Bisnis Keluarga yang Dikembangkan Secara Modern

Usaha yang didirikan tahun 2000 oleh Mr Lioe Fen Hwat ini bisa dibilang sukses di jalur kemitraan.

Sejak ditawarkan ke sistem kemitraan mulai 2015, hingga saat ini Golden Telor sudah memiliki 119 mitra di berbagai kota di Indonesia antara lain Semarang, Jakarta, Bandung, Bogor, Karawang, Solo, Jogja, Purbalingga, Kendal, Rembang, Jepara, Bekasi, Tangerang, Cilegon, Sampit, Banjarmasin, Manado, Surabaya, Pekalongan dan lain-lain.

Bisnis ini bermula dari bisnis keluarga di mana pengelolaannya masih bersifat tradisional. Namun oleh  anak dan menantu Lioe Fen, yaitu Debby Permatasari dan Agung Saputro, dikembangkan secara modern dengan merek Golden Telor.  

“Usaha ini didirikan tahun 2000 oleh Mr. Lioe Fen Hwat yang awalnya dirintis hanya dengan 1 peti telor hingga kini telah memiliki peternakan sendiri yang tersebar di Semarang, Kendal dan Solo dengan nama Sejahtera Abadi yang fokus bisnisnya pada pendistribusian telor ayam negeri dari farm,” kata Owner Golden Telor, Agung Saputro.

Sejak dikelola secara modern, Golden Telor mulai menawarkan sistem kemitraan dengan alasan bisnis telor merupakan bisnis jangka panjang yang memiliki peluang besar dan telah memiliki segmen pasar sendiri.

“Keagenan telor di indonesia masih bersifat tradisional, dengan pengelolaan yang sederhana, hingga akhirnya Golden Telor menawarkan sesuatu yang berbeda, dengan sistem kemitraan masyarakat awam bisa menjadi agen telur  profesional seketika dan telor merupakan kebutuhan pokok baik untuk rumah tangga, retoran hingga sektor industri baik perhotelan, rumah sakit, dan lain-lain,” ucap Agung.

Uniknya, bisnis ini  lanjut Agung, menawarkan produk berkualitas terbaik dengan harga kompetitif, yang didukungan oleh pengalaman Sejahtera Abadi sejak 15 tahun silam. Belum lama ini, Golden Telur juga tercatat sebagai salah satu penerima Franchise Startup Awards 2016 yang diberikan oleh Majalah Franchise Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

Merek Golden Telor masuk dalam klasifikasi bisnis potensial untuk investasi dari 100 lebih merek usaha yang disurvei oleh tim riset Majalah Franchise Indonesia.

Walaupun ia terbilang sukses tetapi ia masih cukup beruntung saat ini karena belum ada kompetitor yang mengikuti jejaknya. “Kompetitor dengan sistem franchise belum ada di Indonesia, jadi Golden Telor merupakan pioneer distributor dan keagenan telor di Indonesia, dan untuk mengenalkan Golden Telor ke masyarakat, managemen selalu melakukan inovasi baik promosi di media cetak ataupun elektronik, serta mengikuti pameran-pameran di kota-kota besar,” kata Agung.

Golden Telor menawarkan empat paket investasi yaitu agen Rp 9,5 juta, paket distributor queen Rp 35 juta, king Rp 90 juta, dan master dengan investasi Rp 1 miliar. “Target tahun ini Golden Telor mencapai 250 agen atau distributor dan master di 5 propinsi,” tutup Agung.

SAP Express Courier, Pendatang Baru yang Langsung Melejit
Pendatang baru di bisnis jasa kurir ini tidak bisa disepelekan. Bagaimana tidak, baru Agustus, 2014 lalu beroperasi tapi SAP Express Courier melejit menjadi pemain jasa kurir dengan memiliki 45 j
Read More
Soto Kuin Abang Suhai, Melirik Bisnis Soto Kuin dengan Resep Turun Temurun
Soto menjadi salah satu kuliner khas nusantara. Ada banyak ragamnya, mengikuti daerah dimana soto itu berada. Salah satu yang terkenal adalah Soto Banjar Kuin asal Banjarmasin. Konon ditempat asalnya
Read More
Ayam Strong, Menawarkan 6 Varian Topping
Olahan ayam goreng renyah berbalut bumbu gurih selalu jadi favorit. Pasarnya yang luas membuat para pelaku usaha ayam goreng renyah banyak bermunculan. Salah satunya Ayam Strong asal kota Bekasi ini.S
Read More
Mengusung Konsep Self Servis dengan Banyak Varian Menu
Berdiri pada 2014, ayam geprek yang satu ini tidak butuh lama untuk diterima masyarakat. Dalam waktu singkat jumlah gerainya sudah menjamur ke berbagai daerah. Seperti apa peluang usahanya? Bisnis ku
Read More