Penjualan AC Polytron Merajai Jabodetabek

Penjualan Polytron terus meningkat. Polytron Air Conditioner Jabodetabek masih merajai penjualan.

Nampaknya, isu perlambatan ekonomi Indonesia tidak berpengaruh terhadap Polytron yang merupakan satu-satunya produsen lokal elektronik dan alat rumah tangga terbesar di Indonesia. Penjualan Polytron setiap tahunnya terus meningkat, Polytron Air Conditioner Jabodetabek bahkan masih merajai penjualan.  

Shasa Eva Marisah, Public Relations  dari Polytron mengatakan, walau lambat namun pasti, Polytron tiap tahunnya mengalami kenaikan, tentunya hal ini harus diimbangi dengan pelayanan dan produk yang prima. Menurutnya, setiap tahunnya selalu ada peningkatan akan permintaan Air Conditioner, inilah yang justru menjadikan pengantar bagi PT Hartono Istana Teknologi dengan brand Polytron menciptakan Air Conditioner  yang cepat dingin dan hemat konsumsi listriknya.

Pada 1 Maret 2016, bertempat di Djakarta Theatre, Polytron meluncurkan produk terbaru Air Conditioner yang memiliki teknologi berbeda dengan AC pada umumnya. Diberi nama Polytron Neuva Ice karena AC ini memiliki kelebihan pendinginan yang super cepat. Teknologi Fastest Cooling dipastikan mampu mencapai suhu 18 °C dalam waktu 7 menit, hal ini tentunya didukung oleh  teknologi High Efficiency Cooling Engine. Proses pendinginan yang ekstrim dan cepat dengan kemampuan 40% lebih cepat dari AC biasa.

Energy saving tidak sama dengan Low Watt. Polytron  mengusung produk dengan fitur Energy Saving dengan tingkat efisiensi sangat tinggi dimana ini adalah point penting keunggulan dari AC Polytron Neuva Ice. Telah melalui proses pengujian yang dilakukan di ruang khusus (chamber) yang terbukti mampu menghemat hingga 200% dibandingkan dengan AC Low Watt  merk lain.

Banyaknya rumah dengan kapasitas daya terbatas di Indonesia berkaitan dengan distribusi listrik dari PLN, juga menjadi salah satu kendala bagi sebagian konsumen yang akhirnya memilih Low Watt meskipun banyak orang yang sudah mengerti bahwa pendinginannya lebih lama dan tidak maksimal.

“Sebagai contoh, jika waktu yang dibutuhkan untuk mencapai temperatur yang kita inginkan lama, maka biaya energi (kWh) yang harus kita bayar juga akan mahal, meskipun watt dari AC rendah. oft Start adalah teknologi yang dihadirkan sebagai salah satu fitur unggulan  yang ditawarkan oleh Polytron Neuva Ice, dimana Polytron menjamin bahwa AC akan berjalan dengan baik walaupun daya listrik dirumah hanya 450 watt,” ujar Shasa.

Menurutnya, Design dan material juga menjadi salah satu kebutuhan konsumen di mana AC juga  menjadi bagian dari interior dan butuh performance yang prima agar  dapat bertahan lama. “Oleh karena itu, AC Polytron Neuva Ice diciptakan dengan Evaporator dan Condensor dengan lapisan Gold Fin yang dipercaya sebagai komponen yang anti karat dan anti jamur sehingga kinerja pendinginan dapat maksimal dan prima,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, kesehatan dan kesegaran udara juga merupakan hal mutlak yang harus ada di sebuah AC. Built In Air Purifier yang dibentuk dari kombinasi High Density Dust Filter yang dapat menyaring debu lebih dari 90%, Carbon Filter yang dipercaya mampu menghilangkan bau tidak sedap. “HEPA Filter yang mampu menyaring debu dan mencegah penyebaran bakteri dan negative  ion  generator  yang juga mampu mengikat debu dan membunuh bakteri,” katanya.

“4D Swing dan I-Feel merupakan pelengkap yang ditawarkan oleh Polytron Neuva Ice yang mampu memberikan kenyaman dengan distribusi angin ke empat arah dan menyesuaikan dengan real temperature ruangan sehingga pengguna nyaman untuk mendapatkan sensasi dingin yang diinginkan,” tambahnya.

Albert Fleming, Product Manager Polytron untuk Home Appliances mengatakan, walaupun pasar AC di tahun 2015 turun jika dibanding 2014, namun Polytron  masih berhasil mendapat growth  hingga 8% di tahun 2015 dengan produk AC sebelumnya, dan untuk 2016 dengan pasar yang optimis lebih baik,  produk baru Polytron  Neuva Ice lebih mantap.

“Apalagi telah  didukung distribusi Polytron yang sudah mencakup seluruh Indonesia  dengan 21 kantor cabang dan  sekurangnya 65 kantor pelayanan servis tersebar di Indonesia, Polytron menargetkan pertumbuhan akan lebih besar dari  50% dan harapannya dapat meraih Top  5 Market Share. Berdasarkan data akurat kostribusi terbanyak berasal dari pulau Jawa  yang merupakan pasar terbesar untuk penjualan AC di Indonesia,” pungkasnya.

Untuk informasi,  harga AC Polytron Neuva Ice untuk ukuran 0,5 PK  kisaran Rp 2,8 juta. Harga untuk ukuran 1 PK  kisaran Rp 3,1 juta. Sementara harga untuk ukuran 1,5 PK kisaran Rp 3,7juta. Harga untuk ukuran 2 PK kisarannya Rp 4,9jutaan.

Zaziri

Megah Sari, Supplier Saus Sambal yang Sudah Diakui di Luar Negeri
Produsen spesialis saus sambal ini sudah ada sejak 1980. Produknya banyak digunakan pelaku bisnis Hotel, Restoran ternama serta produsen fast food. Produknya tentu cocok untuk pelaku waralaba. 
Read More
DHM Gelar Corporate & GM Workshop ke-7 di Dafam Savvoya Seminyak Bali
Dafam Hotel Management adalah perusahaan manajemen perhotelan Indonesia, anak perusahaan dari PT Dafam Property Indonesia Tbk yang didirikan pengusaha muda, Billy Dahlan pada 2010. Pendirian perusahaa
Read More
Suzuki APV Mega Carry Moko, Mobil Toko untuk Pebisnis Kuliner
Produsen mobil asal Jepang baru-baru ini meluncurkan mobil niaga yang didesain khusus untuk para pebisnis kuliner. Semakin maraknya pebisnis kuliner membuat Suzuki membuat inovasi dengan menambahkan v
Read More
Ramesia, Mixer Kualitas Internasional Yang Menyasar Segmen Pasar UKM dan Waralaba Kuliner
Ramesia.com merupakan e-commerce mesin pertama dan terlengkap di Indonesia yang menyediakan produk-produk unggulan bagi pelaku bisnis, UKM dan Industri Horeca. PT Ramesia Mesin Indonesia berdiri pada
Read More