Irwan Suryo Nugroho, Mantan Kameramen yang Sukses Berbisnis Resto Bebek

Setelah 4 tahun bekerja di production house sebagai kameramen Irwan Suryo Nugroho memutuskan berhenti dan mencoba peruntungan di bisnis kuliner. Berbekal pengalamannya membantu usaha catering orang tua, Irwan pun mendirikan usaha rumah makan bebek dengan nama Bebek Sauna d’sri pada 2008. Usaha tersebut mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat.

Tak sedikit dari pelanggannya yang menanyakan untuk menjadi mitra bisnisnya. “Banyaknya pelanggan kami yang menanyakan untuk membuka cabang di daerah lain membuat saya berpikir untuk mengembangkan usaha dengan cara franchise. Setelah 4 tahun berjalan saya memutuskan untuk mengembangkan sistem franchise,” ujar pria hobby olah raga sepak bola ini. Usaha Irwan pun berkembang pesat sejak difranchisekan. Selang 3 tahun Bebek Sauna d’sri sudah memiliki 14 gerai yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Sragen, Yogyakarta, Samarinda, dan Palangkaraya.

Meski Irwan mengaku belum puas dengan keadaan kinerja bisnisnya saat ini. Ia bersama tim selalu berinovasi melakukan perbaikan demi kemajuan usahanya bersama franchisee. Keberhasilan Irwan mengelola resto bebek bukan tanpa halangan. Bahkan di awal-awal usaha, ia merasa kesulitan mengembangkan usahanya. Penyebabnya adalah tidak ada restu dari orangtua. Menurut Irwan, orang tuanya lebih senang ia melanjutkan usaha catering orang tuanya daripada merintis usaha sendiri. “Kedua orangtua kami lebih suka saya dan istri untuk meneruskan bisnis katering mereka dari pada membuka usaha sendiri. Tapi kami ingin mandiri, saya dan istri bertekad untuk membuktikan bahwa kami bisa untuk membuka usaha sendiri. Tapi dengan berjalanya waktu kedua orangtua kami akhirnya memahami dan merestui jalan yang kami tempuh,” terang Irwan. Irwan mengatakan, tantangan yang dihadapinya saat ini berbeda dengan ketika ia baru memulai usahanya.

Kalau dahulu tantangannya membuka pasar dan mengundang daya tarik customer, kini tantangannya adalah bagaimana mengembangkan jaringan franchisenya dengan sukses. Itulah yang membuat dirinya beserta tim sekarang untuk terus memikirkan kemajuan bisnis para franchiseenya. Kendala binis bagi Irwan adalah hal yang sudah biasa. Kendala menurut Irwan harus diubah menjadi suatu tantangan.

Dengan begitu ia akan menghadapi kendala bisnis dengan penuh semangat dan pantang menyerah. “Karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya,” tandasnya. Meski sudah 7 tahun mengelola usaha bebek, Irwan merasa belum terbayarkan oleh kerja keras usahanya tersebut. Ia yakin usahanya masih bisa berkembang dengan kinerja yang lebih baik lagi. “Target saya kedepan ingin membuka gerai Bebek Sauna d’sri di semua kota-kota besar di Indonesia,” pungkasnya.

Selvie Susanthi, Pegawai Swasta Yang Banting Stir Geluti Usaha Kuliner
Bagi wanita kelahiran Jakarta, 2 Oktober 1976 ini, belajar berbisnis adalah hal yang mudah. Ia pun memiliki trik tersendiri untuk terjun ke dunia bisnis. Salah satunya dengan cara menggali informasi-i
Read More
Fendy Julianto, Asisten Dokter Yang Banting Stir ke Bisnis Pijat Reflexy
Asisten Dokter Yang Banting Setir ke Bisnis Pijat Reflexy Fendy Julianto sejatinya mengawali kariernya sebagai asisten dokter. Namun kepandaiannya dalam melakukan pijat refleksi membawa pria kelahira
Read More
Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
Howard Sudihardjo, Help People First and The Money Will Follow Latter
Menjadi pebisnis itu jangan pernah takut gagal. Kalaupun gagal, maka harus cepat bangkit kembali. Inilah yang juga dirasakan oleh Howard Sudihardjo, Director Art Metal Laserindo. Gagal di bisnis-bisni
Read More