 4028

Di tengah penurunan pasar dan persaingan yang semakin agresif, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku authorized distributor Mitsubishi di Indonesia, berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 47% melalui Mitsubishi Fuso pada tahun 2015.

Kehadiran Tractor Head FZ4928 dan FZ4028 ini diproyeksikan untuk berbagai segmen usaha seperti mengangkut consumer goods, kargo ekspedisi, bahan konstruksi, car carrier, semen & pipa, minyak / mineral / bahan bakar.

Secara spesifikasi truk ini hampir sama, yang berbeda hanya pada sistem penggerak. Tractor Head FZ 4028 menggunakan sistem penggerak 4×2, sedangkan Tractor Head FZ 4928 menggunakan sistem penggerak 6×4.

Kehandalan Tractor Head ini telah dibuktikan melalui uji di berbagai tanjakan ekstrem dengan muatan maksimal, salah satunya adalah tanjakan Pancong yang terletak di Bandar Lampung. Dengan muatan 60 ton, Tractor Head mampu melibas tanjakan tanpa kendala.

Keberhasilan Mitsubishi Fuso tersebut tak lepas dari keberhasilan si Kepala Kuning Colt Diesel yang menguasai pangsa pasar di kelas Light Duty Truck (LDT) sebesar 54,8%, dan Fuso di kelas Medium Duty Truck (MDT), yang menguasai pangsa pasar sebesar 23,8%.

Bukan hanya pencapaian market share yang positif, Mitsubishi Fuso juga meluncurkan dua varian terbarunya yaitu Tractor Head FZ4928 dan FZ4028.

Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki menyebutkan bahwa KTB mematok target penjualan unit Mitsubishi Fuso di 2016 sesuai dengan prediksi Gaikindo, yang menyatakan bahwa pasar otomotif Indonesia akan tumbuh sekitar 5%.

“Secara volume kami targetkan naik 5% atau setara dengan 40.500 unit di 2016. Namun untuk pangsa pasar kami mau tembus 50% dalam tiga tahun mendatang. Karena naik turun pasar itu hal yang biasa terjadi, namun yang terpenting pangsa pasarnya jangan sampai ikut turun,” ungkap Ishimaki.

Untuk mewujudkan target tersebut, KTB memiliki spirit “Andalan Bisnis Sejati” yang merupakan semangat menyediakan layanan yang berbeda pada umumnya, yang tercermin pada tiga pilar layanan yaitu:

Zero Down Time, yang mengedepankan pada fasilitas dan pelayanan after sales service dengan kualitas tinggi tanpa mengganggu waktu operasional kendaraan konsumen.

Lalu Best Life Cycle Value, adalah strategi untuk memberikan pilihan produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing konsumen.

Yang terakhir Customer’s Business Consultant, merupakan strategi komunikasi yang baik antara KTB, dealer, dan konsumen. KTB secara konsisten menyelenggarakan gathering konsumen dan berjalan dengan baik tiap tahunnya.

Tidak sampai di situ saja, di tahun 2016 ini, KTB juga akan melengkapi jajaran produknya dengan meluncurkan 10 varian baru. Sebagai tahap awal, KTB menghadirkan Tractor Head FZ4928 dan FZ4028.  Produk ini  disasar untuk berbagai segmen usaha. Kedua produk ini dapat digunakan untuk mengangkut consumer goods, kargo ekspedisi, bahan konstruksi, car carrier, semen & pipa, minyak, mineral, serta bahan bakar.

Alvin Pratama

HIGO Memudahkan User Membaca Majalah Melalui Smartphone
Perkembangan teknologi khususnya pada ponsel pintar semakin memudahkan seseorang dalam melakukan banyak kegiatan termasuk mengubah gaya hidup saat ini. Hal ini yang coba diberikan oleh HIGO, sebuah ap
Read More
Sambut Tahun 2019 Hotel Dafam Teras Kita Usung Tema TrendMendeous
 Menyambut pergantian tahun 2018 ke 2019 yang selalu dinantikan setiap orang, Hotel Dafam Teraskita Jakarta mengemas sebuah suguhan acara Malam Tahun Baru 2018 nan cantik dan menarik, dan yang pa
Read More
OMEGAPOS dan Telkom Jalin Kerjasama Lewat T-Money
PT Omega Teknologi Indonesia (Omega Pos) menjajaki kerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dalam sistem pembayaran cashless yaitu melalui layanan digital T –Money  dan point
Read More
Gulaku Edukasi UKM dan Masyarkat Kecil Lewat Gerbrak Pasar
Gulaku merupakan produsen gula yang banyak digunakan pebisnis UKM dan waralaba. Merek ini mengedukasi konsumennya lewat program Gebrak Pasar. Gulaku kembali mengadakan serangkaian kegiatan Gebrak Pas
Read More